Sunday, December 7, 2014

Ketika Mas Gagah Pergi


Kemarin-kemarin pas waktu nunggu temen-temen liqa yang belum dateng, saya ngoprek-ngoprek rak buku MB, terus nemu buku kumpulan cerpen Ketika Mas Gagah Pergi karya Helvy Tiana Rosa. Lumayan bikin berkaca-kaca, udah lama gak baca sastra yang jleb ke hati. Heu. Ni saya dapet dari link http://sastrahelvy.com/2014/09/05/ketika-mas-gagah-pergi/ tapi ko rada beda dengan yang dibuku. Mungkin ini ditambahin kali ya, buku di rumah MB mah udah jadul, kayaknya ini versi terbaru. MARKICA (Mari Kita Baca). ^_^

Mas Gagah berubah! Ya, sudah beberapa bulan belakangan ini Mas, sekaligus saudara kandungku satu-satunya itu benar-benar berubah.
Mas Gagah Perwira Pratama, masih kuliah tingkat akhir di Teknik Sipil UI. Ia seorang kakak yang sangat baik, cerdas, periang dan tentu saja ganteng! Mas Gagah juga sudah mampu membiayai kuliahnya sendiri dari hasil mengajar privat matematika untuk anak-anak SMP dan SMA, menjadi model majalah, hingga menjadi senpai di sebuah klub karate.
“Hai cewek tomboi!” sapanya suatu kali. “Waktunya kamu belajar bela diri! Percuma kan punya Mas karateka sabuk hitam, kalau kamu nggak bisa karate?”
Hari-hari kami pun bertambah dengan berlatih karate bersama. “Nggak usah kursus. Kursus sama Mas aja. Habis ini latihan modeling ya, biar jalanmu nggak lebih gagah dari Mas!” sindirnya sambil senyum.
Sejak kecil aku sangat dekat dengannya. Tak ada rahasia di antara kami. Ia selalu mengajakku kemana ia pergi. Ia yang menolong saat aku butuh pertolongan. Ia menghibur dan membujuk di saat aku bersedih. Membawakan oleh-oleh sepulang sekolah dan mengajariku mengaji. Pendek kata, ia selalu melakukan hal-hal yang baik, menyenangkan dan berarti banyak untukku.
Saat memasuki usia dewasa kami jadi makin dekat. Kalau ada saja sedikit waktu kosong, maka kami akan menghabiskannya bersama. Jalan-jalan, nonton film, konser musik atau sekadar bercanda bersama teman-teman. Mas Gagah yang humoris itu akan membuat lelucon-lelucon santai hingga aku dan teman-temanku tertawa terbahak-bahak. Dengan sedan putihnya ia berkeliling mengantar teman-temanku pulang usai kami latihan teater. Kadang kami mampir dan makan dulu di Kemang atau tempat-tempat yang sedang happening.
Tak ada yang tak menyukai Mas Gagah. Jangankan keluarga atau tetangga, nenek-kakek, orang tua dan adik kakak teman-temanku menyukai sosoknya!
“Kakak kamu itu keren, cute, macho dan humoris. Masih kosong nggak sih?”
“Git, gara-gara kamu bawa Mas Gagah ke rumah, sekarang orang serumahku sering membanding-bandingkan teman cowokku sama Mas Gagah lho! Gila, berabe kan?”
“Gimana ya Git, agar Mas Gagah suka padaku?”
Dan masih banyak lontaran-lontaran senada yang mampir ke kupingku. Aku cuma mesam-mesem. Bangga.
Pernah kutanyakan pada Mas Gagah mengapa ia belum punya pacar. Apa jawabnya?
“Mas belum minat tuh! Kan lagi konsentrasi kuliah. Lagian kalau Mas pacaran, banyak anggaran. Banyak juga yang patah hati! Hehehe,” kata Mas Gagah pura-pura serius.
Mas Gagah dalam pandanganku adalah sosok ideal. Kombinasi yang unik dari banyak talenta. Ia punya rancangan masa depan, tapi tak takut menikmati hidup. Ia moderat tapi tak pernah meninggalkan shalat! He’s a very easy going person. Almost perfect!
Huaa, itulah Mas Gagah. Mas Gagah-ku yang dulu!
Namun seperti yang telah kukatakan, entah mengapa beberapa bulan belakangan ini ia berubah. Drastis! Dan kalau aku tak salah, itu seusai ia pulang dari Madura.
“Memang ngapain sih Mas, ke Madura segala? Lama lagi!”
“Diajak survei sama salah satu profesor dan kontraktor, untuk perencanaan bangunan besar di sana, Dik Manis! Sekalian penelitian skripsi Mas….”
Ah, soal bangunan dan penelitian skripsi. Lalu kenapa Mas Gagah bisa berubah jadi aneh gara-gara hal tersebut? Pikirku waktu itu.
“Mas ketemu kiai hebat di Madura,” cerita Mas Gagah antusias. “Namanya Kiai Ghufron! Subhanallah, orangnya sangat bersahaja, santri-santrinya luar biasa! Di sana Mas memakai waktu luang Mas untuk mengaji pada beliau. Dan tiba-tiba dunia jadi lebih benderang!” tambahnya penuh semangat. “Nanti kapan-kapan kita ke sana ya, Git.
Huh.
Dan begitulah. Mas Gagah pun berubah menjadi lebay dalam hal agama seperti sekarang, hingga aku seolah tak mengenal dirinya lagi.
Aku sedih. Aku kehilangan. Mas Gagah yang dulu, yang selalu kubanggakan kini entah ke mana….

