Hari ini waw banget lah. Haha. Ya, hari ini mulai ke sekolah lagi. Tadi pas ke sana kaget juga ada temen kampus yang udah lulus. Salah satu guru kami sebentar lagi melahirkan , jadi kami memang sedang mencari penggantinya. Waktu itu tiba-tiba temen kampus saya yang udah lulus nanya loker. Saya langsung bilang bawa aja cv ke sini. Waktu itu dia dateng langsung wawancara. Tapi ada hal yang sangat privasi yang tidak mengizinkannya untuk berada di sana. Saya sempet berpikir siapa lagi yang bisa.. Ternyata tadi dia datang dengan satu orang teman kampus saya juga yang udah lulus. Dia membawa pengganti dirinya untuk semester ini. Alhamdulillaah. Tadi pas raker mereka juga ikutan. Tapi saya kurang fokus juga karena harus bulak-balik nerima telepon dan menelepon. Saya kepikiran yang ada di rumah gimana.. Saat pulang ternyata pintunya dikunci, tidak ada siapa-siapa di rumah. Dan parahnya saya lupa gak bawa kunci, baru inget kunci saya ada di kamar. Sigh.. Kayaknya naik taraje lagi.. Tiba-tiba saya denger suara Okaa~san di kejauhan. Saya langsung mencarinya. Dia sedang ngobrol dan sibuk dengan mobile phonenya. Okaa~san langsung menyerahkan kunci rumahnya kepada saya dan pergi lagi. Okaa~san tidak sempat cerita..
Monday, December 30, 2013
Sunday, December 29, 2013
Alhamdulillaah..
Keduanya tadi naik-naik ke atas. Udah muncul nih sifat arborealnya. ^_^
Ashbahnaa wa ashbahalmulkulillaah, walhamdulillaah laasyariikalah, laailaahaillaahuwa wailaihinnusyuur..
Kami masuk waktu pagi dan masuk waktu pagi pula kerajaan milik Allah. Segala puji bagi Allah, tiada sekutu bagi-Nya, tiada Tuhan melainkan Dia, dan pada-Nya tempat kembali.
Ashbahnaa 'ala fitratil islaam, wakalimatil ikhlaash, wa'ala diini nabiyyinaa muhammad shallallaahu'alaihi wasallam, wa'ala millati abiinaa ibraahiima haniifaa, wamaa kaanaminalmusyrikiin..
Ksmi masuk waktu pagi di atas fitrah Islam dan kalimat tauhid, di atas agama Nabi kami Muhammad saw, dan di atas ajaran bapak kami Ibrahim yang hanif. Dan ia bukan termasuk golongan orang-orang yang musyrik.
Allaahumma innii ashbahtu minkafii ni'matin wa'aafiyatin wasithr, fa atimma 'alayya ni'mataka wa'aafiyataka wasithraka fiddunyaa walaakhirah..
Yaa Allah, sesungguhnya aku memulai pagi ini dengan kenikmatan, kesehatan, dan perlindungan-Mu, di dunia dan akhirat.
Allaahumma maa ashbahabii minni'matin aubiahadinn minkhalqika faminka wahdaka laasyariikalak, falakalhamdu walakasysyukr..
Ya Allah, segala nikmat yang pagi ini menyertaiku atau siapa pun diantara makhluk-Mu, hanyalah dari-Mu semata, tiada sekutu bagi-Mu, maka bagi-Mu segala puji dan bagi-Mu rasa syukur.
Al-Ma'tsurat yuk. :)
Ashbahnaa wa ashbahalmulkulillaah, walhamdulillaah laasyariikalah, laailaahaillaahuwa wailaihinnusyuur..
Kami masuk waktu pagi dan masuk waktu pagi pula kerajaan milik Allah. Segala puji bagi Allah, tiada sekutu bagi-Nya, tiada Tuhan melainkan Dia, dan pada-Nya tempat kembali.
Ashbahnaa 'ala fitratil islaam, wakalimatil ikhlaash, wa'ala diini nabiyyinaa muhammad shallallaahu'alaihi wasallam, wa'ala millati abiinaa ibraahiima haniifaa, wamaa kaanaminalmusyrikiin..
Ksmi masuk waktu pagi di atas fitrah Islam dan kalimat tauhid, di atas agama Nabi kami Muhammad saw, dan di atas ajaran bapak kami Ibrahim yang hanif. Dan ia bukan termasuk golongan orang-orang yang musyrik.
Allaahumma innii ashbahtu minkafii ni'matin wa'aafiyatin wasithr, fa atimma 'alayya ni'mataka wa'aafiyataka wasithraka fiddunyaa walaakhirah..
Yaa Allah, sesungguhnya aku memulai pagi ini dengan kenikmatan, kesehatan, dan perlindungan-Mu, di dunia dan akhirat.
Allaahumma maa ashbahabii minni'matin aubiahadinn minkhalqika faminka wahdaka laasyariikalak, falakalhamdu walakasysyukr..
Ya Allah, segala nikmat yang pagi ini menyertaiku atau siapa pun diantara makhluk-Mu, hanyalah dari-Mu semata, tiada sekutu bagi-Mu, maka bagi-Mu segala puji dan bagi-Mu rasa syukur.
Al-Ma'tsurat yuk. :)
Saturday, December 28, 2013
Ramen lagi
Okay, tadi akhirnya makan ramen lagi setelah sekian lamaaaaa gak ke Jigoku Ramen. Pulang dari sana mereka pada ke rumah saya, tadinya sih kirain cuman ngeramen aja. Pas masuk ke kamar, salah satu temen saya nemu buku "itu" di bawah selimut. Saya udah kaget mau teriak, tapi ditahan karena sepertinya dia ngebuka tengah-tengah bukunya, jadi kayaknya dia gak ngeliat halaman paling awal. Fiuh. Akhirnya dia nyimpen lagi buku itu. Yokatta.. Tapi gak tau juga dia itu gak liat atau pura-pura gak liat. Pokonya saya berusaha bersikap senormal mungkin di depan mereka. Saya gak coba sembunyiin lagi bukunya, malah saya baca halaman-halaman selanjutnya yang belum saya selesaikan. Kalau saya sembunyiin malah akan tambah curiga mereka. Mungkin suatu saat nanti mereka bisa melihatnya, tapi untuk sekarang, nggak dulu deh ya.. ;)
Friday, December 27, 2013
Super web
Yeah. Finally it ate its meal. Pas tadi ngebuka enclosurenya ternyata dia merekatkan tutupnya dengan jaring yang dia buat. Jaringnya banyak banget. Awesome. Tapi hari ini harus beli makanan lagi, soalnya kemarin uletnya saya pindahin ke atas, disimpen di luar because they were really stink. Eh, caterpillarsnya malah dibantai semut... Kalau T yang kenanya, saya bakalan nangis da.. Jadi caterpillarsnya dikasih ke ikan yang ada di kolam Obaa-chan. Saya benar-benar harus belajar lagi buat ngerawat makanan juga. Bagaimanapun saya harus berurusan dengan caterpillars walaupun saya gak mau. My Ts need to eat them.. Sigh.. Gambattene. :)
Thursday, December 26, 2013
I love spider
Jadi ceritanya kemarin karena sitatu gak mau makan aja, saya pindahin uletnya ke sitawa. Ternyata dia mau makan karena pagi ini pas saya liat uletnya udah gak ada, padahal dia baru molting jadi harusnya puasa dulu seminggu, tapi kayaknya udah laper. Saya memikirkan rehousing dan tadi baca-baca lagi tentang bite report soalnya kemungkinan pas rehousing saya harus ngehandling. Waktu gathering saya ditanya para master tentang spesies yang saya keep. Masih belum tau da masih sling, kalau bukan Stromatopelma calceatum berarti Heteroscodra maculata. Tapi saya berharap saya punya dua-duanya. Yang satu Sc, yang satunya lagi Hm. Terus saya inginnya mereka dua-duanya female. Hehe. Tapi gpp deh kalau dua-duanya spesies yang sama juga. Mereka kaget juga newbi malah milih spesies itu. Para master yang punya spesies itu juga pada gak berani ngehandling buat yang satu ini mah. Wajar sih, saya yang gak wajar.. Keduanya termasuk arboreal dan old world. Mereka juga defensif, sangat pemalu, lebih milih sembunyi daripada nyerang. Tapi kalau sudah merasa terancam tentu saja mereka akan ngegigit. Venom mereka bisa dibilang paling berbahaya dibanding spesies-spesies tarantula lain. Tapi tentu saja tidak mematikan. Kebanyakan menganggap tarantula bisa membunuh manusia dengan racunnya, tapi sebenarnya tidak. Yang bisa mematikan itu jenis laba-laba yang bukan tarantula kayak Black widow. Semua tarantula punya taring dan venom, tapi tidak mematikan manusia. Mungkin seharusnya kalau buat display saya lebih milih terestrial dan yang new world yang tergolong docile. Tapi saya udah terlanjur sayang sama mereka berdua, dan saya lebih suka yang venomnya high daripada urticating hair. Saya masih bingung dengan desain buat enclosure mereka yang baru. Dan kayaknya nyari cocopeat yang polos mah emang harus di tegalega deh.
Wednesday, December 25, 2013
T jurnal
Hari ini saya mulai membaca sebuah buku. Membaca bukanlah hal yang aneh bagi saya. Tapi membaca buku ini terasa cukup aneh. Hm, mungkin terasa terlalu normal. Haha. Biasanya yang saya baca adalah buku-buku tentang konspirasi dan thriller, atau buku-buku detektif. Sekarang baca buku yang akhwat banget asa gimanaaaa gitu. :p
Bisa gak ya sya benar" mengaplikasikannya... Hmm..
* Sitatu naik aja teterekelan ke atas tutup toples, dia gak mau makan aja padahal dia mah moltingnya udah lama. Saya mengamatinya kayak yang main-main sama uletnya, gak tau saya belum neken uletnya dengan bener jadi masih sulit dimakan. tapi waktu itu malah terlalu neken sampai uletnya mati. Serba salah juga, kalau mati gak akan mau dimakan, kalau idup tapi gak bener neken uletnya, susah dimakan. Saya masih harus banyak latihan. Kayaknya harus rehousing. Besok saya cari toples baru yang lebih besar deh, + cocopeat yang polos.
* Sitawa diem aja di dalem burrow, gak nongol-nongol. Saya takutnya dia dehidrasi. Tapi baru molting sih jadi wajar aja kalau gak mau makan. Mudah-mudahan tetep sehat.
Bisa gak ya sya benar" mengaplikasikannya... Hmm..
* Sitatu naik aja teterekelan ke atas tutup toples, dia gak mau makan aja padahal dia mah moltingnya udah lama. Saya mengamatinya kayak yang main-main sama uletnya, gak tau saya belum neken uletnya dengan bener jadi masih sulit dimakan. tapi waktu itu malah terlalu neken sampai uletnya mati. Serba salah juga, kalau mati gak akan mau dimakan, kalau idup tapi gak bener neken uletnya, susah dimakan. Saya masih harus banyak latihan. Kayaknya harus rehousing. Besok saya cari toples baru yang lebih besar deh, + cocopeat yang polos.
* Sitawa diem aja di dalem burrow, gak nongol-nongol. Saya takutnya dia dehidrasi. Tapi baru molting sih jadi wajar aja kalau gak mau makan. Mudah-mudahan tetep sehat.
Sempet bingung juga, katanya kalau makanannya semalem gak dimakan, angkat aja idup atau mati. Ayolah makan atuh kalian teh.. T-nya mah gak bau, tapi toples tempat ulet-uletnya suka bau.. Kayaknya toples makanan mah saya pindahin aja deh tempatnya gak di kamar.
Semoga mereka bisa tumbuh dengan baik dan sehat..
Monday, December 23, 2013
I feel it
I really hope that I can always in this gravity. I have decided. And won't regret, whatever happen. To keep stay in this earth. Aamiin.. :)
Wednesday, December 4, 2013
Oh, Math.. I'm gonna die..
