Thursday, October 31, 2013

It wasn't wasting time

Waiting in the library..
Tadi sih nunggu di kantin. Waktu nunggu di sana ada salah satu penghuni kantin yang sering memberikan ilmu psikologis praktis pada saya. Beliau tiba-tiba berkata: "Neng Sinta udah punya calon ya?" Saya tersentak kaget. "Maksudnya?". Beliau tertawa dan menjawab: "Udah keliatan dari gerak-gerik bahasa tubuh dan pandangan mata Neng Sinta. Beda auranya juga". Saya cuman bisa terkekeh dan berkata dalam hati, "Bahaya nih..". Beliau bisa merasakan ketidaknyamanan saya tentang percakapan tadi dan tidak melanjutkan pertanyaan itu lebih dalam melainkan memindahkan topik pembicaraan ke hal yang lain. Beliau itu seolah-olah bisa membaca pikiran tiap mahasiswa di kampus ini. Atau mungkin, itu karena jiwa keibuan beliau yang selalu peduli kepada tiap mahasiswa. Akhirnya kami berbincang-bincang tentang kasus kehilangan tas dan seisinya di mesjid kampus. Selang dua bulan kejadian itu terulang lagi. Semasa saya masih kuliah kasus-kasus itu juga sering terjadi (sekarang kan saya udah gak kuliah lagi, da gak punya kelas, hehe). Saya sering memikirkan tentang modus seperti itu. Waktu awal-awal masuk kuliah sangat kaget bisa ada kejadian seperti itu di mesjid. Memang kalau dipikir-pikir hal itu cukup efektif, apalagi tingkat kewaspadaan di mesjid bisa berkurang. Semenjak tau ada kejadian seperti itu, saya membiasakan diri menaruh tas di depan saya. Karena katanya kalaupun ditaruh dipinggir masih bisa terambil. Apalagi kalau ditaruh di belakang. Hanya saja sangat disayangkan, masih banyak mahasiswa yang lalai. Buktinya, ada saja yang kehilangan tas, isinya berharga pula, katanya isi tasnya ada laptop, dompet, kunci motor, dll. Saya belum tau apakah pelakunya orang dalam atau orang luar. Tapi menurut cerita, hal ini bisa terjadi antar universitas. Jadi ada sistem penggantian tas. Ada yang pura-pura menjadi mahasiswa di kampus ini, terus masuk mesjid, menyimpan tas kosongnya, mengambil tas yang isinya berharga. Tentu saja satpam tidak bisa disalahkan, karena memang mustahil mengingat wajah setiap mahasiswa di kampus ini. Lagipula wilayah kampus memang bebas dimasuki orang luar, tidak seperti SMA atau SMP yang pasti langsung dikenali kalau ada orang asing (mereka pakai seragam sih). Pokoknya seru deh ngobrol tentang tindak kriminal yang satu ini, soalnya masih misteri siapa pelakunya. Yang jelas, meski dia atau mereka tidak ketahuan, nanti akan ada persidangan yang tidak akan bisa dihindari dengan hakim yang Maha Tahu. Bersiap-siaplah wahai manusia.. Oh iya, kami juga mengobrol tentang kekuatan pikiran dan keyakinan kalau kehilangan sesuatu. Beliau cerita pernah kehilangan dompet tapi dalam dua minggu dompet itu kembali lagi karena beliau yakin akan hal itu. Orang yang menemukannya di angkot akhirnya mengembalikannya. Ujung-ujungnya beliau memberi nasehat tentang menjadi seorang istri dan seorang ibu yang baik. Haha. Beurat. Dan ternyata pembimbing sayanya gak ada, padahal udah janjian. Tapi gpp deh, dapet ilmu lagi hari ini. Tidak sia-sia saya datang ke kampus. :)