Friday, November 21, 2014

Aamiin

Mulai kerasa motahnya bayi yang ada dalam perut. Lagi ngapain ya di dalem. Uyuhan ga sempit gtu diem di situ. Benar-benar ajaib kekuasaan Allah yang telah menciptakan manusia dan menyimpannya dalam rahim yang kokoh.. Bulan ini masuk 7.. Tinggal 2 bulan lagi dia akan merasakan kehidupan di luar perut saya.. Semoga sehat, normal, lancar.. Selamatkan kami Ya Rabb..

Wednesday, October 22, 2014

Darimana nama Bandung berasal?

        Kemunculan nama Bandung dapat ditelusuri dari tiga sisi yang berbeda. Pertama dari aspek tradisional, kedua dari aspek akademis, dan ketiga dari aspek filosofi. Berdasarkan dari tinjauan ketiga aspek tadi timbul beberapa persepsi mengenai istilah Bandung. Dalam tataran kebahasaan di kalangan orang Sunda, pengungkapan makna sebuah kata seringkali dilakukan dengan cara memberikan perkiraan-perkiraan makna. Kebiasaan ini dikenal dengan istilah kirata, singkatan dari dikira-kira tapi nyata.
        Istilah ini muncul dengan latar belakang keberadaan Danau Bandung. Kisah legenda Sangkuriang yaitu terbendungnya aliran danau oleh sebuah perahu 'ciptaan' Sangkuriang manakala cita-cita menemukan cinta sejati terhadap Dayang Sumbi yang tidak lain adalah ibu kandungnya sendiri mengalami kegagalan. Karena tidak tercapainya waktu yang ditentukan sebagai syaratnya, akhirnya perkawinan Sangkuriang dengan Dayang Sumbi mengalami kegagalan. Sangkuriang tidak menerima kenyataan itu dan akhirnya menumpahkan seluruh kekecewaannya dengan menendang 'perahu' ciptaannya hingga membendung aliran danau tempat yang akan mereka jadikan sebagai tempat berlayar manakala kelak terjadi jalinan kasih dua sejoli.
        Sementara dalam kajian ilmu atau pengumpulan cerita purbakala, diperoleh suatu keterangan yakni terbendungnya Sungai Citarum oleh lahar Gunung Tangkuban Parahu yang mengakibatkan terbentuknya telaga untuk sementara waktu. Telaga tersebut terdiri dari dua bagian yang disambungkan oleh selat yang menyempit pada intermediate volcanic ridge, yaitu antara tepi gunung berapi sebelah utara di daerah Cimahi hingga bagian di sebelah barat pada dataran Batujajar sampai Padalarang. Satu lagi berada di sebelah timur yaitu sekitar Kota Bandung sampai Cicalengka.
        Bandong atau disebut juga parahu bandong adalah sebuah alat transportasi air yang digunakan masyarakat, yaitu sejenis perahu atau rakit terbuat dari bambu yang terjadi pada ribuan atau ratusan tahun yang lampau. Dikisahkan pada saat itu ketika orang yang bermukim sekitar daratan sebelah utara (misalnya Lembang) hendak bepergian ke daerah daratan sebelah selatan (misalnya Cicalengka atau ke Garut) selalu menggunakan bandong. Daerah perairan yang dilewati bandong itulah kemudian disebut sebagai daerah bandong atau Bandung sekarang. Sekitar abad ke-17 seorang mardjiker bernama Juliaen de Silva sebagai orang asing pertama yang memasuki wilayah Bandung pada tahun 1641 sempat menulis, "Ada sebuah negeri dinamakan Bandong yang terdiri dari 25 hingga 30 rumah." Pada saat itu Kompeni Belanda menyebutnya "Negorij Bandong" atau "West Oejoeng Broeng".
        Istilah ini mengandung dua pengertian. Pertama memiliki arti alat yang disebut bandung,  dan pengertian kedua memiliki makna filosofi merupakan akronim dari banda indung (sesuatu yang dimiliki seorang wanita yang membedakan dengan laki-laki). Secara filosofis dari ajaran Sunda Kuno, dalam ungkapan 'maca uga na waruga' istilah bandung memiliki keterkaitan makna dengan istilah-istilah awak sakujur, yaitu merupakan bagian tubuh yang dimiliki seorang wanita yaitu kandungan atau rahim sang ibu. Istilah bandung berdasarkan makna filosofis adalah karakter dan kodrat seorang wanita. Oleh sebab itu bandung juga sering dimaknai sebagai banda indung, atau sesuatu yang istimewa yang dimiliki seorang ibu yaitu rahim sebagai ruang untuk melahirkan keturunan. Ya, Bandung mirip kandungan yang selalu melahirkan sesuatu.
        Dalam Khazanah filosofi masyarakat Sunda Kuno, banyak nama-nama tempat yang dihubungkan dengan bagian pemberi hidup dalam awak sakujur (anggota tubuh). Misalnya, nama galuh, yang berarti naluri atau 'kereteg'. Dan garut, ada yang memberi makna merupakan bagian tubuh yang disebut udel (pusar).
        Dalam kisah lain yang beredar di kalangan masyarakat Kampung Sapan kecamatan Bojongsoang, disebutkan bahwa istilah bandung berkaitan dengan sebuah alat berupa jaring yang disimpan di tengah-tengah sungai untuk membendung laju ikan yang akan diambilnya di dalam sungai. Tempat itu berada di sekitar pertemuan antara Sungai Citarik dan Citarum. Sehingga tempat itu sempat disebut Kampung Bandung.

Saturday, September 20, 2014

Memaknai Cinta, Pernikahan dan Kebahagiaan

Nemuin tulisan yang bagus di salah satu page Muslimah Talk. Keren lah tulisannya menurut saya mah. Saya copy paste di blog biar ntar kapan-kapan bisa baca lagi kalau lagi lupa.