Masih di sini. Library. Akhirnya BAB III saya sudah penuh oleh tabel-tabel berisi angka-angka. Hasil uji instrumen dari 63 siswa yang berjuang menjawab 21 soal dalam sepuluh lembar. Aslinya mau teriak sekeras-kerasnya. Efek berhadapan dengan rumus-rumus yang selalu membuat saya paranoid dari dulu. Padahal kenapa juga harus sampai paranoid. Well, saya harus menghadapinya. Menghadapi kelemahan saya yang tergores tinta merah di raport SMP. Waktu SMA saya bisa melaluinya, UN pelajaran yang satu itu yang menyeramkan. Saya bisa walaupun memang sudah saya prediksi hasil mata pelajaran itu paling kecil dibanding 5 pelajaran lainnya. Tapi saya bisa lulus dengan idealisme yang tetap bertahan. Setidaknya saya lulus dengan kepuasan itu. Dan sekarang pun harus begitu. Saya tidak ingin manipulasi. Tidak akan. Tapi membaca tugas akhir para kakak tingkat jadi hiburan juga. Hahahaha. Pemilihan model yang belum ada arsipnya di sini cukup mempertahankan idealisme saya, cuman bisa baca aja. Gambarou! Mainichi, mainichi, daigaku e ikimasuyo. :D
Sunday, December 1, 2013
Nyes...
Hari ini pertemuan terakhir mentoring bersama mereka. Pekan depan udah rihlah. Mentoring yang cukup berkesan bagi saya dan mungkin bagi mereka. Setelah agenda biasanya, pembukaan, tilawah, muraja'ah, kultum, dan madah, ada tukar opini dan kado dulu. Setelah menutup pertemuan, kami bermusafahah saling mengucapkan kata maaf dan terima kasih. Saya selalu merasa merekalah yang telah memberikan banyak hal untuk saya, waktu, perhatian, kasih sayang, semuanya untuk saya. Saya banyak belajar dari mereka. Semangat-semangat mereka.. Keceriaan mereka.. Sebelum kami bubar salah seorang diantara mereka meminta izin pada saya, "Teh, boleh minta waktunya sebentar untuk foto dulu?" Saya menanggapinya, "Tapi kita gak lengkap.." Salah seorang di antara kami hari ini izin harus ke luar kota bersama keluarganya, tapi dia sudah menitipkan buku dan kadonya. "Berarti nanti pas penutupan Teteh harus hadir, biar lengkap semua, sekarang yang ada dulu boleh ga teh?". Saya berpikir apakah saat penutupan saya bisa hadir.. Penutupannya bulan Februari 2014. Biasanya memang waktu penutupan ada foto tiap kelompok. Pada akhirnya saya menyetujui karena ternyata mereka sengaja bawa camdy untuk hari ini. Kami meminta dari kelompok lain untuk jadi fotografer.
Dalam perjalanan pulang, saya melihat peristiwa mengerikan di tempat umum yang tidak perlu saya sebutkan. Sorenya ada kumpulan keluarga. Hari ini satu tahunnya Obaa~chan. Sebetulnya besok, tapi agar bisa berkumpul semuanya jadi hari ini. Saya gak terlalu gimana gitu, da setiap hari juga harus kan mendo'akan mah. Tapi berkumpul bersama keluarga memang jarang karena pada sibuk. Momen ini dapat mempersatukan kami. Dari luar kota juga pada datang. Sebelum maghrib sudah beres. Saya sudah meniatkan untuk lebih konsisten dalam amalan yaumiyah. ODOJ. Semoga bisa konsisten. Dan semoga shalat" saya bisa seperti shalat isya yang tadi. Beda banget kerasanya. Kayak waktu ramadhan. Apalagi pas waktu raka'at ke 3 tiba-tiba mati lampu. Sendirian di rumah, yang lain masih pada di rumah Obaa~chan. Kerasa banget cuman ada kita berdua, saya dan Engkau (walaupun saya juga merasakan banyak yang memperhatikan tangisan saya, tapi paduli ah, da bukan manusia ini). Yang penting saya ngerasain bisa sedekat itu dengan-Mu apalagi waktu sujud. Semoga saya bisa selalu merasakan shalat yang kayak tadi.. :')
Wednesday, November 27, 2013
Is it poem? Hahaaa.. It's raining.
It was raining..
Cold..
Water..
Warm..
Heart..
Ame ga futteimashita..
Samui..
Mizu..
Atatakai..
Kokoro..
It's raining..
Ame ga futteimasu..
Cold..
Water..
Warm..
Heart..
Ame ga futteimashita..
Samui..
Mizu..
Atatakai..
Kokoro..
It's raining..
Ame ga futteimasu..
Friday, November 22, 2013
Muhasabah Sin!
“Allah tidak membebani seseorang melainkan sesuai dengan kesanggupannya…" (2:286)
Kita hanya butuh:
“Ketika
orang tertidur kamu terbangun itulah susahnya. Ketika orang merampas
kamu membagi itulah peliknya. Ketika orang menikmati kamu menciptakan
itulah rumitnya. Ketika orang mengadu kamu bertanggungjawab itulah
repotnya. Makanya tidak banyak orang bersamamu di sini mendirikan
imperium kebenaran.
“Sekali lagi…Amanah terembankan pada pundak yang semakin lelah. Bukan sebuah keluhan, ketidakterimaan..keputusasaan!
"Memang
seperti itulah da'wah, da'wah adalah cinta & cinta akan meminta semuanya
dari dirimu, mulai dari pikiranmu, perhatianmu sampai berjalan, duduk &
tidurmu, bahkan ditengah lelapmu, isi mimpimu pun tentang da'wah, tentang umat
yang begitu engkau cintai"
”Lelah itu pasti, jenuh itu niscaya" semoga lelahnya kita adalah pahala, jenuhnya kita adalah penggugur dosa. Nikmatnya makan adalah ketika lapar, nikmatnya minum adalah ketika
haus, tetapi nikmatnya istirahat adalah ketika amanah di pundak ini
telah tertunaikan” (Ust. GJW)
Allah menguji dititik terlemah kita...
Kita hanya butuh:
"Kaki yang akan berjalan lebih jauh dari biasanya, tangan yang akan berbuat lebih banyak dari biasanya, mata yang akan menatap lebih lama dari biasanya, leher yang akan lebih sering melihat ke atas. Lapisan tekad yang seribu kali lebih keras dari baja, hati yang akan bekerja lebih keras dari biasanya serta mulut yang akan selalu berdoa" Tambahan: kita juga butuh berdiri di sepertiga malam lebih lama dari biasanya, terbangun lebih cepat dari biasanya, dan tidur lebih sedikit dari biasanya” (5cm)
“Para Pahlawan harus berhasil membangun ‘bunker’ dalam jiwa mereka. Tempat kunci-kunci daya hidup mereka tersembunyi dengan aman. Itulah yang membuat mereka selalu tampak santai dalam kesibukan, tersenyum dalam kesedihan, tenang di bawah tekanan, tabah dalam kesulitan, optimis di depan tantangan dan gembira dalam segala situasi (Anis Matta).”
“Ketika
orang tertidur kamu terbangun itulah susahnya. Ketika orang merampas
kamu membagi itulah peliknya. Ketika orang menikmati kamu menciptakan
itulah rumitnya. Ketika orang mengadu kamu bertanggungjawab itulah
repotnya. Makanya tidak banyak orang bersamamu di sini mendirikan
imperium kebenaran.
(Anis Matta).”
“Sekali lagi…Amanah terembankan pada pundak yang semakin lelah. Bukan sebuah keluhan, ketidakterimaan..keputusasaan!
Terlebih surut ke belakang. Ini adalah awal pembuktian..Siapa diantara
kita yang beriman. Wahai diri sambutlah seruanNya…Orang-orang besar
lahir karena beban perjuangan…Bukan menghindar dari peperangan.
(K.H. Rahmat Abdullah).”
"Memang
seperti itulah da'wah, da'wah adalah cinta & cinta akan meminta semuanya
dari dirimu, mulai dari pikiranmu, perhatianmu sampai berjalan, duduk &
tidurmu, bahkan ditengah lelapmu, isi mimpimu pun tentang da'wah, tentang umat
yang begitu engkau cintai"
(Ust. Rahmat Abdullah).
”Lelah itu pasti, jenuh itu niscaya" semoga lelahnya kita adalah pahala, jenuhnya kita adalah penggugur dosa. Nikmatnya makan adalah ketika lapar, nikmatnya minum adalah ketika
haus, tetapi nikmatnya istirahat adalah ketika amanah di pundak ini
telah tertunaikan” (Ust. GJW)
Allah menguji dititik terlemah kita...
Agar kita menjadi kuat...
Membaca lagi postingan-postingan di grup yang membuat saya cukup merasa "disintreuk". Semoga saya tidak mengalami degradasi yang lebih parah. Semangat berjuang Sinta Legian Wulandari. Berjuang untuk terus meluruskan niat dalam setiap hal yang saya lakukan. Dan itu terasa sangat sulit akhir-akhir ini. Tapi pasti bisa. Harus bisa. Pelan-pelan, sedikit-sedikit, mengecek kondisi hati sendiri. Astaghfirullaah..
Thursday, November 21, 2013
Ckckck..
Ngelempar pensil hijau saya. Menakutkan, tangan ini menggoreskan gambarnya. Sebelum beres, cepet-cepet istighfar deh. Saya pasti sudah gila.-_-" Instal ulang otak. Tapi ingin diberesin, tanggung dikit lagi. :P Bener-bener harus instal ulang otak. -_-"
Tilawah yang banyak sin, pikirin skripsi aja dulu yang belum beres-beres. Pikirin sekolah aja dulu, bentar lagi kan ada parenting class. Pikirin kasus-kasus yang belum terpecahkan. Pikirin hal-hal yang rasional aja dulu.
Tilawah yang banyak sin, pikirin skripsi aja dulu yang belum beres-beres. Pikirin sekolah aja dulu, bentar lagi kan ada parenting class. Pikirin kasus-kasus yang belum terpecahkan. Pikirin hal-hal yang rasional aja dulu.
Hmmm..
Saat hujan reda
Saat semua berwarna
Masihkah engkau menunggu di sana
# Sing a song Cerita Sehabis Hujan
:)
Saat semua berwarna
Masihkah engkau menunggu di sana
# Sing a song Cerita Sehabis Hujan
:)
Monday, November 18, 2013
Difference
dif·fer·ence
difference [ˈdɪfərəns ˈdɪfrəns]
Differences
n.
1. The quality or condition of being unlike or dissimilar.
2. a. An instance of disparity or unlikeness.
b. A degree or amount by which things differ.
c. A specific point or element that distinguishes one thing from another.
3. A noticeable change or effect: Exercise has made a difference in her health.
4. a. A disagreement or controversy.
b. A cause of a disagreement or controversy.
5. Discrimination in taste or choice; distinction.
6. Mathematics
a. The amount by which one quantity is greater or less than another.
b. The amount that remains after one quantity is subtracted from another.
7. Archaic A distinct mark or peculiarity.
tr.v. dif·fer·enced, dif·fer·enc·ing, dif·fer·enc·es
To distinguish or differentiate.
Synonyms: difference, dissimilarity, unlikeness, divergence, variation, distinction, discrepancy
These nouns refer to a lack of correspondence or agreement. Difference is the most general: differences in color and size; a difference of opinion.
Dissimilarity is difference between things otherwise alike or comparable: a dissimilarity between the twins' personalities.
Unlikeness usually implies greater and more obvious difference: unlikeness among their teaching styles.
Divergence suggests an increasing difference: points of divergence between British and American English.
Variation occurs between things of the same class or species; often it refers to modification of something original, prescribed, or typical: variations in temperature; a variation in shape.
Distinction often means a difference in detail determinable only by close inspection: the distinction between "good" and "excellent."
A discrepancy is a difference between things that should correspond or match: a discrepancy between his words and his actions.
These nouns refer to a lack of correspondence or agreement. Difference is the most general: differences in color and size; a difference of opinion.
Dissimilarity is difference between things otherwise alike or comparable: a dissimilarity between the twins' personalities.
Unlikeness usually implies greater and more obvious difference: unlikeness among their teaching styles.
Divergence suggests an increasing difference: points of divergence between British and American English.
Variation occurs between things of the same class or species; often it refers to modification of something original, prescribed, or typical: variations in temperature; a variation in shape.
Distinction often means a difference in detail determinable only by close inspection: the distinction between "good" and "excellent."