Thursday, October 24, 2013

Go Green


Hari ini ada hal lucu yang dilakukan salah seorang anak di kelas. Setelah pulang sekolah sambil menunggu umminya menjemput, kami mengobrol sejenak. Dia melakukan monolog lengkap dengan efek-efek suara yang bikin saya ngakak. Kayaknya bisa dikembangkan jadi "beatbox" keren tuh. Imajinasinya luar biasa. Kemudian dia berkata, "Aduh, saya haus, tenggorokan saya kering." Dia membawa satu botol air mineral (tumben, biasanya dia bawa tempat air yang bisa diisi ulang). Di kemasannya ada gambar botol remuk dengan daun di dalamnya. Dia bilang dia ingin membuat yang seperti itu. Kemudian dia langsung menghabiskan isi airnya dan meremukkan botol plastik itu. Dia segera berlari ke luar untuk mencari daun. Di sekolah kami memang banyak pohon bambu, jadi saya sudah menduga dia akan membawa daun bambu. Dia memasukkannya ke dalam botol plastik remuk itu dan memberikannya pada saya. "Tidak dibawa pulang?" Tanya saya. "Kan itu buat ibu." Ujarnya sambil tersenyum dan berlari ke luar kelas. Saya hanya bisa tertawa. Terkadang anak itu masih suka keceplosan menyebut saya dengan panggilan "ummi". Hari ini pun dia beberapa kali salah menyebut saya dengan panggilan "ummi". Akhirnya jadi ada vas di atas meja guru. Dia tau saya suka warna hijau. Anak-anak di kelas sudah mengetahuinya. Saat mereka bilang, "Ibu suka warna hijau ya?". Saya balik bertanya "Kenapa tau?". Mereka tertawa dan mengungkapkan deduksi yang sangat rasional: "Ibu kan selalu pakai tas warna hijau". "Ibu juga suka pakai jaket hijau" ujar anak yang lain. "Tali sepatu ibu juga hijau" yang lainnya ikut menimpali. "Itu kucingnya juga warna hijau", kata anak yang lainnya lagi. Saya benar-benar tidak tahan untuk tertawa mendengar ujaran-ujaran mereka. Waktu membuat display origami kucing, saya memberi mereka semua kertas lipat warna hijau. Salah satu anak minta warna biru, mau bagaimana lagi, saya kasih dia warna biru. Tapi kemudian saya memberinya satu buah kertas lipat lagi, warna hijau tentu saja. Kucing-kucing yang ditempel semuanya warna hijau. Kayaknya saya agak maksa ya. Hehe. :P
Tadi saya mengurungkan niat untuk ke bapusipda, semoga besok bisa ke sana. Benar-benar butuh buku yang ada di sana sebelum saya bimbingan lagi. Kemarin sudah konsultasi instrumen kepada expert judgement. Menunggu beliau ngajar di kelas jadi tidak terasa karena ngobrol dengan kakak tingkat dan dosen-dosen seni yang menyenangkan. Dosen seni musik memberikan nasehat kepada saya untuk tidak terlalu terlena dengan proses. Beliau mengatakan hasil itu menikmati proses, berhasil itu menikmati hasil. Beliau bercerita mengenai proses skripsi dan tesisnya yang dikerjakan selama dua minggu. Saya harus lebih fokus mengerjakan tanpa mengabaikan amanah-amanah lainnya.. Dosen seni rupa menekankan pentingnya display kelas. Saya juga bertemu dengan salah seorang penjaga sekolah di kampus dan beliau berujar, "Jarang keliatan sekarang mah, ngelanjutin S2?" Saya cuman bisa meringis dan menjawab, "Ini saya masih bimbingan di sini, hehe." Beliau dulu sering direpotkan oleh saya, saya suka pinjam kunci ruang seni rupa dan menyendiri di sana sambil menghabiskan kertas, crayon, acrylic, dan bahan-bahan lainnya yang ada di ruangan itu dengan gratis. Saya harus bisa menyelesaikan tugas akhir saya. Saya menyadari bahwa s.....i bukanlah kepentingan pribadi. Banyak yang menderita karena saya belum menyelesaikannya. Denger cerita dari adik kelas, katanya ada temen seangkatan saya yang udah beres tapi gak bisa sidang gara-gara harus nunggu tiga orang lagi, untuk sidang itu minimal ada lima orang. Keluarga saya juga jadi was-was sehingga mereka sangat rajin menanyakan tiap pagi dan petang kapan saya akan bimbingan lagi. Teman-teman saya juga jadi canggung meminta bantuan karena khawatir akan mengganggu fokus pengerjaan s.....i saya, tapi mereka rajin sekali mengingatkan dan memberi tausiyah semangat untuk segera menyelesaikannya. Banyak hal yang saya dapatkan dari perjalanan ke kampus kemarin. Begitupun perjalanan saya ke sekolah hari ini. Semoga besok juga bermakna.

Monday, October 21, 2013

The true love

Oboeteoke. :)
Remember that.
Remember that.
Remember that.
Remember that.
Remember that.
Remember that.
Remember that.
Remember that.
Remember that.
Remember that.
Remember that. 
Remember that.

