Sunday, April 20, 2014

Zzzz

Lagi dan lagi.. I can't face him. -_-"
Kalau di rumah keluarganya mah mau ga mau diberaniin. Tapi kalau di rumah sendiri bisa nyumput. Jadi ngebiarin orang itu ngobrol sama ibu atau ayah aja deh. Cuman tadi tuh gak ngeh kalau dia udah ada di rumah. Da ketiduran. Kebangunin sama sms dia yang nanyain tarantula. Kaget juga sih ngedenger dia lagi ngobrol sama ibu di ruang tamu. Kenapa saya harus ketiduran sih. -_-" Biasanya saya kan ga tidur siang. Cuman mungkin karena kondisi saya lagi gak fit terus tadi pagi lupa sarapan dan langsung pergi liqa. Selesai shalat zuhur buka fb dan ngoment beberapa post temen di event, eh laptopnya dirampas adik. Baca novel Toto-chan lagi deh, dan ga sadar ketiduran. Pekan ini saya harus sembuh dari flu dan demam ini.. Aamiin..

Friday, April 18, 2014

Meet them again

Tadi teh acaranya lumayan gj, tapi setidaknya bisa bertemu angkatan 2009 walau tidak semua bisa hadir. Simulasinya lucu, bagaimanapun merasa bersalah juga karena di benak saya penuh dengan pikiran tentang skripsi sampai saat membuat puisi pun tentang uji normalitas dan homogenitas. -_-“
Waktu mendekati akhir acara ada yang menyampaikan kabar bahagia, padahal saya tadinya mau memberitau mereka sendiri lewat sms ntar, eh malah diduluin...  nyebelin juga sih, tapi ya udah lah da udah. Dan ternyata ada kabar sedih juga. Salah satu saudara saya mengalami musibah, dia tidak bisa ikut acara hari ini karena harus ke luar kota. Saya harap ayahnya bisa sehat lagi dan pekan depan dia bisa hadir di pernikahan saya. Semoga pekan depan mereka yang berada di luar kota bisa pada ke Bandung... Saya tau akan tiba saatnya kami berpisah, tapi ukhuwah para alumni 2009 ini akan tetap terikat erat. Buktinya walaupun kami sudah menjadi alumni, selama lima tahun ini masih tetap bisa berkumpul.
Pas pulang langsung diomelin karena saya pergi”an terus, mulai besok saya gak boleh ke luar rumah lagi. Sigh... Akan membosankan, tapi kayaknya harus nurut karena saya juga merasa kondisi tubuh saya mulai drop setelah hampir tiap hari hujan”an.. Mereka bilang cuman seminggu “dikurungnya”, biasanya orang lain mah 40 hari. Emang dari mana ada aturan kayak gitu sih..

Monday, April 14, 2014

Bismillaah

Jadi baca lagi tentang hakikat penciptaan manusia.. Walaupun dari dulu sudah berulang kali dibaca, tapi saya manusia tempatnya lupa. Tentang hati, akal, jasad, dan keseimbangan dari ketiga potensi itu. Tentang amanah sebagai manusia dan tugas saya yang cuman ada 2, beribadah dan menjadi khalifah. Tapi walaupun cuman 2 tidak sesederhana itu.. Ya karena ibadah maknanya tidak sesempit hanya hubungan dengan Allah saja, tapi juga hubungan dengan sesama manusia dan diri sendiri pun juga ibadah. Dan itu sulit, sebagai manusia yang egois saya merasa itu sulit. Beberapa amanah yang dibebankan kepada saya ternyata berat untuk saya tanggung.. Amanah sebagai mahasiswa, amanah sebagai guru, amanah sebaagai anak.. Dulu itu terasa ringan, tapi 2 tahun terakhir ini harus saya akui sangaaaat berat.. Mungkin itu karena hubungan saya dengan Allah yang menjadi kurang baik.. Dan harus saya perbaiki secepatnya sebelum amanah-amanah yang baru mau tidak mau pasti akan datang. Berbicara memang mudah, tapi melaksanakannya itu... Sigh.. Efek domino,, melalaikan amanah sebagai mahasiswa, peran saya sebagai anak dan guru juga jadi terganggu.. Harus diselesaikan.. Bismillaah..