Memaknai Cinta, Pernikahan dan Kebahagiaan
Oleh : Ustadz Cahyadi Takariawan
Mari kita belajar dari Plato dan Socrates untuk memahami makna cinta, pernikahan dan kebahagiaan.
1. Makna Cinta
Suatu hari, Plato bertanya kepada gurunya, Socrates, tentang makna cinta.
Socrates: Pergilah ke ladang, petik dan bawalah setangkai gandum yang paling besar dan paling baik, tapi ingat satu hal, kamu hanya boleh berjalan satu arah. Setelah kamu lewati kamu tidak boleh kembali dan kesempatanmu hanya sekali.
Plato melalukan apa yang diminta, tetapi dia kembali dengan tangan kosong.
Socrates : Kenapa engkau kembali dengan tangan kosong?
Plato: Aku melihat beberapa gandum yang besar dan baik saat melewati ladang, tetapi aku berpikir mungkin ada yang lebih besar dan lebih baik dari yang ini, jadi aku melewatinya saja. Namun ternyata aku tidak menemukan yang lebih baik dari yang aku temui di awal, akhirnya aku tidak membawa satupun.
Socrates : Itulah cinta.
******
Ya, cinta itu terus mencari yang terbaik, dan ternyata tidak ada yang terbaik. Manusia terus berjalan mencari cinta, namun ia selalu menghendaki sesuatu yang lebih, hingga akhirnya mereka mendapatkan kehampaan. Manusia selalu membandingkan, selalu merasa tidak puas, selalu dilanda kegelisahan. Mereka terus mencari, namun tidak pernah mendapatkan, karena menghendaki yang "lebih" dari apa yang ada.
Kecuali jika mereka berlabuh pada cinta karena Tuhan. Maka mereka mendapatkan jawaban.
Mencintai karena pertimbangan yang bercorak material --seperti kecantikan, ketampanan, kekayaan, kedudukan, pangkat, jabatan, fasilitas, popularitas, dan lain-lain-- sah-sah saja. Namun jika hanya karena pertimbangan itu cinta dilabuhkan, maka tidak pernah ada pelabuhannya. Tidak pernah ada muaranya. Cinta hanya akan membawa kepada kesengsaraan dan kehinaan.
Mencintalah karena Tuhan. Maka ada pelabuhan kokoh tempat engkau bersandar. Ada tempat yang lapang dan nyaman agar engkau bisa melabuhkan cintamu tanpa ragu, tanpa pengembaraan yang hampa dan sia-sia.
Demi masa.
Sesungguhnya manusia itu benar-benar dalam kerugian.
Kecuali orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal saleh dan nasehat menasehati supaya mentaati kebenaran dan nasehat menasehati supaya menetapi kesabaran.
*************
2. Makna Pernikahan
Pada hari yang lain, Plato bertanya kepada Socrates tentang makna pernikahan.
Socrates: Pergilah ke hutan, potong dan bawalah pohon yang paling tebal dan yang paling kuat, tapi ingat satu hal, setelah kamu lewati kamu tidak boleh kembali dan kesempatanmu hanya sekali.
Plato pergi melakukan apa yang diminta, tapi dia tidak membawa pohon yang tebal dan kuat, dia hanya membawa pohon yang bagus.
Socrates : Mengapa engkau membawa pohon yang itu?
Plato: Aku melihat beberapa pohon yang bagus dalam perjalanan di hutan, tapi kali ini aku belajar dari kasus gandum, jadi aku memilih pohon ini. Karena jika tidak, aku takut kembali dengan tangan kosong lagi, kurasa inilah pohon terbaik.
