Monday, September 16, 2013

Aku dan Sang Waktu

Waktu. Terjebak di dalamnya. Masa lalu dan masa depan terasa tidak bermakna karena yang berlaku adalah saat ini, sekarang. Saya berada di detik ini. Sedang menulis, melalui keyboard. Tangan saya menekan huruf-huruf menjadi rangkaian kata dan kalimat. Pikiran saya melayang ke masa silam, kemudian mengira-ngira apa yang akan terjadi di masa depan. Tapi itu hanyalah kenangan dan angan, pada kenyataannya adalah sekarang saya sedang menulis. Sekarang. Sekarang. Sekarang. Ya. Waktu yang berlaku adalah sekarang. Saya ada di dunia saat ini. Present. Hadiah. Hadiah dari Sang Penguasa Waktu. Sekarang. Sekarang saya menuliskan pikiran saya. Pikiran yang mulai dirumitkan dan disederhanakan oleh hakikat waktu. Tapi ini adalah hadiah yang sangat berharga untuk saya. Sekarang adalah hadiah yang sangat berharga untuk saya. Keadaan saya saat ini sangat patut untuk disyukuri. Karena kehidupan yang telah Engkau anugerahkan. Sekarang saya hidup. Sekarang saya berpikir, sekarang saya merasa, sekarang saya menulis, sekarang saya tersenyum. "Maka nikmat Tuhanmu yang manakah yang kamu dustakan?" Kalau sekarang saya bisa merasa bahagia, maka setiap saat saya bisa merasa bahagia. Karena setiap saat adalah sekarang.
^_^

No comments:

Post a Comment