A discrepancy is a difference between things that should correspond or match: a discrepancy between his words and his actions.
difference [ˈdɪfərəns ˈdɪfrəns]
n
1. the state or quality of being unlike
2. a specific instance of being unlike
3. a distinguishing mark or feature
4. a significant change in a situation the difference in her is amazing
5. a disagreement or argument he had a difference with his wife
6. a degree of distinctness, as between two people or things
7. (Mathematics)
a. the result of the subtraction of one number, quantity, etc., from another
b. the single number that when added to the subtrahend gives the minuend; remainder
8. (Philosophy / Logic) Logic another name for differentia
9. (Mathematics) Maths (of two sets)
a. the set of members of the first that are not members of the second. Symbol A - B
b.
symmetric difference the set of members of one but not both of the given sets. Often symbolized A + B
10. (History / Heraldry) Heraldry an addition to the arms of a family to represent a younger branch
make a difference
a. to have an effect
b. to treat differently
split the difference
a. to settle a dispute by a compromise
b. to divide a remainder equally
with a difference with some peculiarly distinguishing quality, good or bad
vb (tr)
1. Rare to distinguish
2. (History / Heraldry) Heraldry to add a charge to (arms) to differentiate a branch of a family
Differences
- Alike as the gap between Little League and Major League —Anon
- Alike as an oil portrait and a polaroid snapshot —Anon
- Alike as a cliche and a sonnet —Rod MacLeish, National Public Radio, December 29, 1986 In his obituary on mystery writer John MacDonald, MacLeish used the simile to point out the difference between MacDonald’s Travis McGee character with Raymond Chandler’s Philip Marlowe.
- Alike as a mom and pop grocery store and a multi-national corporation —Anon
- Alike as an abacus and a computer —Anon
- Alike as an elephant and a giraffe —Anon
- Alike as grains of sand —Anon
- Alike as human faces —Anon
- Alike as six pebbles on the beach —Eudora Welty
- Alike as the gap between doing a gig at a neighborhood wedding and being on prime time TV —Anon
- Alike as an apple is to a lobster —John Ray’s ProverbsA variation on the same theme, also from John Ray’s Proverbs is “As alike as an apple is to an oyster.” Other entries in this section merely hint at the endless twists possible.
- As like this as a crab’s like an apple —William Shakespeare Here we have the above simile turned around, with the apple the comparison.
- (In this world it is rarely possible to settle matters with an “either, or,” since there are) as many gradations of emotion and conduct as there are stages between a hooked nose and one that turns up —Johann Wolfgang von Goethe
- Different as a moonbeam from lightning, as frost from fire —Emily Brontë
- (You and I are as) different as chalk and cheese —John Ray’s Proverbs
- Opposite as yea and nay —Francis Quarles
- (Two faces) different as hot and cold —Dannie Abse
- Different as three men singing the same chorus from three men playing three tunes on the same piano —G. K. Chesterton
- Different as yin from yang —Harry Prince
- Everything has in fact another side to it, like the moon —G. K. Chesterton
- Sharply defined as salt and pepper —Anon
- The difference between vivacity and wit is the same as the difference between the lightning-bug and lightning —Josh Billings
- Various as the fancies of men in pursuit of a wife —James Ralph
I've found them on http://www.thefreedictionary.com/Differences
Thursday, November 14, 2013
Awesome!
Awalnya hari ini niatnya mau expert
judgment aja ke ketua prodi. Dengan beliau yang bersedia menjadi expert
judgment saya berarti sudah lengkap (minimal harus dua cenah). Setelah
menerima hasil penilaian instrumen dari beliau, saya langsung
berniat untuk pulang. Saat melewati lorong menuju salah satu gerbang
keluar, saya melihat pintu lab terbuka. Deg.. deg.. "Beliau ada
di dalam gak ya..." Tanya saya dalam hati. Ragu untuk melangkahkan
kaki, merasa bingung kalau sampai berpapasan dengan pembimbing.
Lebih ke perasaan bersalah kepada beliau karena belum beres juga,
padahal beliau sudah sangat baik dan perhatian terhadap saya. Ngesms,
nelpon juga pernah, ngasih referensi, pokonya baik banget lah. Saya
merasa menjadi beban beliau. Tiba-tiba dari belakang terdengar
suara yang memanggil nama saya, "Sinta! Sin! Sini!". Tau deh
jawaban pertanyaan saya, beliau tidak berada di dalam lab, beliau ada di
belakang saya! Berbalik dan menatap beliau yang berlari kecil
menghampiri saya. "Eh, Ibu... Hehe.." Saya berusaha bersikap senormal
mungkin. "Sinta mau bimbingan?" Tanya beliau. Saya tertegun dan balik
bertanya, "Sekarang Bu? Bolehkah?". Saya bertanya seperti itu karena belum menghubungi beliau untuk bimbingan.. "Boleh." Beliau
tersenyum dan kami berjalan bersama menuju lab. "Eh, Sinta hari ......
ngajar?" Tanya beliau. "Nggak Bu, libur." Jawab saya, berpikir mungkin
beliau akan menyarankan untuk bimbingan di hari itu. "Hari itu teh
mahasiswa ...... ada praktikum, tapi saya bentrok, minta tolong Pak
..... juga gak bisa, beliau ada jadwal juga, Bu....... gak bisa juga.
Saya minta semester 7, tapi dia belum pernah melakukan praktikum ini.
Sinta kan sudah pernah. Jadi intinya saya mau minta Sinta jadi asdos
bisa gak?" Beliau menghentikan langkah kakinya saat menanyakan hal itu.
Saya benar-benar terkejut dan menahan buat gak loncat-loncat. "Oh, iya
Bu, bisa insya Allah, nanti saya ngapain aja?" Tanya saya. Beliau
terlihat akan segera beranjak keluar lagi dari lab. "Bentar atuh ya,
saya siapkan dulu handoutnya. Sinta tunggu dulu di sini". "Ok, Bu." Kata
saya sambil menunggu siluetnya benar-benar sudah tidak terlihat dari
ambang pintu.
Setelah yakin dalam lab itu tidak ada manusia lagi kecuali saya (eh,
emang saya manusia ya? Haha.) akhirnya bisa loncat-loncat dan
teriak beneran "Yes! Yes! Yes!" Saya suka eksperimen. Dan percobaan ini
termasuk salah satu yang saya gemari. Kami menyiapkan alat dan bahan di
atas meja agar nanti tidak terlalu repot dan mengecek apa yang belum
tersedia. Beliau memberikan handout dan menyampaikan instruksi apa yang
harus saya berikan kepada para mahasiswa nanti. Benar-benar di luar
dugaan. Salah satu keinginan saya jaman dahulu kala saat awal kuliah
semester 1.. Menjadi asisten dosen sambil kuliah. Tapi waktu itu melihat tidak ada yang seperti itu di kampus saya. Yah, walaupun
perkuliahan sudah berakhir, tapi status saya sekarang masih seorang
mahasiswa. Hahahahahahaha.. Saya benar-benar mahasiswa bahagia. Enjoy banget bisa berada di kampus saya, sampai terkadang berpikir apakah
nanti kalau sudah lulus masih bisa terus ke kampus ini.. Hmm..
Setelah membawa revisian yang penuh coretan, akhirnya saya
memutuskan untuk pulang juga. Saya tersenyum melihat coretan-coretan itu
dengan saran-saran perbaikan yang detail. Itu yang saya senangi dari
beliau. Perfectionist. Idealis. Teliti. Saya tidak akan mengecewakannya.
Saya akan lebih rajin lagi bimbingan. Terima kasih untuk hari yang
tidak terduga ini Ya Allah. ;)
Saturday, November 9, 2013
^_^
Alhamdulillaah..
Seneng banget. Setelah dua hal gj yang terjadi hari ini (nyasar di dua tempat), sekarang bisa dapet kabar bahagia. Lalalalalalala..
Seneng banget. Setelah dua hal gj yang terjadi hari ini (nyasar di dua tempat), sekarang bisa dapet kabar bahagia. Lalalalalalala..
Nothing is impossible
I'll go for it. Not merely for it, actually.. Not merely for them.. Not merely for him.. Not merely for me.. Hope I just do everything for U, My Lord.. I can. I can. Yes. I can. If only U help me. But U always help me. Everytime.. Everywhere.. Even if I dissobey U.. U always help me.. The oxygen that I breath, freely.. The heart that beating.. All of my life is the miracle that U give to me everyday, everyhour, everyminute, everysecond. U make this world full of possibilities. The air, the water, the foods, everything in here. I gratefull for this possibilities of life and death.. I am living now. And I'll burried in here. In The Earth.. In my planet. I love this planet. The blue and green planet. Sutekiiiiiii. ^_^
Wednesday, November 6, 2013
For the ink and paper? Haha
Not so bad.. I could through this day. Haha. Pulang sekolah ada tugas buat beli tinta printer. Ya, dari pekan kemarin persediaan tinta printer di sekolah habis. Kami benar-benar membutuhkannya, jadi tadi langsung ke BORMA dekat situ. Sempat bingung juga pas mau nitipin tas, karena bawa laptop. Tapi ternyata petugas tempat penitipannya meminta saya membawanya saja setelah dia memeriksa isi tas saya yang benar-benar penuh dan berat. Sebenarnya udah biasa sih bawa bawaan sebegitu, tapi hari ini terasa berat karena kondisi saya masih belum stabil sepenuhnya. Menemukan tinta yang saya cari, tapi tidak menemukan papermatte untuk sertifikat manasik anak-anak dan raport UTS. Tadinya mau beli concord, tapi memutuskan untuk mencari papermatte dulu ke toko alat tulis di depan UIN. Pas nyampe sana, ternyata gak ada juga. -_-" Mau ke Balubur dipikir-pikir jauh da udah sore. Jadi aja akhirnya beli concord juga, tapi lebih terjangkau harganya di situ mah daripada di BORMA. :D Dipikir-pikir sama aja sih kalau dihitung dengan transport. -_-" Saat akan pulang tiba-tiba "krubuk-krubuk". Saya melihat kedai ramen di sekitar situ, Ongaku Ramen. Pas ngeliat ke dalemnya, penuh. Masih banyak sih toko-toko makanan di situ. Tapi saat melihat toko mainan, feeling saya langsung gak enak. Sudah saya duga, kaki saya melangkah ke arah sana. Tidaaaaak! Saya berusaha menahan kaki saya, tapi ternyata tetap melangkah ke sana dan akhirnya masuk. Saya beli cube lagi deh. Senin kemarin ada agenda tuker kado pada pertemuan guru-guru. Cube saya yang di rumah dijadiin kado lagi. Udah 3 yang saya berikan ke orang-orang. Hahahaha. Gak tahan kalau gak ngotak-ngatik puzzle. Udah gak ada niat lagi buat ngisi perut. Meskipun makin leuleus karena masih krubuk-krubuk, kalau udah ada mainan jadi gak peduli deh. Pas turun dari angkot nyadar tas saya makin berat dan penglihatan saya mulai buram saat menyebrang di zebracross. Saya tau saya udah mulai error. Akhirnya saya memutuskan naik ojek. Saya jarang naik ojek, biasanya saya pakai ojek kalau bener-bener kepepet waktu atau kalau dalam kondisi benar-benar lungleng. Walaupun jarang, tapi para tukang ojek di pangkalan menuju rumah saya dan pangkalan menuju sekolah saya sudah mengerti, sehingga saya tidak perlu berbicara lagi. Tinggal diem di depan pangkalan, mereka udah tau kalau saya akan menggunakan jasa mereka. Mereka langsung menyodorkan helm. Mereka tau saya akan berhenti di mana. Benar-benar praktis dan efisien. :) Waktu awal-awal mah mereka keheranan saat saya minjem helm. Kalau di pangkalan menuju ke rumah murabbi mah sudah disediakan helm untuk penumpangnya, jadi gak usah minjem lagi. Tapi penumpang yang menuntut keselamatan nyawa kayaknya cuman saya aja. Cuman pernah satu kali pas mau ke kampus, berdebat dengan satu tukang ojek. Dia gak mau minjemin helmnya kecuali saya bayar biaya tambahan untuk sewa helm. -_-" Karena waktu itu saya benar-benar buru-buru jadi saya setuju deh, daripada lama berdebat terus. Jadi sekarang mah males naik ojek kalau ke kampus. Haha. Sampai di rumah maksain makan, untunglah masih ada telur rebus. Pakai kecap lumayan jadi ada rasanya. Huahahaha. Semoga besok bisa benar-benar pulih. Besok ada Market Day. Yeyeyeyeyeye. Market Day, Market Day. Walaupun saya gak suka belanja, tapi ini mah yang jualnya anak-anak yang sudah dijadwal. Cuman satu bulan sekali. Semangaaaaat!! :D :D :D
Tuesday, November 5, 2013
Lengser
Dan begitulah. Bertemu mereka itu membuat saya semangat. Tausiyah dari salah satu pupuhu alumni Kang Asep Suherman juga sangat "jleb" banget untuk kami. Mesipun sedang sakit, sya tetap memaksakan pergi dan alhamdulillah, bisa bertemu dengan ruhiyah-ruhiyah sahabat-sahabat yang menularkan semangat pada saya yang berlumuran dosa. Semoga sakit ini menjadi penggugur dosa. Aamiin..
