Friday, February 19, 2016

Kyou wa nangatsu nannichi desuka

Nigatsu juukunichi desuyo.
Dari beberapa hari yang lalu secara tidak langsung menghitung mundur ke tanggal di hari ini. 19. Setiap hari saya menuliskan tanggal di buku prestasi bacaan dan hafalan anak-anak. Jadi emang udah inget dari kemarin-kemarin. Tapi hari ini saya tidak mengucapkan apapun dan tidak memberi kado khusus. Biasanya saat keluarga saya akan menemui moment seperti ini, dari beberapa hari sebelumnya saya sudah menyiapkan hadiah khusus untuk diberikan pada mereka. Tapi Akang  berbeda, walaupun dia spesial untuk saya, saya tidak melakukan hal yang biasa seperti pada ibu, ayah, dan adik saya. Ini mengenai idealismenya yang saya pikir harus pahami, karena saya tau Akang  anti dan tidak suka dengan hal ini. Bagaimanapun juga saya bersyukur 26 tahun yang lalu Akang lahir ke dunia ini dan memulai perjalanannya untuk akhirnya bertemu dengan saya.. Terima kasih untuk-Mu yang telah menciptakannya, menyayanginya dengan memberikan orang tua dan orang-orang yang merawat dan mendidiknya dengan baik sehingga Akang bisa menjadi suami yang senantiasa mencintai dan melindungi saya serta menjadi ayah yang baik bagi anak kami.. Semoga saya bisa memberikan yang terbaik untuknya setiap hari..
I love Akang :*

Tuesday, February 16, 2016

Sewing

Ini sepatu yang dibeliin ambu buat Hawnan. Waktu itu hiasannya bunga putih, terus copot sebelah. Pas ke Bandung beli little green roses dan saya jahit di atas pitanya. Jadi kayak baru lagi nih sepatunya. Asa lebih lucu, iya da hijau.. Hahah.

Tuesday, February 2, 2016

Cold water

Mandi adalah saat yang menyenangkan buat Hawnan.. Biasanya saya memulainya dengan mengelap wajah, leher, dan telinganya sambil dia menyusu di pangkuan saya. Kemudian saya basuh rambutnya di atas jolang mandinya, mengusapkan shampoo, dan membilasnya seperti layanan creambath di salon. Setelah itu barulah saya baringkan dia di atas perlak, membuka baju atasnya, dan menyabuni tubuh bagian atasnya seperti perut, leher, dan punggungnya. Dilanjutkan dengan membuka celana dan diapernya untuk menyabuni kaki dan pantatnya. Saya biasanya tidak menggunakan washlap saat menyabuninya karena pakai tangan langsung bisa terasa daki-dakinya untuk dihilangkan, kalau pakai washlap suka tersisa dakinya da ga kepegang. Terus saya tidak membuka semua bajunya diawal untuk mencegah dia ngompol di perlak, biasanya saat kedinginan terlalu lama dia akan pipis.. Terakhir saya sabuni tangannya, karena kalau tangannya disabuni di awal, dia suka kucek-kucek mata pakai tangan, dan nangis kalau sabunnya kena mata.. Setelah seluruh tubuh sudah disabuni saya cemplungkan dia ke jolang berisi air hangat.. Di sini sangat terlihat saat dia menikmati berendam air hangat dengan bebek-bebek karet dan donat-donat plastik berwarna warni.. Sambil dia berendam dan bermain, saya membersihkan sabun ditubuhnya dengan membasuhkan air dari dalam jolang.. Saat saya angkat dari jolang dan menghandukinya biasanya dia nangis dan protes, kayak yang masih betah berendam, tapi kalau kelamaan jari-jari tangannya kan jadi keriput..
Kalau Akang ada di rumah biasanya waktu mandi Hawnan rada tegang da suka beda pendapat tentang air... Akang suka pengen Hawnan mandi pake air dingin dengan alasan  penghematan gas, sedangkan saya pengen Hawnan mandi pake air hangat dengan alasan lebih mudah menangani Hawnan kalau pakai air hangat.. Pernah dulu maksain pake air dingin, Hawnannya malah nangis teriak-teriak terus berontak, saya khawatir pegangan saya lepas, mana licin karena tubuh Hawnan penuh sabun. Saya pikir akan tiba saatnya nanti dia siap mandi pakai air dingin, kalau sudah bisa berdiri dan mengungkapkan pikirannya secara jelas bukan melalui tangisan, saat dia bisa bilang "hiiiii, dingiiiin", tapi tidak menangis dan aman karena sudah bisa berdiri, jadi tidak khawatir jatuh dari pegangan saya.. Makanya biasanya saya mandiin Hawnan setelah Akang pergi kerja, dan saya males mandiin dia sore-sore. Bukan males mandiinnya, tapi males paomong-omongnya. Paling kalau sore Akang keukeuh saya harus mandiin Hawnan, wayahna dia harus ngebantuin ngangkat Hawnan di atas jolang, saya yang ngebasuh sabunnya da Hawnannya ga mau nyemplung ke air dingin. Tapi suka jadi illfeel ke sayanya, da ga bisa ngeliat Hawnan menikmati berendamnya..
Nah, pagi ini ada gangguan teknis Di dapur. Gasnya abis... Tidaaaaaak!!! Itu suatu petaka yang besar bagi saya.. Untung masih ada tumis labu dan jamur bekas tadi subuh masak buat sarapan, jadi ntar makan siang tinggal beli lauknya da ayam gorengnya udah abis pas sarapan.. Hehe.. Paling ntar beli gehu.
Tapi gimana mandi Hawnan.. Saya ga berani masang gas sendiri, dan harus izin dulu ke Akang kalau mau minta tolong orang lain masuk rumah dan masangin gas sedangkan di sekolah Akang ga ada signal..  Ya sudah, terpaksa saya coba mandiin Hawnan pakai air dingin.. Awalnya sih ga ada masalah waktu ngelap muka, ngeramasin, nyabunin.. Nah, pas dicemplunginnya dia kokorejatan dan teterejelan teriak-teriak.. Saya bingung gimana ngebersihin sabunnya kalau dia ga mau nyemplung.. Ya udah, daripada ntar dia jatuh, saya dudukin dia di atas perlak dan ngebasuh di situ.. Banjir deh.. Yang penting mandinya beres.. Fiuh.. Yokatta..