Socrates : Itulah makna pernikahan.
**************
Menikah adalah bab mengambil keputusan, setelah engkau melakukan proses pencarian. Tidak ada manusia sempurna, selalu ada kekurangannya. Jika engkau melihat gadis cantik, di tempat lain juga ada gadis yang lebih cantik. Jika engkau tertarik pemuda tampan, di tempat lain juga ada pemuda yang lebih tampan.
Engkau hanya memerlukan seseorang yang akan menemanimu, mengerti dirimu, bisa menerima kondisimu, mau menjadi sahabatmu dalam suka dan duka, melewati hidup bersama dalam segala keadaannya. Engkau tidak memerlukan seseorang yang sempurna untuk menjadi suami atau istrimu, karena memang tidak ada lelaki sempurna, tidak ada perempuan sempurna.
Siapapun yang engkau pilih untuk menjadi pendamping hidupmu, ia selalu memiliki kekurangan. Sebagaimana dirimu pun memiliki kekurangan. Maka jangan pernah berharap kesempurnaan dari manusia. Sebab kesempurnaan hanya milik Tuhan.
Engkau hanya perlu memutuskan untuk memilih seseorang yang mencintaimu karena Tuhan. Bisa menemanimu untuk beribadah kepada-Nya. Bisa membahagiakanmu dalam bimbingan Tuhan.
***********
3. Makna Kebahagiaan
Dalam kisah "konon" tersebut, Plato kembali bertanya kepada Socrates tentang makna kebahagiaan.
Socrates: Pergilah melewati taman, petiklah bunga yang paling cantik, tapi ingat satu hal, setelah kamu lewati kamu tidak boleh kembali dan kesempatanmu hanya sekali.
Plato pergi melakukan apa yang diminta, dia kembali membawa bunga yang cukup cantik.
Socrates : Apakah ini bunga yang paling cantik?
Plato: Aku melihat bunga ini, lalu memetiknya, dan meyakini ini adalah bunga yang paling cantik. Dalam perjalanan di taman aku melihat sangat banyak bunga yang cantik, namun aku tetap yakin bunga yang aku petik adalah yang paling cantik. Dan aku pun membawanya kemari.
Socrates : Itulah kebahagian.
*********
Engkau merasa bahagia karena engkau puas dengan apa yang engkau miliki. Engkau tidak mengharap-harap apa yang engkau tidak miliki. Engkau bersyukur memiliki pasangan hidup dengan segala kelebihan dan kekurangannya. Engkau menikmati hidup bersama pasanganmu, belahan jiwamu, kekasih hatimu.
Bahagia itu letaknya ada di dalam jiwa yang selalu bersyukur, hati yang bersih, pikiran yang jernih. Bahagia itu ada dalam ketaatan kepada Tuhan, kecintaan kepada segala ketetapanNya, ridha dengan karuniaNya.
Jika engkau tidak pernah merasa puas dengan apa yang engkau miliki, maka secantik apapun istrimu, setampan apapun suamimu, engkau tidak akan pernah bahagia. Engkau tetap merana dan merasa hampa. Engkau merasa, kebahagiaan adalah milik orang lain. Seakan engkau tidak pernah memilikinya.
Engkau iri dengan orang lain yang istrinya lebih cantik dari istrimu, yang suaminya lebih tampan dari suamimu, yang ekonominya lebih mapan dari ekonomimu, yang kedudukannya lebih tinggi dari kedudukanmu. Maka bagaimana engkau akan bisa mendapatkan kebahagiaan, jika engkau selalu bersikap seperti itu?
***********