Monday, April 7, 2014

Age is just number, Young is forever and Mature is character

Itu bukan quote saya. Saya menemukan kata-kata itu di salah satu website yang langsung bikin saya ...jleb...
Well, kematangan pribadi saya bisa dibilang... Ya gitu lah...
Mungkin saya harus mencoba untuk lebih dewasa, walaupun menjadi dewasa adalah sesuatu yang membosankan. Dapatkah seseorang menjadikan saya dewasa.. Tidak bisa! Saya yang harus mendewasakan diri sendiri. Sebenarnya pengertian dewasa itu apa sih.. Kayaknya relatif deh walaupun ada beberapa definisi dari para ahli. Tapi menurut saya, dewasa itu adalah suatu kondisi dimana individu dapat menyelesaikan permasalahan-permasalahan dalam kehidupannya dengan benar. Benar dalam arti disini juga relatif. Menurut saya benar itu adalah sesuai dengan aturan yang sudah ditetapkan, dan bagi saya aturan yang absolut itu adalah aturan dari yang telah menciptakan manusia, ya.. dari Dzat yang telah menciptakan saya dan dari penyampai risalah-Nya. Aturan yang dibuat oleh manusia berupa hukum tertulis maupun adat juga harus ditaati selama tidak keluar dari aturan yang telah ditetapkan oleh Penguasa Aturan Alam Semesta dan rasul-Nya. Tetapi memaksakan kehendak untuk tidak mengikuti aturan manusia yang menyimpang dikatakan tidak dewasa apabila cara penyampaiannya yang tidak sesuai dengan norma yang berlaku dalam masyarakat. Ketidaksesuaian penyampaian yang dilakukan walaupun hal yang disampaikan merupakan kebenaran dapat dianggap menjadi suatu kesalahan yang besar sehingga kemampuan berkomunikasi adalah suatu kunci untuk kedewasaan. Komunikasi yang bagaimana.. Itu yang belum saya pahami, saya tau tapi belum paham. Dengan komunikasi yang baik yang salah pun bisa menjadi seolah benar. Karena saya belum memahami bagaimana caranya mengomunikasikan keinginan dengan baik maka saya belum dapat dikatakan dewasa. Karena komunikasi adalah kunci penting dalam menyelesaikan permasalahan-permasalahan dalam kehidupan manusia sebagai makhluk sosial dan dewasa itu apabila dapat menyelesaikan permasalahan. Kalau sebagai makhluk individu sih gak usah ribet-ribet komunikasi sama orang lain. Ya mau gimana lagi, interaksi dengan orang lain memang sulit, tapi mau tidak mau harus dilakukan karena inilah kehidupan. Lalalalalalalalalala. Saya mulai lieur. Haha.

Saturday, April 5, 2014

PKS insya Allah menang

Tadi akhirnya bisa ikut GESIT. Subhanallah, bareng-bareng kader dan ada juga ummahat yg pada gendong bayinya. Tetap semangat walaupun harus jalan kaki di terik matahari menyusuri tiap gang, tiap rumah.. Meskipun tadi kami masuk ke "kandang banteng", tapi alhamdulillah responnya cukup baik. Mereka mau mendengarkan sosialisasi kami. Kami menawarkan cek kesehatan gratis juga, tensi, cek asam urat, dan cek kadar gula. Tapi masih saja ada warga yang menanyakan uang atau amplop. Kami hanya bisa menjelaskan dari PKS tidak ada uang untuk dibagikan. Beberapa dari mereka bilang, "saya mah butuh uang, sok dicoblos mun aya amplop mah". Ada juga warga yang terang-terangan bilang, "Wah, PKS kalau mau kampanye di sini mah jangan cuman sosialisasi aja dong, tuh partai 'ini' mah ngasih 15 jt untuk kelurahan ini." Tapi kami memang tidak ada, bahkan kami pun tidak dibayar. Keluarga saya juga menegur buat apa cape" gitu kampanye gak ada uangnya, rugi ngabisin waktu, ngabisin tenaga. Saya cuman bisa tersenyum dan berkata dalam hati "Emang berani bayar saya berapa? Emang ada yang bisa bayar lebih tinggi dari Allah? Saya merasa tidak rugi sama sekali, saya beruntung melakukan jual beli dengan Allah". Saya tau kalau itu diucapkan akan ada perdebatan yang cukup panjang, jadi mending diem. Andai mereka tau kalau saya juga menyumbangkan harta saya untuk ini walaupun sangaaaat sedikit yang bisa saya berikan. Tapi apa yang saya punya saya ingin berikan untuk kemenangan dakwah ini. Teringat murabbi saya yang terdahulu, menggunakan dana pribadi untuk membuat amunisi, dia bukan caleg, dia gak dibayar, tapi rela mengeluarkan dana pribadinya untuk mencetak amunisi kampanye. Murabbi yang sekarang juga luar biasa, walaupun lagi hamil 5 bulan saat kampanye beliau menyediakan stand minuman teh untuk para simpatisan dan kader yang datang ke lapangan itu, terjun langsung memberikan teh kepada mereka yang kehausan. Tapi kalau dipikir lagi, bukan hanya saat kampanye, hampir tiap hari kami melakukan dakwah ini di luar kampanye walaupun gak bawa" nama partai kalau di luar kampanye mah. Kami para kader, walaupun ada di "bawah" rela memberikan yang kami punya untuk kemenangan ini. Dan kami tidak merasa rugi sedikit pun. Walaupun banyak fitnah untuk kami, banyak cibiran dan ejekan, tapi saya yakin itu semua akan membawa kemenangan bagi kami. PKS akan menang, aamiin..

Friday, April 4, 2014

Everything will be ok

Kemarin senang sekali bisa bertemu dengan seorang sahabat baik.  Kami sempat tidak akur beberapa bulan terakhir ini, tapi kemarin udah biasa lagi. Dia selalu memberi nasehat dengan sabar. Dari tahun lalu saya sudah menceritakan hal yang akan saya jalani sebentar lagi. Untuk hal ini saya memang susah cerita, tapi kalau dengan orang ini saya bisa menceritakan semua hal. Waktu kemarin ketemu saya tidak sempat membahas tentang tanggal yang sudah ditetapkan, hampir semua isi percakapannya tentang hal yang terjadi di tempat kami bekerja. Saya harus ke kampus, dan karena dia pakai sendal jepit gak bisa masuk kampus. -_-"
Jadi setelah pulang ke rumah saya bercerita lewat mobile phone. Saya ingin memberi tahunya dari sekarang agar dia menyempatkan waktunya nanti. Tapi entah kenapa tidak seperti biasanya. Responnya tidak seperti biasa. Dan saya jadi khawatir. Dan sampai sekarang masih kepikiran.