# Akhirnya 2009 lengser juga dari kepengurusan. Selamat berjuang kepada Qiyadh yang baru terpilih. Semoga bisa amanah dan selalu mencintai almamater kita semua. Saya pribadi merasa belum optimal pada kepengurusan kemarin. :')
Saturday, November 2, 2013
Sherlock Holmes
Nama itu, nama yang tidak pernah ada pemiliknya. Hanya sebuah nama dari sebuah imajinasi hebat seorang dokter, Sir Arthur Conan Doyle. Dia sudah tidak ada. Tapi imajinasinya merambat di jamannya, dan jaman setelahnya. Saya sendiri bingung kenapa bisa sampai terjangkit virus Holmes. Dimulai saat masa-masa autis saya di SMP. Sendirian di perpustakaan, membaca buku-buku yang menarik bagi saya. Salah satu kumpulan short stories Doyle waktu itu saya baca. Tertegun dengan kekuatan pengaruh tokoh imajinasi itu pada kepribadian saya. Sejak saat itu, pelan-pelan karakter saya mulai mencerminkannya seiring dengan makin banyaknya short stories dan novel yang saya baca tentangnya. Tidak terlalu banyak orang yang tahu tentang hal itu. Mereka punya dunia masing-masing, saya juga punya dunia sendiri. Selfishness.. Waktu SMA, di tahun kedua, saya memberikan sebuah kado ulang tahun kepada salah seorang teman yang menurut saya kami punya banyak kesamaan dalam perbedaan yang banyak pula. Well, saya pikir tidak ada manusia yang benar-benar memiliki seratus persen kesamaan. Sejak saat itu virus Holmes juga menular padanya, saya tidak perlu menyebutkan apa isi kadonya kan. Dia jadi lebih update tentang Sherlock Holmes. Tapi saya tetap suka yang original karya Doyle, jadi tidak terlalu tertarik dengan movies atau buku-buku lain tentang Holmes.
Suatu ketika, dia merekomendasikan salah satu series Sherlock Holmes dari bbc. Awalnya saya berpikir, itu akan sama saja dengan series, movies, dan buku-buku yang dibuat oleh selain Doyle. Tapi dia memberikan softfilenya, dan akhirnya saya menontonnya juga. Di luar dugaan, walaupun konsepnya sangat modern, tapi karakter Sherlock Holmesnya dapet banget. Saya harus mengakui Moffat dan Gatiss memang jenius. Ben bisa memerankan karakter Sherlock Holmes yang menurut saya perfect. Sherlock Holmes memang tidak pernah ada, tapi karakternya yang kuat bisa membuat masyarakat London membuat museum dan tugu tokoh fiktif itu. Ya, karakternya benar-benar melekat di otak saya. Dan sulit untuk sembuh dari virus Holmes kalau sudah benar-benar terjangkit, apalagi saya yang dari SMP entah sudah stadium berapa. Hahahaha. Music, walaupun alat musiknya beda. Martial art, walaupun jenis bela dirinya beda. Mudah berganti mood dalam sekejap. Bisa sangat cerewet, bisa sangat diam seharian. Hanya tertarik pada hal-hal yang memang sudah jadi passion pribadi. Tapi mungkin sekarang saya akan menghilangkan salah satu pemikiran saya tentang Holmes yang sudah melekat dari jaman SMP itu.
Suatu ketika, dia merekomendasikan salah satu series Sherlock Holmes dari bbc. Awalnya saya berpikir, itu akan sama saja dengan series, movies, dan buku-buku yang dibuat oleh selain Doyle. Tapi dia memberikan softfilenya, dan akhirnya saya menontonnya juga. Di luar dugaan, walaupun konsepnya sangat modern, tapi karakter Sherlock Holmesnya dapet banget. Saya harus mengakui Moffat dan Gatiss memang jenius. Ben bisa memerankan karakter Sherlock Holmes yang menurut saya perfect. Sherlock Holmes memang tidak pernah ada, tapi karakternya yang kuat bisa membuat masyarakat London membuat museum dan tugu tokoh fiktif itu. Ya, karakternya benar-benar melekat di otak saya. Dan sulit untuk sembuh dari virus Holmes kalau sudah benar-benar terjangkit, apalagi saya yang dari SMP entah sudah stadium berapa. Hahahaha. Music, walaupun alat musiknya beda. Martial art, walaupun jenis bela dirinya beda. Mudah berganti mood dalam sekejap. Bisa sangat cerewet, bisa sangat diam seharian. Hanya tertarik pada hal-hal yang memang sudah jadi passion pribadi. Tapi mungkin sekarang saya akan menghilangkan salah satu pemikiran saya tentang Holmes yang sudah melekat dari jaman SMP itu.
Sherlock has always assumed that love is a dangerous disadvantage. To feel and to be felt, to want and be wanted, to love and be loved is
something all too unfamiliar to his little grey cell that seek out the
calculation and logic in everything.
Hal itu melekat cukup lama. Sherlock Holmes never has some feeling for anyone. He never has any relationship with someone (lupa lgi cara penggunaan anyone atau someone, :P). Cintanya hanya untuk dirinya sendiri. Cinta itu hanya sebuah motif dalam dunia kriminal, yang bisa membuat manusia saling membunuh. Tiga bulan terakhir ini saya mencoba menghilangkan paradigma itu. Karakter Sherlock Holmes yang sudah mengalir cukup lama dalam darah saya (naon sih lebay pisan, haha). Dulu mereka bilang saya adalah manusia tanpa rasa. Harus saya akui, ya. Tapi sekarang mungkin saya bisa merasakan, mungkin. Walaupun sedikit, mungkin saya bisa merasakan sesuatu pada seseorang yang sebelumnya tidak pernah saya rasakan pada orang lain. Am I freak? Yeah.
ところで、 がんばってね ちきゅう~くん。:)
Hal itu melekat cukup lama. Sherlock Holmes never has some feeling for anyone. He never has any relationship with someone (lupa lgi cara penggunaan anyone atau someone, :P). Cintanya hanya untuk dirinya sendiri. Cinta itu hanya sebuah motif dalam dunia kriminal, yang bisa membuat manusia saling membunuh. Tiga bulan terakhir ini saya mencoba menghilangkan paradigma itu. Karakter Sherlock Holmes yang sudah mengalir cukup lama dalam darah saya (naon sih lebay pisan, haha). Dulu mereka bilang saya adalah manusia tanpa rasa. Harus saya akui, ya. Tapi sekarang mungkin saya bisa merasakan, mungkin. Walaupun sedikit, mungkin saya bisa merasakan sesuatu pada seseorang yang sebelumnya tidak pernah saya rasakan pada orang lain. Am I freak? Yeah.
ところで、 がんばってね ちきゅう~くん。:)
Thursday, October 31, 2013
It wasn't wasting time
Waiting in the library..
Tadi sih nunggu di kantin. Waktu nunggu di sana ada salah satu penghuni kantin yang sering memberikan ilmu psikologis praktis pada saya. Beliau tiba-tiba berkata: "Neng Sinta udah punya calon ya?" Saya tersentak kaget. "Maksudnya?". Beliau tertawa dan menjawab: "Udah keliatan dari gerak-gerik bahasa tubuh dan pandangan mata Neng Sinta. Beda auranya juga". Saya cuman bisa terkekeh dan berkata dalam hati, "Bahaya nih..". Beliau bisa merasakan ketidaknyamanan saya tentang percakapan tadi dan tidak melanjutkan pertanyaan itu lebih dalam melainkan memindahkan topik pembicaraan ke hal yang lain. Beliau itu seolah-olah bisa membaca pikiran tiap mahasiswa di kampus ini. Atau mungkin, itu karena jiwa keibuan beliau yang selalu peduli kepada tiap mahasiswa. Akhirnya kami berbincang-bincang tentang kasus kehilangan tas dan seisinya di mesjid kampus. Selang dua bulan kejadian itu terulang lagi. Semasa saya masih kuliah kasus-kasus itu juga sering terjadi (sekarang kan saya udah gak kuliah lagi, da gak punya kelas, hehe). Saya sering memikirkan tentang modus seperti itu. Waktu awal-awal masuk kuliah sangat kaget bisa ada kejadian seperti itu di mesjid. Memang kalau dipikir-pikir hal itu cukup efektif, apalagi tingkat kewaspadaan di mesjid bisa berkurang. Semenjak tau ada kejadian seperti itu, saya membiasakan diri menaruh tas di depan saya. Karena katanya kalaupun ditaruh dipinggir masih bisa terambil. Apalagi kalau ditaruh di belakang. Hanya saja sangat disayangkan, masih banyak mahasiswa yang lalai. Buktinya, ada saja yang kehilangan tas, isinya berharga pula, katanya isi tasnya ada laptop, dompet, kunci motor, dll. Saya belum tau apakah pelakunya orang dalam atau orang luar. Tapi menurut cerita, hal ini bisa terjadi antar universitas. Jadi ada sistem penggantian tas. Ada yang pura-pura menjadi mahasiswa di kampus ini, terus masuk mesjid, menyimpan tas kosongnya, mengambil tas yang isinya berharga. Tentu saja satpam tidak bisa disalahkan, karena memang mustahil mengingat wajah setiap mahasiswa di kampus ini. Lagipula wilayah kampus memang bebas dimasuki orang luar, tidak seperti SMA atau SMP yang pasti langsung dikenali kalau ada orang asing (mereka pakai seragam sih). Pokoknya seru deh ngobrol tentang tindak kriminal yang satu ini, soalnya masih misteri siapa pelakunya. Yang jelas, meski dia atau mereka tidak ketahuan, nanti akan ada persidangan yang tidak akan bisa dihindari dengan hakim yang Maha Tahu. Bersiap-siaplah wahai manusia.. Oh iya, kami juga mengobrol tentang kekuatan pikiran dan keyakinan kalau kehilangan sesuatu. Beliau cerita pernah kehilangan dompet tapi dalam dua minggu dompet itu kembali lagi karena beliau yakin akan hal itu. Orang yang menemukannya di angkot akhirnya mengembalikannya. Ujung-ujungnya beliau memberi nasehat tentang menjadi seorang istri dan seorang ibu yang baik. Haha. Beurat. Dan ternyata pembimbing sayanya gak ada, padahal udah janjian. Tapi gpp deh, dapet ilmu lagi hari ini. Tidak sia-sia saya datang ke kampus. :)