Sunday, October 20, 2013

Muhasabah itu ternyata memang harus sering

Biasanya diem di luar. Tadi itu tumben saya masuk aula dan ikut dengerin kuliah duhanya. Walaupun tidak menyimak dari awal, tapi ...jleb... banget.. Mengingatkan.. Bisakah saya mencintai dan tetap taat kepada-Mu walaupun Engkau mengambil berbagai nikmat yang telah Kau limpahkan kepada saya.. Saya harus banyak-banyak istigfar.. Semoga.. Nikmat Iman dan Islam ini tidak diambil.. Semoga hati ini bisa tetap tergetar saat nama-Mu disebut. Semoga mata ini bisa tetap membaca surat cinta-Mu. Semoga lisan ini bisa tetap basah menyebut nama-Mu. Semoga kaki ini bisa tetap melangkah di jalan-Mu. Semoga seluruh jiwa dan raga ini bisa tetap untuk-Mu. Jadikan saya boneka yang Engkau gerakkan. Saya akan mengikuti alur cerita yang telah Engkau tetapkan. Lindungi saya dari cinta berlebih kepada selain-Mu. Astagfirullaah..

Saturday, October 19, 2013

Tulisan gak puguh

I found this on one of my teacher's cover photo. Silly though it's really damn right. >.< Beberapa pekan yang lalu saya deactivated akun fb saya karena beberapa alasan. Ternyata kehidupan saya jadi cukup tenang. Hahahahah. Jaman dahulu kala saat jejaring sosial tidak ada para manusia bisa menjalani kehidupannya dengan sebenar-benarnya hidup. The real life. Salah satu guru saya waktu  SMA juga sering mengeluhkan orang-orang jaman sekarang yang sulit diajak ngobrol dengan semestinya karena mereka selalu melihat layar mobile phone atau lcd mereka. Terkadang saya juga begitu, dikit-dikit buka sms. Lupa deh kalau di depan saya ada manusia yang tidak ghaib yang sedang berbincang dengan saya, lupa kalau saya lagi ngobrol di dunia nyata. Dari dulu saya menganggap gadget adalah pengganggu kehidupan semesta. Mendekatkan yang jauh, menjauhkan yang dekat. Dari SMP saat teman-teman pada pegang mobile phone saya gak pernah mau punya walau ortu nawarin. Pertama kalinya punya waktu kelas XI, waktu itu okaa~san dapet hadiah mobile phone dari GRIYA. Dikasihin ke saya deh, karena waktu itu di keluarga yang belum punya cuman saya. Dengan berat hati saya menerimanya. Hahahahahah. Yah, waktu itu saya berpikir dunia saya (dunia sebenarnya dan dunia imajinasi) akan terganggu oleh keberadaan hal-hal seperti  itu. Saya menganggarkan Rp 5.000 tiap bulan untuk pulsa, kalau abis sebelum waktunya ya saya gak akan ngebales sms-sms. Orang-orang sudah tau kebiasaan saya ini sehingga mereka lebih sering menghubungi lewat telepon kalau ada hal-hal penting banget. Saya cukup konsisten dengan anggaran pulsa yang saya tetapkan sampai-sampai temen-temen menganggap kalau saya pelit. Pada kenyataannya saya tidak terlalu peduli dengan orang-orang yang menghubungi lewat mobile phone. Saya selalu berpikir kalau ada perlu ya ketemu langsung aja, kalau mau ngobrol ya ngobrol langsung aja. Terus, sampai sekarang saya selalu berpikir kalau ada pertemuan/rapat/kegiatan/agenda yang sudah direncanakan itu bisa tidak terlaksana karena adanya mobile phone. Setelah mengagendakan, tiba-tiba dengan mudah bisa dicancel lewat