Alhamdulillah, finally I found someone who will listen to me what I am saying and in shaa Allah stays with me until my last breath.
Alhamdulillah, I found someone who will pray to Allah for all of our dreams come true.
Alhamdulillah, I found someone who will always hang out with me and make every day a memorable one.
Alhamdulillah, I found someone who will believe in my self and my efforts to achieve our goals.
Alhamdulillah, I found someone who will give me love whenever I need.
Alhamdulillah, I found someone who will take care of me when I am sick.
Alhamdulillah, I found someone who will hug me when things are not good around me and will say everything will be fine, Allah with us, dont lose hopes and have faith.
Alhamdulillah, I found someone who will always be with me when I am alone.
Alhamdulillah, I found someone who will be crazy and funny every single day.
Alhamdulillah, I love to see what I become when I am around him. He taught me what love is. I am having so much fun with him
Alhamdulillah,Then which of the Blessings of your Robb will you deny? (QS Ar Rohman : 13)
For my beloved husband, love you until we walk together hand in hand toward the gates of Jannah in shaa Allah :)

Saya menyadari sesuatu setelah membaca tulisan ini. Saya bersyukur diberikan suami yang saya cintai karena Allah, dan semoga dia pun mencintai saya karena Allah. Saya bahagia karena ditengah kekurangan saya dan kekurangannya, ada yang Maha Sempurna yang telah menyatukan kami untuk saling melengkapi. Semoga kami bisa menjadi lebih baik dengan kebersamaan ini. Buat saya yang paling indah emang kalau shalat berjamaah bareng berdua, saat kami bersama mengingat-Mu, semoga tujuan kami selalu Dirimu.. Semoga Engkau selalu menyertainya dan dia selalu bisa merasakan kehadiran-Mu di setiap harinya.. Aamiin..

