Thursday, November 14, 2013

Awesome!

Awalnya hari ini niatnya mau expert judgment aja ke ketua prodi. Dengan beliau yang bersedia menjadi expert judgment saya berarti sudah lengkap (minimal harus dua cenah). Setelah menerima hasil penilaian instrumen dari beliau, saya langsung berniat untuk pulang. Saat melewati lorong menuju salah satu gerbang keluar, saya melihat pintu lab terbuka. Deg.. deg.. "Beliau ada di dalam gak ya..." Tanya saya dalam hati. Ragu untuk melangkahkan kaki, merasa bingung kalau sampai berpapasan dengan pembimbing. Lebih ke perasaan bersalah kepada beliau karena belum beres juga, padahal beliau sudah sangat baik dan perhatian terhadap saya. Ngesms, nelpon juga pernah, ngasih referensi, pokonya baik banget lah. Saya merasa menjadi beban beliau. Tiba-tiba dari belakang terdengar suara yang memanggil nama saya, "Sinta! Sin! Sini!". Tau deh  jawaban pertanyaan saya, beliau tidak berada di dalam lab, beliau ada di belakang saya! Berbalik dan menatap beliau yang berlari kecil menghampiri saya. "Eh, Ibu... Hehe.." Saya berusaha bersikap senormal mungkin. "Sinta mau bimbingan?" Tanya beliau. Saya tertegun dan balik bertanya, "Sekarang Bu? Bolehkah?". Saya bertanya seperti itu karena belum menghubungi beliau untuk bimbingan.. "Boleh." Beliau tersenyum dan kami berjalan bersama menuju lab. "Eh, Sinta hari ...... ngajar?" Tanya beliau. "Nggak Bu, libur." Jawab saya, berpikir mungkin beliau akan menyarankan untuk bimbingan di hari itu. "Hari itu teh mahasiswa ...... ada praktikum, tapi saya bentrok, minta tolong Pak ..... juga gak bisa, beliau ada jadwal juga, Bu....... gak bisa juga. Saya minta semester 7, tapi dia belum pernah melakukan praktikum ini. Sinta kan sudah pernah. Jadi intinya saya mau minta Sinta jadi asdos bisa gak?" Beliau menghentikan langkah kakinya saat menanyakan hal itu. Saya benar-benar terkejut dan menahan buat gak loncat-loncat. "Oh, iya Bu, bisa insya Allah, nanti saya ngapain aja?" Tanya saya. Beliau terlihat akan segera beranjak keluar lagi dari lab. "Bentar atuh ya, saya siapkan dulu handoutnya. Sinta tunggu dulu di sini". "Ok, Bu." Kata saya sambil menunggu siluetnya benar-benar sudah tidak terlihat dari ambang pintu. Setelah yakin dalam lab itu tidak ada manusia lagi kecuali saya (eh, emang saya manusia ya? Haha.) akhirnya bisa loncat-loncat dan teriak beneran "Yes! Yes! Yes!" Saya suka eksperimen. Dan percobaan ini termasuk salah satu yang saya gemari. Kami menyiapkan alat dan bahan di atas meja agar nanti tidak terlalu repot dan mengecek apa yang belum tersedia. Beliau memberikan handout dan menyampaikan instruksi apa yang harus saya berikan kepada para mahasiswa nanti. Benar-benar di luar dugaan. Salah satu keinginan saya jaman dahulu kala saat awal kuliah semester 1.. Menjadi asisten dosen sambil kuliah. Tapi waktu itu melihat tidak ada yang seperti itu di kampus saya. Yah, walaupun perkuliahan sudah berakhir, tapi status saya sekarang masih seorang mahasiswa. Hahahahahahaha.. Saya benar-benar mahasiswa bahagia. Enjoy banget bisa berada di kampus saya, sampai terkadang berpikir apakah nanti kalau sudah lulus masih bisa terus ke kampus ini.. Hmm.. Setelah membawa revisian yang penuh coretan, akhirnya saya memutuskan untuk pulang juga. Saya tersenyum melihat coretan-coretan itu dengan saran-saran perbaikan yang detail. Itu yang saya senangi dari beliau. Perfectionist. Idealis. Teliti. Saya tidak akan mengecewakannya. Saya akan lebih rajin lagi bimbingan. Terima kasih untuk hari yang tidak terduga ini Ya Allah. ;)

No comments:

Post a Comment