sms. Kalau tidak ada mobile phone setiap orang akan ngebela-belain dateng karena sudah diagendakan dan takut teman-teman lain menunggunya walaupun ada keperluan mendadak atau apa. Well, bagaimanapun juga setiap hal ada sisi negatif dan positifnya. Saya tidak bisa mengelak kalau mobile phone juga banyak kegunaannya. Hehehehehehe.. Ya, setiap alat itu tergantung pemakainya, tergantung bagaimana kita menggunakannya. Pulpen juga bisa digunakan untuk menulis, bisa juga digunakan untuk melempar orang. Begitupun politik. Itu hanya alat. Bisa kita gunakan untuk kebaikan, bisa kita gunakan untuk kejahatan. Tergantung pada orang yang menggunakannya. Kemana arah tulisan ini... -_-" Saya juga jadi bingung. Jadi sebenarnya saya mau menceritakan tentang mobile phone saya dari mulai saya kelas XI sampai tahun dua ribu dua belas. Naon sih.. -_-" Ya udah, intinya mobile phone yang itu sangat berharga buat saya, udah sering kebanting jatuh karena saya ceroboh, udah sering kebasahan karena saya anti payung kalau hujan, malah waktu ke Dufan itu mobile phone pernah jatuh dari atas Tornado. Tapi masih tetep aja hidup! Mezurashiiii!!! Makanya saya cukup merasa bersalah waktu kehilangannya tahun kemarin, tahun 2012, bulan 2. Saya memutuskan untuk tidak membeli mobile phone yang baru selama 4 minggu. Saya sebut itu masa berkabung. Keluarga dan teman-teman saya dibuat repot karena saya gak mau punya yang baru. Okaa~san membelikan mobile phone yang baru, tapi saya belum mau menerimanya sampai masa berkabung saya selesai. Sampai tanggal 27 Maret 2012. Saya menerima mobile phone yang sudah dibelikan. Tapi itu tidak bertahan lama. Waktu KKN, saat seminar saya jatuh dari tangga dan mobile phonenya rusak. Saya beli sendiri mobile phone saya yang ke-3. Tapi semenjak ganti mobile phone sulit untuk tetap menganggarkan Rp. 5.000 per bulan. Saya jadi boros. Tapi teman-teman saya bilang saya jadi baik karena sekarang saya jadi sering membalas sms mereka. -_-" Naha teu nyambung kieu antara tulisan dan gambar yang saya upload. Kan gambarnya tentang fb... Jadi sebenarnya setelah saya aktifkan lagi fb saya, settingannya saya ubah, tiap status yang saya buat bisa dilihatnya "only me" terus kalau ada yang ngetag saya, gak akan langsung muncul di timeline saya sebelum saya izinkan. Pas tadi saya ngecek, ternyata ada satu status saya yang saya tag dua orang friends tapi setingannya "only me+anyone tagged". Saya ubah deh itu mah jadi yang bisa liatnya "friends". Hmm, untuk status-status yang lainnya terlalu melankolis buat saya, so that just only me who can see those status . Mungkin Mark Zuckerberg atau CIA atai FBI bisa liat kali ya. Kayak mereka gak ada kerjaan aja. Huahahahaha. :P Atau hacker yang udah jelas-jelas gak ada kerjaan banget. :P Tapi, suatu saat saya akan memperlihatkannya kepada orang yang memang untuknya saya menuliskan itu semua. Demo ima wa,, HIMITSU da. Haha, doki-doki desuyo atashi wa. :)
* Udah dulu ah nulis gak puguhnya. Kyou wa yasumi desuyo, tapi tetep harus pergi-pergian demi mereka para tunas bangsa. ;)