Saturday, September 13, 2014

It's Saturday

Hari ini libuuuuuur... Yeeeeee.. :D
Tapi libur sekolahnya diganti sama jadwal nyuci sama nyetrika. Huahaha.
Sebelum nyuci mau nulis dulu ah, udah lama ga ngisi blog.
Kandungan saya bentar lagi mau 5 bulan, mudah-mudahan janinnya sehat dan normal. 
Udah seminggu lebih flu dan batuk ini ga berhenti-berhenti, semoga cepat pergi virusnya.
Ngajar bari ingsreuk-ingsreukan dan uhuk-uhukan bener-bener ga keren. Tapi anak-anak ngertiin banget, mereka mau beliin tisu ke kantin, mau pangbawain tas dan jaket, padahal saya ga minta. Terharuuu..
Suami juga selama ini yang pangnyuciin baju, walaupun alasannya biar cepet (karena saya nyucinya lamaaaa) tapi ya salut aja biasanya sebelum nikah dia ga pernah nyuci. Padahal saya juga ga pernah minta dia nyuci. Meumpeung dia mah lagi ga libur, jadi hari ini saya aja yang nyuci biar dia ga punya kesempatan buat bantuin,, bukannya saya ga mau dibantuin,, tapi yaaaa... Saya nyucinya emang lamaaa, dan dia nyucinya cepet banget banget banget. Hahaha.
Well, saya belum bisa menyesuaikan kinerjanya yang super cepat dengan saya yang leletnya minta ampun. Tapi kalau ke sekolah biasanya saya jadi guru pertama yang hadir paling pagi karena perginya bareng suami. Saya tau dia gemes banget kalau saya lelet, tapi saya suka menikmati pekerjaan yang "sedang" saya lakukan dengan santai.. Ya walaupun akibatnya manajemen waktu saya jadi acak-acakan gara-gara terlalu menikmati proses. Tapi sekarang jadi ngerasa kayak smp lagi waktu saya jamannya ikut paskibra. Sedikit-sedikit saya juga harus membiasakan diri buat lebih cepet. Belajar terus terus terus.
Oh iya saya udah wisuda tanggal 20 Agustus kemarin. Ibu, ayah, adik, dan suami dateng. nenek juga dateng. Adik ngasih bunga, suami ngasih boneka wisuda. Ayah sama ibu juga ngasih boneka. Suami bilang jadi ga spesial karena bonekanya jadi ada dua da ga taueun ayah sama ibu juga beli boneka wisuda. Saya bingung, padahal kan buat saya kehadirannya aja udah spesial nyampe dia izin ga kerja buat dateng ke wisudaan saya. Dia juga sudah berusaha setiap hari menanggung kehidupan saya. Mengambil tanggung jawab dari orang tua saya. Saya tau itu butuh keberanian yang besar. Gambattene Chikyuu~kun. ;)