Tadi sih nunggu di kantin. Waktu nunggu di sana ada salah satu penghuni kantin yang sering memberikan ilmu psikologis praktis pada saya. Beliau tiba-tiba berkata: "Neng Sinta udah punya calon ya?" Saya tersentak kaget. "Maksudnya?". Beliau tertawa dan menjawab: "Udah keliatan dari gerak-gerik bahasa tubuh dan pandangan mata Neng Sinta. Beda auranya juga". Saya cuman bisa terkekeh dan berkata dalam hati, "Bahaya nih..". Beliau bisa merasakan ketidaknyamanan saya tentang percakapan tadi dan tidak melanjutkan pertanyaan itu lebih dalam melainkan memindahkan topik pembicaraan ke hal yang lain. Beliau itu seolah-olah bisa membaca pikiran tiap mahasiswa di kampus ini. Atau mungkin, itu karena jiwa keibuan beliau yang selalu peduli kepada tiap mahasiswa. Akhirnya kami berbincang-bincang tentang kasus kehilangan tas dan seisinya di mesjid kampus. Selang dua bulan kejadian itu terulang lagi. Semasa saya masih kuliah kasus-kasus itu juga sering terjadi (sekarang kan saya udah gak kuliah lagi, da gak punya kelas, hehe). Saya sering memikirkan tentang modus seperti itu. Waktu awal-awal masuk kuliah sangat kaget bisa ada kejadian seperti itu di mesjid. Memang kalau dipikir-pikir hal itu cukup efektif, apalagi tingkat kewaspadaan di mesjid bisa berkurang. Semenjak tau ada kejadian seperti itu, saya membiasakan diri menaruh tas di depan saya. Karena katanya kalaupun ditaruh dipinggir masih bisa terambil. Apalagi kalau ditaruh di belakang. Hanya saja sangat disayangkan, masih banyak mahasiswa yang lalai. Buktinya, ada saja yang kehilangan tas, isinya berharga pula, katanya isi tasnya ada laptop, dompet, kunci motor, dll. Saya belum tau apakah pelakunya orang dalam atau orang luar. Tapi menurut cerita, hal ini bisa terjadi antar universitas. Jadi ada sistem penggantian tas. Ada yang pura-pura menjadi mahasiswa di kampus ini, terus masuk mesjid, menyimpan tas kosongnya, mengambil tas yang isinya berharga. Tentu saja satpam tidak bisa disalahkan, karena memang mustahil mengingat wajah setiap mahasiswa di kampus ini. Lagipula wilayah kampus memang bebas dimasuki orang luar, tidak seperti SMA atau SMP yang pasti langsung dikenali kalau ada orang asing (mereka pakai seragam sih). Pokoknya seru deh ngobrol tentang tindak kriminal yang satu ini, soalnya masih misteri siapa pelakunya. Yang jelas, meski dia atau mereka tidak ketahuan, nanti akan ada persidangan yang tidak akan bisa dihindari dengan hakim yang Maha Tahu. Bersiap-siaplah wahai manusia.. Oh iya, kami juga mengobrol tentang kekuatan pikiran dan keyakinan kalau kehilangan sesuatu. Beliau cerita pernah kehilangan dompet tapi dalam dua minggu dompet itu kembali lagi karena beliau yakin akan hal itu. Orang yang menemukannya di angkot akhirnya mengembalikannya. Ujung-ujungnya beliau memberi nasehat tentang menjadi seorang istri dan seorang ibu yang baik. Haha. Beurat. Dan ternyata pembimbing sayanya gak ada, padahal udah janjian. Tapi gpp deh, dapet ilmu lagi hari ini. Tidak sia-sia saya datang ke kampus. :)
Friday, October 25, 2013
Thursday, October 24, 2013
Go Green
Hari ini ada hal lucu yang dilakukan salah seorang anak di kelas. Setelah pulang sekolah sambil menunggu umminya menjemput, kami mengobrol sejenak. Dia melakukan monolog lengkap dengan efek-efek suara yang bikin saya ngakak. Kayaknya bisa dikembangkan jadi "beatbox" keren tuh. Imajinasinya luar biasa. Kemudian dia berkata, "Aduh, saya haus, tenggorokan saya kering." Dia membawa satu botol air mineral (tumben, biasanya dia bawa tempat air yang bisa diisi ulang). Di kemasannya ada gambar botol remuk dengan daun di dalamnya. Dia bilang dia ingin membuat yang seperti itu. Kemudian dia langsung menghabiskan isi airnya dan meremukkan botol plastik itu. Dia segera berlari ke luar untuk mencari daun. Di sekolah kami memang banyak pohon bambu, jadi saya sudah menduga dia akan membawa daun bambu. Dia memasukkannya ke dalam botol plastik remuk itu dan memberikannya pada saya. "Tidak dibawa pulang?" Tanya saya. "Kan itu buat ibu." Ujarnya sambil tersenyum dan berlari ke luar kelas. Saya hanya bisa tertawa. Terkadang anak itu masih suka keceplosan menyebut saya dengan panggilan "ummi". Hari ini pun dia beberapa kali salah menyebut saya dengan panggilan "ummi". Akhirnya jadi ada vas di atas meja guru. Dia tau saya suka warna hijau. Anak-anak di kelas sudah mengetahuinya. Saat mereka bilang, "Ibu suka warna hijau ya?". Saya balik bertanya "Kenapa tau?". Mereka tertawa dan mengungkapkan deduksi yang sangat rasional: "Ibu kan selalu pakai tas warna hijau". "Ibu juga suka pakai jaket hijau" ujar anak yang lain. "Tali sepatu ibu juga hijau" yang lainnya ikut menimpali. "Itu kucingnya juga warna hijau", kata anak yang lainnya lagi. Saya benar-benar tidak tahan untuk tertawa mendengar ujaran-ujaran mereka. Waktu membuat display origami kucing, saya memberi mereka semua kertas lipat warna hijau. Salah satu anak minta warna biru, mau bagaimana lagi, saya kasih dia warna biru. Tapi kemudian saya memberinya satu buah kertas lipat lagi, warna hijau tentu saja. Kucing-kucing yang ditempel semuanya warna hijau. Kayaknya saya agak maksa ya. Hehe. :P
Tadi saya mengurungkan niat untuk ke bapusipda, semoga besok bisa ke sana. Benar-benar butuh buku yang ada di sana sebelum saya bimbingan lagi. Kemarin sudah konsultasi instrumen kepada expert judgement. Menunggu beliau ngajar di kelas jadi tidak terasa karena ngobrol dengan kakak tingkat dan dosen-dosen seni yang menyenangkan. Dosen seni musik memberikan nasehat kepada saya untuk tidak terlalu terlena dengan proses. Beliau mengatakan hasil itu menikmati proses, berhasil itu menikmati hasil. Beliau bercerita mengenai proses skripsi dan tesisnya yang dikerjakan selama dua minggu. Saya harus lebih fokus mengerjakan tanpa mengabaikan amanah-amanah lainnya.. Dosen seni rupa menekankan pentingnya display kelas. Saya juga bertemu dengan salah seorang penjaga sekolah di kampus dan beliau berujar, "Jarang keliatan sekarang mah, ngelanjutin S2?" Saya cuman bisa meringis dan menjawab, "Ini saya masih bimbingan di sini, hehe." Beliau dulu sering direpotkan oleh saya, saya suka pinjam kunci ruang seni rupa dan menyendiri di sana sambil menghabiskan kertas, crayon, acrylic, dan bahan-bahan lainnya yang ada di ruangan itu dengan gratis. Saya harus bisa menyelesaikan tugas akhir saya. Saya menyadari bahwa s.....i bukanlah kepentingan pribadi. Banyak yang menderita karena saya belum menyelesaikannya. Denger cerita dari adik kelas, katanya ada temen seangkatan saya yang udah beres tapi gak bisa sidang gara-gara harus nunggu tiga orang lagi, untuk sidang itu minimal ada lima orang. Keluarga saya juga jadi was-was sehingga mereka sangat rajin menanyakan tiap pagi dan petang kapan saya akan bimbingan lagi. Teman-teman saya juga jadi canggung meminta bantuan karena khawatir akan mengganggu fokus pengerjaan s.....i saya, tapi mereka rajin sekali mengingatkan dan memberi tausiyah semangat untuk segera menyelesaikannya. Banyak hal yang saya dapatkan dari perjalanan ke kampus kemarin. Begitupun perjalanan saya ke sekolah hari ini. Semoga besok juga bermakna.
Monday, October 21, 2013
The true love
Sunday, October 20, 2013
Muhasabah itu ternyata memang harus sering
Biasanya diem di luar. Tadi itu tumben saya masuk aula dan ikut dengerin kuliah duhanya. Walaupun tidak menyimak dari awal, tapi ...jleb... banget.. Mengingatkan.. Bisakah saya mencintai dan tetap taat kepada-Mu walaupun Engkau mengambil berbagai nikmat yang telah Kau limpahkan kepada saya.. Saya harus banyak-banyak istigfar.. Semoga.. Nikmat Iman dan Islam ini tidak diambil.. Semoga hati ini bisa tetap tergetar saat nama-Mu disebut. Semoga mata ini bisa tetap membaca surat cinta-Mu. Semoga lisan ini bisa tetap basah menyebut nama-Mu. Semoga kaki ini bisa tetap melangkah di jalan-Mu. Semoga seluruh jiwa dan raga ini bisa tetap untuk-Mu. Jadikan saya boneka yang Engkau gerakkan. Saya akan mengikuti alur cerita yang telah Engkau tetapkan. Lindungi saya dari cinta berlebih kepada selain-Mu. Astagfirullaah..
Saturday, October 19, 2013
Tulisan gak puguh
I found this on one of my teacher's cover photo. Silly though it's really damn right. >.< Beberapa pekan yang lalu saya deactivated akun fb saya karena beberapa alasan. Ternyata kehidupan saya jadi cukup tenang. Hahahahah. Jaman dahulu kala saat jejaring sosial tidak ada para manusia bisa menjalani kehidupannya dengan sebenar-benarnya hidup. The real life. Salah satu guru saya waktu SMA juga sering mengeluhkan orang-orang jaman sekarang yang sulit diajak ngobrol dengan semestinya karena mereka selalu melihat layar mobile phone atau lcd mereka. Terkadang saya juga begitu, dikit-dikit buka sms. Lupa deh kalau di depan saya ada manusia yang tidak ghaib yang sedang berbincang dengan saya, lupa kalau saya lagi ngobrol di dunia nyata. Dari dulu saya menganggap gadget adalah pengganggu kehidupan semesta. Mendekatkan yang jauh, menjauhkan yang dekat. Dari SMP saat teman-teman pada pegang mobile phone saya gak pernah mau punya walau ortu nawarin. Pertama kalinya punya waktu kelas XI, waktu itu okaa~san dapet hadiah mobile phone dari GRIYA. Dikasihin ke saya deh, karena waktu itu di keluarga yang belum punya cuman saya. Dengan berat hati saya menerimanya. Hahahahahah. Yah, waktu itu saya berpikir dunia saya (dunia sebenarnya dan dunia imajinasi) akan terganggu oleh keberadaan hal-hal seperti itu. Saya menganggarkan Rp 5.000 tiap bulan untuk pulsa, kalau abis sebelum waktunya ya saya gak akan ngebales sms-sms. Orang-orang sudah tau kebiasaan saya ini sehingga mereka lebih sering menghubungi lewat telepon kalau ada hal-hal penting banget. Saya cukup konsisten dengan anggaran pulsa yang saya tetapkan sampai-sampai temen-temen menganggap kalau saya pelit. Pada kenyataannya saya tidak terlalu peduli dengan orang-orang yang menghubungi lewat mobile phone. Saya selalu berpikir kalau ada perlu ya ketemu langsung aja, kalau mau ngobrol ya ngobrol langsung aja. Terus, sampai sekarang saya selalu berpikir kalau ada pertemuan/rapat/kegiatan/agenda yang sudah direncanakan itu bisa tidak terlaksana karena adanya mobile phone. Setelah mengagendakan, tiba-tiba dengan mudah bisa dicancel lewat sms. Kalau tidak ada mobile phone setiap orang akan ngebela-belain dateng karena sudah diagendakan dan takut teman-teman lain menunggunya walaupun ada keperluan mendadak atau apa. Well, bagaimanapun juga setiap hal ada sisi negatif dan positifnya. Saya tidak bisa mengelak kalau mobile phone juga banyak kegunaannya. Hehehehehehe.. Ya, setiap alat itu tergantung pemakainya, tergantung bagaimana kita menggunakannya. Pulpen juga bisa digunakan untuk menulis, bisa juga digunakan untuk melempar orang. Begitupun politik. Itu hanya alat. Bisa kita gunakan untuk kebaikan, bisa kita gunakan untuk kejahatan. Tergantung pada orang yang menggunakannya. Kemana arah tulisan ini... -_-" Saya juga jadi bingung. Jadi sebenarnya saya mau menceritakan tentang mobile phone saya dari mulai saya kelas XI sampai tahun dua ribu dua belas. Naon sih.. -_-" Ya udah, intinya mobile phone yang itu sangat berharga buat saya, udah sering kebanting jatuh karena saya ceroboh, udah sering kebasahan karena saya anti payung kalau hujan, malah waktu ke Dufan itu mobile phone pernah jatuh dari atas Tornado. Tapi masih tetep aja hidup! Mezurashiiii!!! Makanya saya cukup merasa bersalah waktu kehilangannya tahun kemarin, tahun 2012, bulan 2. Saya memutuskan untuk tidak membeli mobile phone yang baru selama 4 minggu. Saya sebut itu masa berkabung. Keluarga dan teman-teman saya dibuat repot karena saya