Thursday, October 17, 2013

Learn kanji again part 1

Sebenarnya yang ini hanya mengulang. Waktu SMA udah pernah yang ini mah, tapi lebih baik mengulang lagi biar inget. Setiap urutan coretan dan cara bacanya mulai lupa lagi karena udah jarang banget pake kanji. Renshuu.. Renshuu.. Fukushuu.. Fukushuu.. Gambaruyo. ^_^


















Tembok kamar bakalan penuh nih.. :P





Monday, October 14, 2013

The power of ukhuwah

KAMAL-X 2009-2013
Hari ini saya ke SMA untuk mengembalikan baskom-baskom punya salah satu akhwat angkatan saya. Peralatan-peralatan itu ada di rumah saya karena waktu itu tempat rihlahnya melewati rumah saya. Kebiasaan saya, lupaan. Dan dia juga tidak mengingatkan karena dia juga lupaan. Waktu ketemu baru kami inget, tapi saya tidak membawanya karena kami ingetnya pas ketemu aja. Hehe. Akhirnya kami janjian khusus buat ngembaliin. Seperti biasa, saat menginjakan kaki di Mesjid Luqman terasa ada aura yang berbeda, perasaan nyaman, tentram, semangat, dan perasaan" positif lainnya. Akhwat" kelas XI dan XII sedang sibuk membungkus kotak-kotak infak untuk besok. Saya memutuskan untuk tinggal lebih lama di sana, membantu mereka membungkus dan bercengkrama dengan semangat" muda yang antusias, semangat dan antusiasme mereka menular pada saya. Setelah shalat ashar berjama'ah, saya dan akhwat yang punya baskom menuju ke Al-Islam. Saat perjalanan ke SMA ada jarkom untuk berkumpul dan menjenguk salah satu ikhwan 2009 yang sakit (sebut saja Al-Akh). Entah kenapa, saya tidak mengerti. Saya tau kalau saya hadir pun mau ngapain. Tapi saya merasa harus datang. Waktu itu juga Pak Qiyadh sakit. Maghrib-maghrib ada jarkom untuk menjenguk. Waktu itu saya lagi memberikan les di rumah salah satu anak. Saya langsung izin. Dan kami, para 2009 berkumpul. Kami sudah terpisah waktu, jarak, kesibukan. Tapi entah kenapa, kami bisa berkumpul.. Waktu itu Pak Qiyadh menegur karena kami menjenguk pada waktu yang tidak baik untuk akhwat. Kami hanya tertunduk. Yang ikhwan mah biasa-biasa aja da gak ngerasa ditegur. Waktu itu memang bukan hari libur, jadi waktu yang kami punya memang jam segitu buat nengok. Kalau tadi libur, jadi sore kami bisa berkumpul. Lima orang akhwat 2009 sudah lengkap, tapi ikhwan belum pada dateng. Karena yang akan kami jenguk ikhwan jadi gak puguh juga kalau kami masuk. Kami menunggu mereka cukup lama. Kami cukup terkejut, karena bukan hanya ikhwan 2009 yang datang. Ada satu orang alumni 2002. Beliau adalah murabbi pertama Al-Akh. Kami menghormati beliau. Walaupun semenjak beliau menikah jadi tinggal dan bekerja di luar kota nun jauh di sana, tapi beliau masih bisa menyempatkan untuk ke SMA. Dan saya benar-benar terharu melihat seorang murabbi menyuapi mutarabbinya. Saat kami datang Al-Akh tadi sendiri. Sepertinya kami membuat rumah sakit jadi berisik dan ramai. :P
Waktu sudah menunjukkan pukul setengah enam. Akhwat izin duluan pulang, yang ikhwan mah nyantei, iya da ikhwan. Saya selalu bertanya-tanya, kenapa kami semua bisa tetap seperti ini walaupun aktivitas sudah berbeda. Saya pikir itulah kekuatan ukhuwah. Mereka adalah teman-teman seperjuangan saya. Teman-teman saat saya pertama kali mengenal jalan ini, tarbiyah. Teman-teman yang selalu mengingatkan saya, mengingatkan saya kepada-Mu. Saat mengingat mereka saya mengingat-Mu.. Kami saling merasakan sakit saat salah satu diantara kami sakit. Ya Allah, sesungguhnya Engkau Maha mengetahui bahwa hati-hati ini telah berkumpul atas dasar kecintaan pada-Mu, bersua atas dasar ketaatan pada-Mu, bersatu dalam rangka menyeru di jalan-Mu, dan berjanji setia untuk membela syariat-Mu, maka kuatkanlah ikatan pertaliannya, ya Allah, abadikanlah kasih sayangnya, tunjukkanlah jalan-jalannya, dan penuhilah ia dengan cahaya-Mu yang tidak pernah redup, lapangkanlah dadanya dengan limpahan iman dan keindahan tawakal kepada-Mu, hidupkanlah ia dengan pengenalan pada-Mu, dan matikanlah ia dalam keadaan syahid di jalan-Mu. Sesungguhnya Engkau sebaik-baik pelindung dan sebaik-baik penolong..
(Beberapa pekan terakhir ini saya merasa bersalah kepada mereka karena saya lebih memilih agenda lain... Semoga ke depannya bisa sering ketemu mereka lagi. Semoga besok bisa ketemu mereka lagi. Iedul Adha di SMA tercinta..)

*Takbir berkumandang dengan sangat indah saat saya menulis ini..

Saturday, October 12, 2013

My mind palace

Am I still a kid? I know that being an adult is so bored. Egosentris saya masih tinggi, saya tau itu. Nasehat-nasehat untuk berpikir dan bertingkah seperti orang dewasa, bukan berarti saya mengabaikannya. Tapi saya sudah merasa nyaman dalam dunia saya. Dunia yang tidak ada satu orang pun yang dapat memasukinya kecuali saya. My mind palace. Dunia imajinasi saya yang penuh keajaiban. I have my own wonderland in my mind palace. Just for me.. But I wonder, may I permit u to enter.. For this case, I always say I and me. Could u make me say us and we? ;)
For the Earth with the gravity that makes me decide to stay here.