Wednesday, July 2, 2014

T-Campus

Kemarin sidang yudisium. Tapi saya ga ngeh. Kirain cuman pengumuman nilai aja. Soalnya senin teh baru sidang skripsi, ga nyangka selasanya langsung yudisium. Sebelum ke kampus suami bilang mau langsung ke Ciparay jadi tarantula bawa aja biar ga usah bolak-balik ngasih makan lagi da bentar lagi stay di Ciparay. Harusnya packing dulu di toples yang ukurannya pas sama tarantulanya + dikasih kapas basah biar lembap. tapi mepet harus langsung ke kampus, dibawa langsung di toples itu pake kresek deh. Saya belum pernah ngajak mereka keluar rumah, terakhir dibawa ke jalan tuh pas ngangkut mereka dari penjualnya ke rumah. Itu juga dubuntel-buntel lagi pake koran di luar toplesnya biar ga terlalu keguncang-guncang. Selama di jalan pas ada gijlegan saya refleks bilang ke suami buat hati-hati kasihan tarantulanya. Suami negur gara-gara saya malah merhatiin tarantula bukannya bayi yang ada di dalam perut saya. Bener juga sih, tapi kan bayi mah kayaknya udah biasa keguncang-guncang tiap hari da saya harus bulak-balik Pasir Impun/kampus/Ciparay. Dan saya udah menganggap sitatu sama sitawa anak sendiri. Tetep kepikiran kondisi mereka dalem toples selama perjalanan. Nyampe kampus saya masih megang kresek berisi toples-toples. Nanyain ke mahasiswa-mahasiswa yang pake jaster di mana tempat acaranya. Mereka bilang di aula lantai 3. Saya heran kenapa harus di aula segala (da ga tau itu teh acara yudisium). Pas ngelewat ke akademik ketua prodi manggil-manggil saya. Beliau menanyakan transkrip nilai saya, katanya ga ada jadi nilai saya belum bisa diolah. Saya heran kan pas daftar sidang saya masukin ke map yang asli + fcnya juga. Eh ternyata maksudnya transkrip nilai yang dari SINO, kirain teh KHS. Da di persyaratan mah asa KHS dan pas persyaratan saya diperiksa waktu itu katanya udah lengkap. Jadi akademik ngitung satu persatu nilai dari KHS saya. Saya langsung ke lantai 3. Salah satu adik tingkat menanyakan apa yang saya bawa di dalam kresek, saya bilang peliharaan. Dia langsung kaget dan bilang "Teteh bawa-bawa tarantula pas sidang yudisium?!". Saya heran, terus akhirnya ngeh ternyata kemarin teh sidang yudisium.. Parah lah. Selama acara itu pikiran saya fokus ke tarantula dan berdo'a semoga mereka baik-baik saja. Ketua prodi mengumumkan nim, nilai sidang, nilai ipk, nilai yudisium, dan nama mahasiswa. Itu teh ratusan orang. Pas ada nim yang dibacain awalnya bukan 100 tapi 09, mahasiswa di sekitar saya bilang, "Teh, itu teteh." Saya cuman senyum da pikiran saya masih ke tarantula. Udah beres acara, langsung nyari tempat buat ngebongkar toples, saya mau mastiin mereka masih hidup. Akhirnya dapet ruangan yang ga dikunci, di ruang observasi mikro teaching. Saya keluarin semua isi toplesnya, cocopeatnya bertebaran di lantai. Saya koreh-koreh cocopeatnya, tapi saya ga bisa nemuin tarantulanya. Eh, ternyata dia nyumput di bawah pohon-pohonan. Lega lah masih gerak.. Hari ini pengennya ngerehousing mereka..

Thursday, May 22, 2014

Kecay,, dimanakah?