gak mau punya yang baru. Okaa~san membelikan mobile phone yang baru, tapi saya belum mau menerimanya sampai masa berkabung saya selesai. Sampai tanggal 27 Maret 2012. Saya menerima mobile phone yang sudah dibelikan. Tapi itu tidak bertahan lama. Waktu KKN, saat seminar saya jatuh dari tangga dan mobile phonenya rusak. Saya beli sendiri mobile phone saya yang ke-3. Tapi semenjak ganti mobile phone sulit untuk tetap menganggarkan Rp. 5.000 per bulan. Saya jadi boros. Tapi teman-teman saya bilang saya jadi baik karena sekarang saya jadi sering membalas sms mereka. -_-" Naha teu nyambung kieu antara tulisan dan gambar yang saya upload. Kan gambarnya tentang fb... Jadi sebenarnya setelah saya aktifkan lagi fb saya, settingannya saya ubah, tiap status yang saya buat bisa dilihatnya "only me" terus kalau ada yang ngetag saya, gak akan langsung muncul di timeline saya sebelum saya izinkan. Pas tadi saya ngecek, ternyata ada satu status saya yang saya tag dua orang friends tapi setingannya "only me+anyone tagged". Saya ubah deh itu mah jadi yang bisa liatnya "friends". Hmm, untuk status-status yang lainnya terlalu melankolis buat saya, so that just only me who can see those status . Mungkin Mark Zuckerberg atau CIA atai FBI bisa liat kali ya. Kayak mereka gak ada kerjaan aja. Huahahahaha. :P Atau hacker yang udah jelas-jelas gak ada kerjaan banget. :P Tapi, suatu saat saya akan memperlihatkannya kepada orang yang memang untuknya saya menuliskan itu semua. Demo ima wa,, HIMITSU da. Haha, doki-doki desuyo atashi wa. :)
* Udah dulu ah nulis gak puguhnya. Kyou wa yasumi desuyo, tapi tetep harus pergi-pergian demi mereka para tunas bangsa. ;)
Thursday, October 17, 2013
Learn kanji again part 1
Sebenarnya yang ini hanya mengulang. Waktu SMA udah pernah yang ini mah, tapi lebih baik mengulang lagi biar inget. Setiap urutan coretan dan cara bacanya mulai lupa lagi karena udah jarang banget pake kanji. Renshuu.. Renshuu.. Fukushuu.. Fukushuu.. Gambaruyo. ^_^
![]() | ||||||
| Tembok kamar bakalan penuh nih.. :P |
Monday, October 14, 2013
The power of ukhuwah
![]() |
| KAMAL-X 2009-2013 |
Hari ini saya ke SMA untuk mengembalikan baskom-baskom punya salah satu akhwat angkatan saya. Peralatan-peralatan itu ada di rumah saya karena waktu itu tempat rihlahnya melewati rumah saya. Kebiasaan saya, lupaan. Dan dia juga tidak mengingatkan karena dia juga lupaan. Waktu ketemu baru kami inget, tapi saya tidak membawanya karena kami ingetnya pas ketemu aja. Hehe. Akhirnya kami janjian khusus buat ngembaliin. Seperti biasa, saat menginjakan kaki di Mesjid Luqman terasa ada aura yang berbeda, perasaan nyaman, tentram, semangat, dan perasaan" positif lainnya. Akhwat" kelas XI dan XII sedang sibuk membungkus kotak-kotak infak untuk besok. Saya memutuskan untuk tinggal lebih lama di sana, membantu mereka membungkus dan bercengkrama dengan semangat" muda yang antusias, semangat dan antusiasme mereka menular pada saya. Setelah shalat ashar berjama'ah, saya dan akhwat yang punya baskom menuju ke Al-Islam. Saat perjalanan ke SMA ada jarkom untuk berkumpul dan menjenguk salah satu ikhwan 2009 yang sakit (sebut saja Al-Akh). Entah kenapa, saya tidak mengerti. Saya tau kalau saya hadir pun mau ngapain. Tapi saya merasa harus datang. Waktu itu juga Pak Qiyadh sakit. Maghrib-maghrib ada jarkom untuk menjenguk. Waktu itu saya lagi memberikan les di rumah salah satu anak. Saya langsung izin. Dan kami, para 2009 berkumpul. Kami sudah terpisah waktu, jarak, kesibukan. Tapi entah kenapa, kami bisa berkumpul.. Waktu itu Pak Qiyadh menegur karena kami menjenguk pada waktu yang tidak baik untuk akhwat. Kami hanya tertunduk. Yang ikhwan mah biasa-biasa aja da gak ngerasa ditegur. Waktu itu memang bukan hari libur, jadi waktu yang kami punya memang jam segitu buat nengok. Kalau tadi libur, jadi sore kami bisa berkumpul. Lima orang akhwat 2009 sudah lengkap, tapi ikhwan belum pada dateng. Karena yang akan kami jenguk ikhwan jadi gak puguh juga kalau kami masuk. Kami menunggu mereka cukup lama. Kami cukup terkejut, karena bukan hanya ikhwan 2009 yang datang. Ada satu orang alumni 2002. Beliau adalah murabbi pertama Al-Akh. Kami menghormati beliau. Walaupun semenjak beliau menikah jadi tinggal dan bekerja di luar kota nun jauh di sana, tapi beliau masih bisa menyempatkan untuk ke SMA. Dan saya benar-benar terharu melihat seorang murabbi menyuapi mutarabbinya. Saat kami datang Al-Akh tadi sendiri. Sepertinya kami membuat rumah sakit jadi berisik dan ramai. :P
Waktu sudah menunjukkan pukul setengah enam. Akhwat izin duluan pulang, yang ikhwan mah nyantei, iya da ikhwan. Saya selalu bertanya-tanya, kenapa kami semua bisa tetap seperti ini walaupun aktivitas sudah berbeda. Saya pikir itulah kekuatan ukhuwah. Mereka adalah teman-teman seperjuangan saya. Teman-teman saat saya pertama kali mengenal jalan ini, tarbiyah. Teman-teman yang selalu mengingatkan saya, mengingatkan saya kepada-Mu. Saat mengingat mereka saya mengingat-Mu.. Kami saling merasakan sakit saat salah satu diantara kami sakit. Ya Allah, sesungguhnya Engkau Maha mengetahui bahwa hati-hati ini telah berkumpul atas dasar kecintaan pada-Mu, bersua atas dasar ketaatan pada-Mu, bersatu dalam rangka menyeru di jalan-Mu, dan berjanji setia untuk membela syariat-Mu, maka kuatkanlah ikatan pertaliannya, ya Allah, abadikanlah kasih sayangnya, tunjukkanlah jalan-jalannya, dan penuhilah ia dengan cahaya-Mu yang tidak pernah redup, lapangkanlah dadanya dengan limpahan iman dan keindahan tawakal kepada-Mu, hidupkanlah ia dengan pengenalan pada-Mu, dan matikanlah ia dalam keadaan syahid di jalan-Mu. Sesungguhnya Engkau sebaik-baik pelindung dan sebaik-baik penolong..
(Beberapa pekan terakhir ini saya merasa bersalah kepada mereka karena saya lebih memilih agenda lain... Semoga ke depannya bisa sering ketemu mereka lagi. Semoga besok bisa ketemu mereka lagi. Iedul Adha di SMA tercinta..)
Waktu sudah menunjukkan pukul setengah enam. Akhwat izin duluan pulang, yang ikhwan mah nyantei, iya da ikhwan. Saya selalu bertanya-tanya, kenapa kami semua bisa tetap seperti ini walaupun aktivitas sudah berbeda. Saya pikir itulah kekuatan ukhuwah. Mereka adalah teman-teman seperjuangan saya. Teman-teman saat saya pertama kali mengenal jalan ini, tarbiyah. Teman-teman yang selalu mengingatkan saya, mengingatkan saya kepada-Mu. Saat mengingat mereka saya mengingat-Mu.. Kami saling merasakan sakit saat salah satu diantara kami sakit. Ya Allah, sesungguhnya Engkau Maha mengetahui bahwa hati-hati ini telah berkumpul atas dasar kecintaan pada-Mu, bersua atas dasar ketaatan pada-Mu, bersatu dalam rangka menyeru di jalan-Mu, dan berjanji setia untuk membela syariat-Mu, maka kuatkanlah ikatan pertaliannya, ya Allah, abadikanlah kasih sayangnya, tunjukkanlah jalan-jalannya, dan penuhilah ia dengan cahaya-Mu yang tidak pernah redup, lapangkanlah dadanya dengan limpahan iman dan keindahan tawakal kepada-Mu, hidupkanlah ia dengan pengenalan pada-Mu, dan matikanlah ia dalam keadaan syahid di jalan-Mu. Sesungguhnya Engkau sebaik-baik pelindung dan sebaik-baik penolong..
(Beberapa pekan terakhir ini saya merasa bersalah kepada mereka karena saya lebih memilih agenda lain... Semoga ke depannya bisa sering ketemu mereka lagi. Semoga besok bisa ketemu mereka lagi. Iedul Adha di SMA tercinta..)
*Takbir berkumandang dengan sangat indah saat saya menulis ini..
Saturday, October 12, 2013
My mind palace
Am I still a kid? I know that being an adult is so bored. Egosentris saya masih tinggi, saya tau itu. Nasehat-nasehat untuk berpikir dan bertingkah seperti orang dewasa, bukan berarti saya mengabaikannya. Tapi saya sudah merasa nyaman dalam dunia saya. Dunia yang tidak ada satu orang pun yang dapat memasukinya kecuali saya. My mind palace. Dunia imajinasi saya yang penuh keajaiban. I have my own wonderland in my mind palace. Just for me.. But I wonder, may I permit u to enter.. For this case, I always say I and me. Could u make me say us and we? ;)
For the Earth with the gravity that makes me decide to stay here.
Friday, October 11, 2013
Kaimashita
Pulang sekolah, langsung pergi ke Pasar Baru buat belanja keperluan manasik haji anak-anak. Benar-benar lucu. Kami berdua, saya dan Bu Hana adalah orang yang tidak bisa berbelanja (gak tega buat nawar). Kami berdua juga adalah orang yang tidak tahu arah (cuman modal nekat berpetualang). Saya pikir kami sudah sepakat untuk naik kendaraan umum mengingat barang-barang yang akan kami angkut sepertinya tidak akan muat di motor. Tapi ternyata Bu Hana bawa motor ke sekolah. Dia mengajak saya ke rumahnya dulu buat nyimpen motor. Setelah sampai di rumahnya, kami dilanda kegalauan apakah mau pakai motor atau bus. Jadi cukup berlama-lama dulu di rumah Bu Hana. Akhirnya kami memutuskan untuk tetap naik kendaraan umum. Berjalan dari Aspol ke jalan raya siang-siang lumayan juga. Kami tidak terlalu lama menunggu bus. Kami dapat yang AC dan bisa duduk walaupun tidak sekursi. Saat penumpang di paling depan turun, Bu Hana mengajak pindah, kami berlari ke depan dan bisa duduk sebelahan. Di depan ada tulisan yang menarik perhatian saya. Saya langsung mencolek-colek Bu Hana dan menunjuk ke arah tulisan itu.
PEMERINTAH KOTA BANDUNG DAN PERUM DAMRI TERHITUNG MULAI TANGGAL 7 OKTOBER 2013, SETIAP HARI SENIN MEMBERIKAN LAYANAN ANGKUTAN GRATIS KEPADA PELAJAR TK, SD, SLTP, SLTA YANG MEMAKAI SERAGAM SEKOLAH. MULAI DARI PUKUL 05.00 S/D 19.00 (SELAMA OPERASIONAL BIS KOTA).
DEMIKIAN MOHON DIMANFAATKAN FASILITAS INI.
BANDUNG, OKTOBER 2013DAMRI CABANG BANDUNG
GENERAL MANAGER
DRS. SADIYO. S
Kami terkekeh membacanya. Muncul ide-ide nakal di kepala kami. Well, bagaimanapun juga kami tidak boleh melakukan manipulasi. Mahasiswa tidak tercantum sih. Hueheheheheheeee..
Dari mesjid, kami harus berjalan cukup lumayan buat ke pasar baru. Nanyain harga buat kain ihram, tas oleh-oleh haji, air zam-zam, kurma, kismis, kacang arab. Keliling-keliling nyari toko-toko yang jual. Saya sangat beruntung saat beli makanan oleh-oleh haji ditawari mencoba kacang almond yang sangaaaaaaat lezat. Pas nanya 1 kg-nya mahal pisan. Tapi boleh nyoba 1, seneng banget. Rasanya seperti melayang-layang di tata surya yang indah. Haha, saya mulai alay lagi.