Friday, October 11, 2013

Kaimashita

Pulang sekolah, langsung pergi ke Pasar Baru buat belanja keperluan manasik haji anak-anak. Benar-benar lucu. Kami berdua, saya dan Bu Hana adalah orang yang tidak bisa berbelanja (gak tega buat nawar). Kami berdua juga adalah orang yang tidak tahu arah (cuman modal nekat berpetualang). Saya pikir kami sudah sepakat untuk naik kendaraan umum mengingat barang-barang yang akan kami angkut sepertinya tidak akan muat di motor. Tapi ternyata Bu Hana bawa motor ke sekolah. Dia mengajak saya ke rumahnya dulu buat nyimpen motor. Setelah sampai di rumahnya, kami dilanda kegalauan apakah mau pakai motor atau bus. Jadi cukup berlama-lama dulu di rumah Bu Hana. Akhirnya kami memutuskan untuk tetap naik kendaraan umum. Berjalan dari Aspol ke jalan raya siang-siang lumayan juga. Kami tidak terlalu lama menunggu bus. Kami dapat yang AC dan bisa duduk walaupun tidak sekursi. Saat penumpang di paling depan turun, Bu Hana mengajak pindah, kami berlari ke depan dan bisa duduk sebelahan. Di depan ada tulisan yang menarik perhatian saya. Saya langsung mencolek-colek Bu Hana dan menunjuk ke arah tulisan itu.

PEMERINTAH KOTA BANDUNG DAN PERUM DAMRI TERHITUNG MULAI TANGGAL 7 OKTOBER 2013, SETIAP HARI SENIN MEMBERIKAN LAYANAN ANGKUTAN GRATIS KEPADA PELAJAR TK, SD, SLTP, SLTA YANG MEMAKAI SERAGAM SEKOLAH. MULAI DARI PUKUL 05.00 S/D 19.00 (SELAMA OPERASIONAL BIS KOTA).
DEMIKIAN MOHON DIMANFAATKAN FASILITAS INI.
                                                                                                        BANDUNG, OKTOBER 2013
                                                                                                        DAMRI CABANG BANDUNG
                                                                                                        GENERAL MANAGER
                                                                                                        DRS. SADIYO. S

Kami terkekeh membacanya. Muncul ide-ide nakal di kepala kami. Well, bagaimanapun juga kami tidak boleh melakukan manipulasi. Mahasiswa tidak tercantum sih. Hueheheheheheeee..
Dari mesjid, kami harus berjalan cukup lumayan buat ke pasar baru. Nanyain harga buat kain ihram, tas oleh-oleh haji, air zam-zam, kurma, kismis, kacang arab. Keliling-keliling nyari toko-toko yang jual. Saya sangat beruntung saat beli makanan oleh-oleh haji ditawari mencoba kacang almond yang sangaaaaaaat lezat. Pas nanya 1 kg-nya mahal pisan. Tapi boleh nyoba 1, seneng banget. Rasanya seperti melayang-layang di tata surya yang indah. Haha, saya mulai alay lagi.
Ngangkut belanjaannya subhanallah banget. Kainnya aja sebelas kilo setengah, belum air zam-zamnya 5 liter, berkilo-kilo kurma, kismis, dll. Tapi rame juga bisa jalan-jalan sama Bu Hana. Pulangnya kami naik Trans Bandung. Ini pertama kalinya saya menggunakan kendaraan umum yang satu ini. Amazing banget lah hari ini. Every day is perfect day. ^_^

