Awalnya hari ini niatnya mau expert
judgment aja ke ketua prodi. Dengan beliau yang bersedia menjadi expert
judgment saya berarti sudah lengkap (minimal harus dua cenah). Setelah
menerima hasil penilaian instrumen dari beliau, saya langsung
berniat untuk pulang. Saat melewati lorong menuju salah satu gerbang
keluar, saya melihat pintu lab terbuka. Deg.. deg.. "Beliau ada
di dalam gak ya..." Tanya saya dalam hati. Ragu untuk melangkahkan
kaki, merasa bingung kalau sampai berpapasan dengan pembimbing.
Lebih ke perasaan bersalah kepada beliau karena belum beres juga,
padahal beliau sudah sangat baik dan perhatian terhadap saya. Ngesms,
nelpon juga pernah, ngasih referensi, pokonya baik banget lah. Saya
merasa menjadi beban beliau. Tiba-tiba dari belakang terdengar
suara yang memanggil nama saya, "Sinta! Sin! Sini!". Tau deh
jawaban pertanyaan saya, beliau tidak berada di dalam lab, beliau ada di
belakang saya! Berbalik dan menatap beliau yang berlari kecil
menghampiri saya. "Eh, Ibu... Hehe.." Saya berusaha bersikap senormal
mungkin. "Sinta mau bimbingan?" Tanya beliau. Saya tertegun dan balik
bertanya, "Sekarang Bu? Bolehkah?". Saya bertanya seperti itu karena belum menghubungi beliau untuk bimbingan.. "Boleh." Beliau
tersenyum dan kami berjalan bersama menuju lab. "Eh, Sinta hari ......
ngajar?" Tanya beliau. "Nggak Bu, libur." Jawab saya, berpikir mungkin
beliau akan menyarankan untuk bimbingan di hari itu. "Hari itu teh
mahasiswa ...... ada praktikum, tapi saya bentrok, minta tolong Pak
..... juga gak bisa, beliau ada jadwal juga, Bu....... gak bisa juga.
Saya minta semester 7, tapi dia belum pernah melakukan praktikum ini.
Sinta kan sudah pernah. Jadi intinya saya mau minta Sinta jadi asdos
bisa gak?" Beliau menghentikan langkah kakinya saat menanyakan hal itu.
Saya benar-benar terkejut dan menahan buat gak loncat-loncat. "Oh, iya
Bu, bisa insya Allah, nanti saya ngapain aja?" Tanya saya. Beliau
terlihat akan segera beranjak keluar lagi dari lab. "Bentar atuh ya,
saya siapkan dulu handoutnya. Sinta tunggu dulu di sini". "Ok, Bu." Kata
saya sambil menunggu siluetnya benar-benar sudah tidak terlihat dari
ambang pintu.
Setelah yakin dalam lab itu tidak ada manusia lagi kecuali saya (eh,
emang saya manusia ya? Haha.) akhirnya bisa loncat-loncat dan
teriak beneran "Yes! Yes! Yes!" Saya suka eksperimen. Dan percobaan ini
termasuk salah satu yang saya gemari. Kami menyiapkan alat dan bahan di
atas meja agar nanti tidak terlalu repot dan mengecek apa yang belum
tersedia. Beliau memberikan handout dan menyampaikan instruksi apa yang
harus saya berikan kepada para mahasiswa nanti. Benar-benar di luar
dugaan. Salah satu keinginan saya jaman dahulu kala saat awal kuliah
semester 1.. Menjadi asisten dosen sambil kuliah. Tapi waktu itu melihat tidak ada yang seperti itu di kampus saya. Yah, walaupun
perkuliahan sudah berakhir, tapi status saya sekarang masih seorang
mahasiswa. Hahahahahahaha.. Saya benar-benar mahasiswa bahagia. Enjoy banget bisa berada di kampus saya, sampai terkadang berpikir apakah
nanti kalau sudah lulus masih bisa terus ke kampus ini.. Hmm..
Setelah membawa revisian yang penuh coretan, akhirnya saya
memutuskan untuk pulang juga. Saya tersenyum melihat coretan-coretan itu
dengan saran-saran perbaikan yang detail. Itu yang saya senangi dari
beliau. Perfectionist. Idealis. Teliti. Saya tidak akan mengecewakannya.
Saya akan lebih rajin lagi bimbingan. Terima kasih untuk hari yang
tidak terduga ini Ya Allah. ;)
No comments:
Post a Comment