Ngangkut belanjaannya subhanallah banget. Kainnya aja sebelas kilo setengah, belum air zam-zamnya 5 liter, berkilo-kilo kurma, kismis, dll. Tapi rame juga bisa jalan-jalan sama Bu Hana. Pulangnya kami naik Trans Bandung. Ini pertama kalinya saya menggunakan kendaraan umum yang satu ini. Amazing banget lah hari ini. Every day is perfect day. ^_^
Wednesday, October 9, 2013
This is perfect day
![]() |
| Every child is special |
UTSnya memang menyenangkan, apalagi saat mereka berperan sebagai arsitek. Merancang rumah dari potongan-potongan kertas lipat. Saya meninggalkan sekolah lebih cepat dari biasanya. Masih ada satu anak yang saya sayangi yang belum dijemput. Saya menitipkannya kepada guru-guru yang masih di sana. Dari informasi umminya, dia akan segera dijemput pamannya, jadi saya cukup tenang karena dia tidak perlu menunggu lama. Bagaimanapun juga saya harus bergegas pergi karena ada dua agenda lagi yang harus saya lakukan. Buku-buku yang sudah lebih dari dua minggu belum saya kembalikan karena selalu tidak sempat. Saya mengejar waktu sebelum perpustakaannya tutup. Di perjalanan umminya menanyakan apakah dia sudah dijemput atau belum. Saya segera menghubungi guru yang masih di sekolah, Alhamdulillaah sudah. Selama perjalanan, saya memikirkan mereka yang selalu membuat saya tersenyum kalau teringat mereka. Walaupun terkadang ada saja tingkah mereka yang menyebalkan, tapi saya tidak bisa benar-benar marah kepada mereka. Anak-anak itu selalu membuat saya menjadi hangat.
Saat tersadar, saya sudah jauh melewati tempat yang harusnya saya tuju. Wah, gawat. Lagi-lagi, saya tersesat. Walaupun sebenarnya tidak bisa dikatakan tersesat, karena saya masih berada di planet bumi. Ya, selama saya masih berada di planet ini, saya tidak tersesat, karena planet ini adalah rumah saya. Saya segera turun dan melihat waktu pada telepon seluler yang saya genggam. Sepertinya masih sempat. Saya memutuskan untuk kembali berbalik arah dan segera menyebrang. Mencoba fokus pada setiap tanda di jalanan agar tidak terlewati lagi. Kerongkongan saya terasa kering, setelah turun saya berlari-lari kecil di tengah terik matahari. Saya menyempatkan untuk membeli dulu air mineral dan kembali berjalan. Terasa cukup jauh untuk kali ini. Karena tidak boleh membawa makanan dan minuman ke dalam saya duduk di dekat pintu dan menegak air yang sangat segar. Seperti biasa, saat melewati pintu itu pasti terdengar bunyi alarm karena saya membawa telepon genggam, laptop, gunting, dan berbagai logam lain di tas saya. Penjaga menegur lalu meminta saya mengisi buku tamu elektronik dan memindai kartu saya. Saya bergegas ke ruang penyimpanan yang penuh dengan loker. Tapi kunci yang masih menggantung tinggal sedikit. "Wah, hari ini pengunjungnya cukup banyak ya," pikir saya. Saya memilih salah satu loker yang masih kosong, tapi ternyata pintunya macet, tidak bisa dikunci. Mencari lagi loker yang lain. Sangat terkejut saat membuka loker yang saya pikir kosong ternyata berisi sepasang sepatu penuh tanah merah dan berbagai benda-benda lain. Sejak kapan loker tas berubah fungsi jadi loker sepatu. -_-" Akhirnya saya menemukan juga loker yang benar-benar kosong dan berfungsi dengan baik. Setelah menyimpan tas dan mengeluarkan buku yang harus saya kembalikan saya menunggu pintu lift terbuka. Penjaga kembali menegur saya. Oh, ternyata saya lupa belum menyimpan jaket di loker karena terikat di leher saya. Saya kembali ke ruang penyimpanan, membuka loker, melempar jaket ke dalamnya, dan menguncinya kembali. Saya kembali menunggu pintu lift terbuka dan menekan angka 3. Ya, angka 3. Walaupun saya meminjam buku-buku itu di lantai 2 tapi saya menuju lantai 3. Tempat pengembalian buku-buku terlambat. Setelah mendapatkan kembali kartu saya, saya segera menuju ke lantai 2. Saya kembali ditegur petugas di ruangan itu karena belum mengisi buku tamu yang ditulis tangan. Di setiap ruangan terdapat buku tamu yang harus diisi. Saya nyengir dan minta maaf. Terburu-buru bisa menyebabkan saya melupakan banyak hal. Sebentar lagi tutup. Saya mencari buku itu. Santrock... Santrock... Di mana... Saya tidak dapat menemukannya. Seharusnya ada di rak bagian pendidikan. Buku yang sangat tebal, tapi sepertinya sedang dipinjam. Saya butuh buku itu untuk melengkapi revisian saya.. Saya tetap tidak menemukannya. Saya terduduk di lantai, lemas... Sebentar lagi tutup. Jadi saya mencari buku-buku lain yang menarik minat saya. Sampai sekarang saya heran untuk apa saya meminjam buku-buku yang menjauhkan saya dari penyelesaian s.....i. Tapi saya ingin meminjamnya. Shokyuu Nihongo Kanji O Manabu. Dan buku lainnya tentang B. Jepang. Dari dulu saya tidak pernah mendapatkan nilai sempurna untuk kanji. Dan entah kenapa saya masih penasaran dengan huruf itu. Saya ingin menguasai kanji. Dan itu tentu saja butuh latihan setiap hari. Saya tidak tahu apakah ini akan membantu saya nanti. Tapi kalau saya sudah tertarik, maka saya akan mempelajarinya. Saya ingin menggunakan fude lagi.. Merasakan setiap coretan tinta yang membentuk satu huruf yang penuh makna.. Sesaat setelah saya meminjam, terdengar pengumuman di speaker bahwa perpustakaan akan segera tutup. Saya merasa lega walaupun tidak mendapatkan buku yang saya cari.
Saya langsung melaju ke tempat selanjutnya. Oh, apakah saya akan terlambat... Saya tidak mau membuatnya menunggu lama. Setelah sampai di depan pintu gerbang rumahnya ternyata kunci gemboknya sudah terbuka. Syukurlah, saya selalu lupa kode angka di kunci gemboknya. Setelah menutup kembali gerbang, dari jendela terdengar pekikannya, "Teh Sinta!". Pintu depanpun segera terbuka dan terlihat senyuman itu, wajah ceria yang riang, memanggil namaku. Dia melompat-lompat dan mengajakku masuk. "Assalaamu'alaykum. Long time no see." Dia menjawab salamku. Suara kecilnya yang cempreng selalu membuatku ingin tertawa. Dari dalam Bunda juga menjawab dan kami berbincang sejenak. Sudah cukup lama saya tidak ke sana. Setiap disms, saya masih harus berada di tempat lain, selalu tidak sempat. Baru kali ini lagi saya bisa bertemu. Bunda menanyakan kabar saya. Beliau selalu ramah. Setelah berbincang, gadis cilik itu mengajakku ke kamarnya. "Waaaaah... What happen with ur room?!" Saya terkejut melihat perbedaan kamarnya. "We're going to move to our new home," jawabnya. Bunda segera menjelaskan bahwa keluarganya akan pindah rumah, mereka akan mengosongkan rumahnya yang sekarang dan berkunjung setiap akhir pekan saja. Saya tertegun, membayangkan mereka akan jauh dari sini. Ya, setidaknya masih di planet bumi... Akhirnya saya memutuskan untuk memulai dan melihat kisi-kisi untuk besok. Saya menyanyikan greeting song untuknya. Dia menjawabnya. Tiba-tiba dia menyanyikan do-re-mi song, that's my fav song. We're sing together.
Doe, a deer, a female deer
Ray, a drop of golden sun
Me, a name I call myself
Far, a long, long way to run
Sew, a needle pulling thread
La, a note to follow Sew
Tea, a drink with jam and bread
That will bring us back to Do
Ray, a drop of golden sun
Me, a name I call myself
Far, a long, long way to run
Sew, a needle pulling thread
La, a note to follow Sew
Tea, a drink with jam and bread
That will bring us back to Do
Beberapa kali kami menyanyikannya. Dia meraih boneka caterpillarnya dan seperti biasa saya memekik ketakutan. Saya membuka jaket dan menunjukkan spider yang menempel di kerudung saya. Gantian dia yang menjerit. Kemudian kami tertawa bersama. Kurang lebih sudah 5 tahun kami belajar bersama. Sebentar lagi dia lulus karena ikut kelas akselerasi, jadi dari kelas 5 langsung ke SMP. Tidak terasa bentar lagi dia jadi anak SMP. Saya merasa sayalah yang banyak belajar darinya. Selain perbedaan caterpillar dan spider, kami mempunyai banyak persamaan karakter dan hobby. Menggambar dan baca komik. Dia bahkan menggambar pesanan teman-teman di kelasnya dan gambarnya dijual. Dia tahu saya suka detective. Dia mengoleksi komik Detektif Conan. Saya suka membawa-bawa magnifying glass. Saat melihatnya memegang magnifying glass, saya merasa lucu. Saya waktu itu bertanya, "Lagi liat apa?" "Nyari stomata", jawabnya sambil ngeliatin daun di depan rumahnya. Saya tergelak mendengar jawabannya. Keingintahuannya memang sangat tinggi. Setelah lama tidak bertemu, conversationnya juga semakin bagus saja. Hampir seharian ini kami ngobrol pake english. Kalau sama dia waktu tidak terasa berlalu. Saya sampai ke rumah jam setengah sembilan malam. Saya berharap dia bisa tetap bahagia di manapun dia berada. Semoga Engkau selalu melindunginya.. Semoga Engkau juga melindungi keluarganya..
UTS Hari ke-3
Ohayou.
Hari ini akan sangat menyenangkan.
Ureshii.
Terkadang aneh juga kalau mereka bilang, "Bu mau main yang kayak gini lagi." (sambil nunjuk lembar soal)
UTS mereka sebut main. Huahahahahaha.
Waktu tes formatif mereka juga bilangnya, "Wah, ulangan? Asik ulangan, rame ih."
Benar-benar aneh. -_-"
Anak-anak yang aneh. ^_^
Hari ini akan sangat menyenangkan.
Ureshii.
Terkadang aneh juga kalau mereka bilang, "Bu mau main yang kayak gini lagi." (sambil nunjuk lembar soal)
UTS mereka sebut main. Huahahahahaha.
Waktu tes formatif mereka juga bilangnya, "Wah, ulangan? Asik ulangan, rame ih."
Benar-benar aneh. -_-"
Anak-anak yang aneh. ^_^
Tuesday, September 17, 2013
SAFA
Kerasa waktu ada 1 orang saja yang gak ada itu lebih nyantei tapi sepiiii...
Kerasa waktu semua lengkap itu emang lebih rieut tapi emang lebih rame.
Mereka berempat sudah melekat, dan hari ini sebenarnya sangat menyenangkan.
Semoga besok, dan besok, dan besok, dan besok, dan seterusnya mereka tetap lengkap.
:)
Kerasa waktu semua lengkap itu emang lebih rieut tapi emang lebih rame.
Mereka berempat sudah melekat, dan hari ini sebenarnya sangat menyenangkan.
Semoga besok, dan besok, dan besok, dan besok, dan seterusnya mereka tetap lengkap.
:)
Monday, September 16, 2013
Aku dan Sang Waktu
Waktu. Terjebak di dalamnya. Masa lalu dan masa depan terasa tidak bermakna karena yang berlaku adalah saat ini, sekarang. Saya berada di detik ini. Sedang menulis, melalui keyboard. Tangan saya menekan huruf-huruf menjadi rangkaian kata dan kalimat. Pikiran saya melayang ke masa silam, kemudian mengira-ngira apa yang akan terjadi di masa depan. Tapi itu hanyalah kenangan dan angan, pada kenyataannya adalah sekarang saya sedang menulis. Sekarang. Sekarang. Sekarang. Ya. Waktu yang berlaku adalah sekarang. Saya ada di dunia saat ini. Present. Hadiah. Hadiah dari Sang Penguasa Waktu. Sekarang. Sekarang saya menuliskan pikiran saya. Pikiran yang mulai dirumitkan dan disederhanakan oleh hakikat waktu. Tapi ini adalah hadiah yang sangat berharga untuk saya. Sekarang adalah hadiah yang sangat berharga untuk saya. Keadaan saya saat ini sangat patut untuk disyukuri. Karena kehidupan yang telah Engkau anugerahkan. Sekarang saya hidup. Sekarang saya berpikir, sekarang saya merasa, sekarang saya menulis, sekarang saya tersenyum. "Maka nikmat Tuhanmu yang manakah yang kamu dustakan?" Kalau sekarang saya bisa merasa bahagia, maka setiap saat saya bisa merasa bahagia. Karena setiap saat adalah sekarang.
^_^
Saturday, August 31, 2013
Is it gone?