Wednesday, October 9, 2013

This is perfect day

Every child is special
UTSnya memang menyenangkan, apalagi saat mereka berperan sebagai arsitek. Merancang rumah dari potongan-potongan kertas lipat. Saya meninggalkan sekolah lebih cepat dari biasanya. Masih ada satu anak yang saya sayangi yang belum dijemput. Saya menitipkannya kepada guru-guru yang masih di sana. Dari informasi umminya, dia akan segera dijemput pamannya, jadi saya cukup tenang karena dia tidak perlu menunggu lama. Bagaimanapun juga saya harus bergegas pergi karena ada dua agenda lagi yang harus saya lakukan. Buku-buku yang sudah lebih dari dua minggu belum saya kembalikan karena selalu tidak sempat. Saya mengejar waktu sebelum perpustakaannya tutup. Di perjalanan umminya menanyakan apakah dia sudah dijemput atau belum. Saya segera menghubungi guru yang masih di sekolah, Alhamdulillaah sudah. Selama perjalanan, saya memikirkan mereka yang selalu membuat saya tersenyum kalau teringat mereka. Walaupun terkadang ada saja tingkah mereka yang menyebalkan, tapi saya tidak bisa benar-benar marah kepada mereka. Anak-anak itu selalu membuat saya menjadi hangat. 
Saat tersadar, saya sudah jauh melewati tempat yang harusnya saya tuju. Wah, gawat. Lagi-lagi, saya tersesat. Walaupun sebenarnya tidak bisa dikatakan tersesat, karena saya masih berada di planet bumi. Ya, selama saya masih berada di planet ini, saya tidak tersesat, karena planet ini adalah rumah saya. Saya segera turun dan melihat waktu pada telepon seluler yang saya genggam. Sepertinya masih sempat. Saya memutuskan untuk kembali berbalik arah dan segera menyebrang. Mencoba fokus pada setiap tanda di jalanan agar tidak terlewati lagi. Kerongkongan saya terasa kering, setelah turun saya berlari-lari kecil di  tengah terik matahari. Saya menyempatkan untuk membeli dulu air mineral dan kembali berjalan. Terasa cukup jauh untuk kali ini. Karena tidak boleh membawa makanan dan minuman ke dalam saya duduk di dekat pintu dan menegak air yang sangat segar. Seperti biasa, saat melewati pintu itu pasti terdengar bunyi alarm karena saya membawa telepon genggam, laptop, gunting, dan berbagai logam lain di tas saya. Penjaga menegur lalu meminta saya mengisi buku tamu elektronik dan memindai kartu saya. Saya bergegas ke ruang penyimpanan yang penuh dengan loker. Tapi kunci yang masih menggantung tinggal sedikit. "Wah, hari ini pengunjungnya cukup banyak ya," pikir saya. Saya memilih salah satu loker yang masih kosong, tapi ternyata pintunya macet, tidak bisa dikunci. Mencari lagi loker yang lain. Sangat terkejut saat membuka loker yang saya pikir kosong ternyata berisi sepasang sepatu penuh tanah merah dan berbagai benda-benda lain. Sejak kapan loker tas berubah fungsi jadi loker sepatu. -_-" Akhirnya saya menemukan juga loker yang benar-benar kosong dan berfungsi dengan baik. Setelah menyimpan tas dan mengeluarkan buku yang harus saya kembalikan saya menunggu pintu lift terbuka. Penjaga kembali menegur saya. Oh, ternyata saya lupa belum menyimpan jaket di loker karena terikat di leher saya. Saya kembali ke ruang penyimpanan, membuka loker, melempar jaket ke dalamnya, dan menguncinya kembali. Saya kembali menunggu pintu lift terbuka dan menekan angka 3. Ya, angka 3. Walaupun saya meminjam buku-buku itu di lantai 2 tapi saya menuju lantai 3. Tempat pengembalian buku-buku terlambat. Setelah mendapatkan kembali kartu saya, saya segera menuju ke lantai 2. Saya kembali ditegur petugas di ruangan itu karena belum mengisi buku tamu yang ditulis tangan. Di setiap ruangan terdapat buku tamu yang harus diisi. Saya nyengir dan minta maaf. Terburu-buru bisa menyebabkan saya melupakan banyak hal. Sebentar lagi tutup. Saya mencari buku itu. Santrock... Santrock... Di mana... Saya tidak dapat menemukannya. Seharusnya ada di rak bagian pendidikan. Buku yang sangat tebal, tapi sepertinya sedang dipinjam. Saya butuh buku itu untuk melengkapi revisian saya.. Saya tetap tidak menemukannya. Saya terduduk di lantai, lemas... Sebentar lagi tutup. Jadi saya mencari buku-buku lain yang menarik minat saya. Sampai sekarang saya heran untuk apa saya meminjam buku-buku yang menjauhkan saya dari penyelesaian