"Keanehan" yang sudah mendarah daging dan mengalir dalam darah saya
sejak jaman dahulu kala mulai terasa menghilang. Pola pikir dan cara
pandang dalam kehidupan ini lambat laun akan berubah. Masih terasa
ambisi dan angan-angan yang mereka bilang saya tidak akan bisa
mencapainya. Kegilaan-kegilaan pikiran yang menutupi kemungkinan saya
melewati fase sebelum fase yang menurut saya paling keren bagi manusia:
kematian. Sebelum saya menuju akhir, banyak hal yang ingin saya lakukan,
menjelajahi dunia dan alam semesta ini. Bagaimanapun juga keinginan
saya itu mulai bergeser secara perlahan.. Mungkin saya akan tetap
tinggal di Planet Bumi.. Tapi "keanehan" saya sepertinya
masih akan tersisa dan mewarnai planet yang masih penuh dengan
keabu-abuan ini. Langit terlihat biru di siang hari dan hitam berkilauan
indah di malam hari. Human is interesting. So do the earth. Saya ingin
mengetahui lebih banyak tentang manusia. :)
Monday, August 26, 2013
Subarashii...
Aku hanya bisa berkhusnuzhan pada-Mu.
Merasa takjub dengan buku-buku yang kupinjam yang akhirnya kubaca juga perlahan-lahan.
Mulai memahami sesuatu yang tidak rasional, sesuatu yang ada di luar nalar, sesuatu yang merupakan salah satu anugerah dari-Mu. Semoga segala hal yang kulakukan hanya karena-Mu, semoga segala hal yang kuputuskan hanya karena-Mu. Bismillaah..
Merasa takjub dengan buku-buku yang kupinjam yang akhirnya kubaca juga perlahan-lahan.
Mulai memahami sesuatu yang tidak rasional, sesuatu yang ada di luar nalar, sesuatu yang merupakan salah satu anugerah dari-Mu. Semoga segala hal yang kulakukan hanya karena-Mu, semoga segala hal yang kuputuskan hanya karena-Mu. Bismillaah..
Monday, August 5, 2013
Brownies
Biasanya tiap tahun emang buat, tapi suka lupa aja. Tadi buat lagi, tapi tetep aja masih nanya" ke ibu. Biar inget harus diarsipkan ya.
Langsung ke cara kerjanya aja:
1. Pecahkan 6 butir telur ke dalam "baskom", cangkangnya jangan dimasukin ya.
2. Masukkan 1,5 gelas gula pasir
3. Masukkan TBM 1 sendok
4. Mix them
5. Tambahin susu kental manis setengah kaleng
6. Tambahin minyak kelapa 3/4 gelas
7. Mix them
8. Jangan lupa terigu 1.5 gelas
9. Aduk lagi (pake mixer lho)
10. Masukkan coklat bubuk secoklatnya
11. Teteskan 3/4 "keclak" essence coklat
12. Mix them
13. Olesi loyang dengan mentega biar ntar g lengket pas mau dikeluarin
14. Masukan adonan ke dalam loyang
15. Masukkan loyang ke dalam "....." (apa sih itu namanya panci buat ngukus pokona mah)
16. Ikat tutup "......" dengan lap/serbet biar ntar air yang terevaporasi tidak mengalami presipitasi karena tertahan oleh kain.
17. Tunggu deh 30 menit (pada kenyataannya ternyata harus dilebihin 10/15 menit jadinya 45 menit biar bener" mateng)
Ada yg kelewat g yaaa.. -_-"
Langsung ke cara kerjanya aja:
1. Pecahkan 6 butir telur ke dalam "baskom", cangkangnya jangan dimasukin ya.
2. Masukkan 1,5 gelas gula pasir
3. Masukkan TBM 1 sendok
4. Mix them
5. Tambahin susu kental manis setengah kaleng
6. Tambahin minyak kelapa 3/4 gelas
7. Mix them
8. Jangan lupa terigu 1.5 gelas
9. Aduk lagi (pake mixer lho)
10. Masukkan coklat bubuk secoklatnya
11. Teteskan 3/4 "keclak" essence coklat
12. Mix them
13. Olesi loyang dengan mentega biar ntar g lengket pas mau dikeluarin
14. Masukan adonan ke dalam loyang
15. Masukkan loyang ke dalam "....." (apa sih itu namanya panci buat ngukus pokona mah)
16. Ikat tutup "......" dengan lap/serbet biar ntar air yang terevaporasi tidak mengalami presipitasi karena tertahan oleh kain.
17. Tunggu deh 30 menit (pada kenyataannya ternyata harus dilebihin 10/15 menit jadinya 45 menit biar bener" mateng)
Ada yg kelewat g yaaa.. -_-"
Thursday, July 25, 2013
. . . . . . . . . . . . .
Teringat nasihat orang yang pertama kali saya sebut murabbi. Dia selalu berkata: saat ada masalah, saat hati terasa tidak tenteram, berarti kita sedang jauh dari Allah. Ingatlah, hanya dengan mengingat Allah hati menjadi tenteram. Sejak saat itu, saya selalu merasa baik-baik saja. Setiap kali merasa sesak karena suatu hal, saya selalu merasa baik-baik saja bila mengingat-Nya. Teman-teman saya selalu bilang kalau saya egois, tidak mau berbagi permasalahan, karena saya jarang curhat mengenai hal-hal yang menyangkut kegalauan, apapun itu. Tapi mau bagaimana lagi, setiap kali akan cerita, saya teringat kata-kata beliau, dan berpikir hal yang akan saya ceritakan benar-benar tidak keren, karena kalau sampai saya cerita berarti saya mengeluh, berarti saya sedang melupakan-Nya, hanya pada-Nyalah saya berhak bercerita, hanya Dia yang bisa mengeluarkan saya dari tiap permasalahan. Dan saya selalu bisa melewati semuanya..
Akan tetapi, saya menyadari bahwa di tahun ini...
Bagaimanapun juga, alhamdulillah teringatkan kembali. Tidak hanya itu, beliau juga pernah berkata: saat keadaan kita benar-benar tidak tenang, coba buka Al-Qur'an secara acak dan bacalah satu ayat yang pertama kali tertangkap mata kita, biasanya ayat tersebut akan berhubungan dengan permasalahan yang kita hadapi. Saat saya membuka, melafalkan, dan membaca arti 1 ayat, ternyata itu adalah 24:34..
"Dan sungguh, Kami telah menurunkan kepada kamu ayat-ayat yang memberi penjelasan, dan contoh-contoh dari orang-orang yang terdahulu sebelum kamu dan sebagai pelajaran bagi orang-orang yang bertakwa."
Jleb...
Astagfirullah..
Saya langsung lemas..
Akan tetapi, saya menyadari bahwa di tahun ini...
Bagaimanapun juga, alhamdulillah teringatkan kembali. Tidak hanya itu, beliau juga pernah berkata: saat keadaan kita benar-benar tidak tenang, coba buka Al-Qur'an secara acak dan bacalah satu ayat yang pertama kali tertangkap mata kita, biasanya ayat tersebut akan berhubungan dengan permasalahan yang kita hadapi. Saat saya membuka, melafalkan, dan membaca arti 1 ayat, ternyata itu adalah 24:34..
"Dan sungguh, Kami telah menurunkan kepada kamu ayat-ayat yang memberi penjelasan, dan contoh-contoh dari orang-orang yang terdahulu sebelum kamu dan sebagai pelajaran bagi orang-orang yang bertakwa."
Jleb...
Astagfirullah..
Saya langsung lemas..
Sunday, July 21, 2013
Amneskripsi
amneskripsi
= penyakit yang disebabkan oleh tingginya tekanan dari skripsi,
sehingga penderitanya menjadi lupa terhadap skripsi itu sendiri. (Candra, 2013)
Tuesday, July 16, 2013
Ayam oh ayam, maafkan diriku harus memakanmu
Saya nemu note yg belum dipublish di draft fb tahun 2012 bulan Agustus tanggal 10.
"Biar ga lupa, kemarin buat ayam goreng sama ibu.
1. Cuci ayamnya
2. Rendos kunyit, bawang putih, jahe, garem
3. Masukin rendosan ke ayam, trus tambahin salam sama sereh
4. Kasih air
5. Kalau mau pake jeruk nipis juga boleh
6. Di taruh di atas kompor yg menyala sampai rada saat
7. Kasih royko, masako, atau apapun lah
8. Goreng deh"
Kalau g salah ada tahapan yg kelewat, tapi lupa deh.
"Air bekas ayam goreng tadi jangan dibuang
Tambahin tepung kanji
Digoreng jadi krispy"
"Biar ga lupa, kemarin buat ayam goreng sama ibu.
1. Cuci ayamnya
2. Rendos kunyit, bawang putih, jahe, garem
3. Masukin rendosan ke ayam, trus tambahin salam sama sereh
4. Kasih air
5. Kalau mau pake jeruk nipis juga boleh
6. Di taruh di atas kompor yg menyala sampai rada saat
7. Kasih royko, masako, atau apapun lah
8. Goreng deh"
Kalau g salah ada tahapan yg kelewat, tapi lupa deh.
"Air bekas ayam goreng tadi jangan dibuang
Tambahin tepung kanji
Digoreng jadi krispy"
Tuesday, July 9, 2013
Pingku
Boneka ini, udah lama keberadaannya. Saya lupa apakah ini waktu jaman SD atau SMP. Saat dibelikan, selalu dibawa ke mana-mana. Saya kasih nama Pingku (Pinguin ku). Waktu menginap di rumah Obaa-chan juga dibawa. Saat akan pulang, saya memutuskan untuk menitipkan Pingku di rumah Obaa-chan, jadi pas waktu saya gak nginep Pingku nemenin Obaa-chan.
Ya, semenjak itu Pingku menetap dengan Obaa-chan. Ketika Obaa-chan gak bisa jalan, dia juga selalu nemenin Obaa-chan di kursi roda. Udah lebih dari 8 tahun sepertinya dia selalu bersama Obaa-chan.. Sampai saat Obaa-chan menghembuskan napas terakhirnya, dia ada, menemani di ranjang Obaa-chan. Saya membawanya saat mengantarkan Obaa-chan ke liang lahat... Di sana saya memeluk Pinku dan berbisik pada nisan Obaa-chan.. "Saya ambil Pinku kembali..."
Mata Pingku udah copot, dan saya menggantinya dengan menempelkan "mata boneka" pakai lem. Tapi ternyata itu juga tidak bertahan lama, jadi saya menggantinya dengan "button" dan menjahitnya agar tidak lepas lagi. Ramadhan tahun ini adalah Ramadhan pertama gak ada Obaa-chan...
Ya, semenjak itu Pingku menetap dengan Obaa-chan. Ketika Obaa-chan gak bisa jalan, dia juga selalu nemenin Obaa-chan di kursi roda. Udah lebih dari 8 tahun sepertinya dia selalu bersama Obaa-chan.. Sampai saat Obaa-chan menghembuskan napas terakhirnya, dia ada, menemani di ranjang Obaa-chan. Saya membawanya saat mengantarkan Obaa-chan ke liang lahat... Di sana saya memeluk Pinku dan berbisik pada nisan Obaa-chan.. "Saya ambil Pinku kembali..."
Mata Pingku udah copot, dan saya menggantinya dengan menempelkan "mata boneka" pakai lem. Tapi ternyata itu juga tidak bertahan lama, jadi saya menggantinya dengan "button" dan menjahitnya agar tidak lepas lagi. Ramadhan tahun ini adalah Ramadhan pertama gak ada Obaa-chan...
Saturday, July 6, 2013
Binomial System
Project : Labeling ceritanya mah.
Alat dan bahan: Batu, cat kayu, kuas.
Masih memikirkan gimana nanti dipasangnya:
1. Digantung
2. Ditempel
3. Ditanclepkeun
4. Digeletakkan saja dekat tanamannya
:p :p :p :p
Alat dan bahan: Batu, cat kayu, kuas.
Masih memikirkan gimana nanti dipasangnya:
1. Digantung
2. Ditempel
3. Ditanclepkeun
4. Digeletakkan saja dekat tanamannya
:p :p :p :p



Wednesday, June 26, 2013
I wanna be..
Keukeuh..
Semenjak SMP dan sangat sering autis di perpus sambil baca ensiklopedi yang sama setiap hari..
Keren banget ngebayangin bisa melayang-layang di zona tanpa waktu, tanpa grafitasi, tanpa beban..
Walaupun semakin ditelusuri tugasnya sangat penuh dengan tanggungan beban resiko.
Tetep aja sampai sekarang masih ingin keluar dari atmosfer bumi, dan menjejakkan kaki di tanah dan bebatuan merah, Mars.
Subscribe to:
Posts (Atom)


