s.....i. Tapi saya ingin meminjamnya. Shokyuu Nihongo Kanji O Manabu. Dan buku lainnya tentang B. Jepang. Dari dulu saya tidak pernah mendapatkan nilai sempurna untuk kanji. Dan entah kenapa saya masih penasaran dengan huruf itu. Saya ingin menguasai kanji. Dan itu tentu saja butuh latihan setiap hari. Saya tidak tahu apakah ini akan membantu saya nanti. Tapi kalau saya sudah tertarik, maka saya akan mempelajarinya. Saya ingin menggunakan fude lagi.. Merasakan setiap coretan tinta yang membentuk satu huruf yang penuh makna.. Sesaat setelah saya meminjam, terdengar pengumuman di speaker bahwa perpustakaan akan segera tutup. Saya merasa lega walaupun tidak mendapatkan buku yang saya cari. 
Saya langsung melaju ke tempat selanjutnya. Oh, apakah saya akan terlambat... Saya tidak mau membuatnya menunggu lama. Setelah sampai di depan pintu gerbang rumahnya ternyata kunci gemboknya sudah terbuka. Syukurlah, saya selalu lupa kode angka di kunci gemboknya. Setelah menutup kembali gerbang, dari jendela terdengar pekikannya, "Teh Sinta!". Pintu depanpun segera terbuka dan terlihat senyuman itu, wajah ceria yang riang, memanggil namaku. Dia melompat-lompat dan mengajakku masuk. "Assalaamu'alaykum. Long time no see." Dia menjawab salamku. Suara kecilnya yang cempreng selalu membuatku ingin tertawa. Dari dalam Bunda juga menjawab dan kami berbincang sejenak. Sudah cukup lama saya tidak ke sana. Setiap disms, saya masih harus berada di tempat lain, selalu tidak sempat. Baru kali ini lagi saya bisa bertemu. Bunda menanyakan kabar saya. Beliau selalu ramah. Setelah berbincang, gadis cilik itu mengajakku ke kamarnya. "Waaaaah... What happen with ur room?!" Saya terkejut melihat perbedaan kamarnya. "We're going to move to our new home," jawabnya. Bunda segera menjelaskan bahwa keluarganya akan pindah rumah, mereka akan mengosongkan rumahnya yang sekarang dan berkunjung setiap akhir pekan saja. Saya tertegun, membayangkan mereka akan jauh dari sini. Ya, setidaknya masih di planet bumi... Akhirnya saya memutuskan untuk memulai dan melihat kisi-kisi untuk besok. Saya menyanyikan greeting song untuknya. Dia menjawabnya. Tiba-tiba dia menyanyikan do-re-mi song, that's my fav song. We're sing together. 
Doe, a deer, a female deer
Ray, a drop of golden sun
Me, a name I call myself
Far, a long, long way to run
Sew, a needle pulling thread
La, a note to follow Sew
Tea, a drink with jam and bread
That will bring us back to Do
Beberapa kali kami menyanyikannya. Dia meraih boneka caterpillarnya dan seperti biasa saya memekik ketakutan. Saya membuka jaket dan menunjukkan spider yang menempel di kerudung saya. Gantian dia yang menjerit. Kemudian kami tertawa bersama. Kurang lebih sudah 5 tahun kami belajar bersama. Sebentar lagi dia lulus karena ikut kelas akselerasi, jadi dari kelas 5 langsung ke SMP. Tidak terasa bentar lagi dia jadi anak SMP. Saya merasa sayalah yang banyak belajar darinya. Selain perbedaan caterpillar dan spider, kami mempunyai banyak persamaan karakter dan hobby. Menggambar dan baca komik. Dia bahkan menggambar pesanan teman-teman di kelasnya dan gambarnya dijual. Dia tahu saya suka detective. Dia mengoleksi komik Detektif Conan. Saya suka membawa-bawa magnifying glass. Saat melihatnya memegang magnifying glass, saya merasa lucu. Saya waktu itu bertanya, "Lagi liat apa?" "Nyari stomata", jawabnya sambil ngeliatin daun di depan rumahnya. Saya tergelak mendengar jawabannya. Keingintahuannya memang sangat tinggi. Setelah lama tidak bertemu, conversationnya juga semakin bagus saja. Hampir seharian ini kami ngobrol pake english. Kalau sama dia waktu tidak terasa berlalu. Saya sampai ke rumah jam setengah sembilan malam. Saya berharap dia bisa tetap bahagia di manapun dia berada. Semoga Engkau selalu melindunginya.. Semoga Engkau juga melindungi keluarganya..

UTS Hari ke-3

Ohayou.
Hari ini akan sangat menyenangkan.
Ureshii.
Terkadang aneh juga kalau mereka bilang, "Bu mau main yang kayak gini lagi." (sambil nunjuk lembar soal)
UTS mereka sebut main. Huahahahahaha.
Waktu tes formatif mereka juga bilangnya, "Wah, ulangan? Asik ulangan, rame ih."
Benar-benar aneh. -_-"
Anak-anak yang aneh. ^_^