Pagi ini cukup menggemparkan dengan kejadian yang tidak terduga. Kecay melarikan diri dari sangkarnya. Kronologisnya menurut cerita ibu: Tadi subuh dikeluarin terus dikasih makan, dan sepertinya ibu lupa menutup pintu sangkar. Jam 8:30an ayah teriak" Kecay ga ada. Jam 6an kata ayah masih ada, tapi ga nyadar kalau pintunya kebuka. Udah dicariin ke tetangga-tetangga yang kira-kira disinggihi Kecay tapi ga ketemu juga.. Kemanakah Kecay terbang? Mudah-mudahan Kecay ga apa-apa.. Mudah-mudahan bisa bertahan hidup di luar sana.. Mudah-mudahan bisa kembali ke rumah.. Ibu terlihat sangat menyesal.. Adik saya cuman komentar: "Makanya ngapain melihara binatang, tuh kan kabur.." Saya langsung ngecek enclosure Sitatu sama Sitawa.. Fiuuhh.. Mereka masih ada.. Saya bakalan nangis da kalau mereka sampai ga ada.. Kayaknya ayah nangis deh Kecay ga ada. Hikmahnya adalah, untung bukan saya yang membuka pintu sangkar jadi saya ga terlalu merasa bersalah, terus saya ga akan mau ah disuruh ngasih makan bisi lupa nutup pintu sangkar, ga papa deh kalau cuman ngasih sosin mah da cuman diselapin di sangkar ga usah ngebuka pintu. Tapi lebar oge, Kecay kan dikasih dari Chikyuu~kun.. Saya suka saat Kecay bernyanyi.. Suaranya indah..

Sunday, May 11, 2014

U can do it Sinta!

Sudah dua minggu lebih saya menjadi seorang istri. Saya tidak mau terlonjak oleh kebahagiaan yang sangat, walaupun sekarang adalah masa-masanya kebahagiaan itu sedang mekar. Saya harus mencoba menahan agar tidak terlalu tersulut kebahagiaan yang terlalu memuncak. Masih harus belajar menjadi istri yang baik.. Terutama tentang memasak.. Sigh,,, kepercayaan diri saya terhadap keterampilan itu masih sangat rendah. Da biasanya masak buat diri sendiri aja kalau laper dan kalau ga ada makanan atau lagi ga ada ibu. Itu juga ga merhatiin rasa, da emang buat diri sendiri yang dalam kondisi laper. Kalau lagi laper mah ya dimakan masakan sendiri juga gimanapun rasanya. Jadi kalaupun kemarin sempet masak tetep belum berani menyajikan untuk suami. Selera makanan kami beda jauh, saya harus belajar buat masak masakan yang pedes.. Sempat berpikir untuk ikut cooking class, tapi asa lebar kudu bayar. Mending les gratisan ke ibu atau mamah. Tapi,, pengen nyoba masak sesuatu yang baru.. Kepikiran buat bikin bento yang lucu-lucu.. Tapi,, kepedean saya itu loh,, aduh.. Asa belum kumplit kalau belum bisa masak.. Ga boleh banyak tapi-tapian juga kayaknya. Mungkin harus nyoba dulu, maksain harus berani pede. Masih banyak mikir tentang masak-memasak mah. Nasehatnya jangan dipikirkan tapi lakukan, ntar kayak skripsi yang belum beres deh kalau dipikirin aja mah. Alhamdulillah Engkau telah mengaruniakan suami yang baik.. Saya juga harus berusaha menjadi istri yang baik ya.. Tiap hari kalau dia mau pergi kerja sebenernya sedih, tapi kan harus rela melepasnya untuk melaksanakan kewajibannya dengan tersenyum. Cuman bisa berdo'a dalam hati semoga selamat selalu dan diberkahi setiap langkahnya.. Pesannya untuk saya adalah kerjakan skripsi.. Insya Allah saya akan menyelesaikannya bulan Juni.. Bismillah.. Itu adalah perintah yang harus saya taati. Semoga saya bisa..

Sunday, April 20, 2014

Zzzz

Lagi dan lagi.. I can't face him. -_-"
Kalau di rumah keluarganya mah mau ga mau diberaniin. Tapi kalau di rumah sendiri bisa nyumput. Jadi ngebiarin orang itu ngobrol sama ibu atau ayah aja deh. Cuman tadi tuh gak ngeh kalau dia udah ada di rumah. Da ketiduran. Kebangunin sama sms dia yang nanyain tarantula. Kaget juga sih ngedenger dia lagi ngobrol sama ibu di ruang tamu. Kenapa saya harus ketiduran sih. -_-" Biasanya saya kan ga tidur siang. Cuman mungkin karena kondisi saya lagi gak fit terus tadi pagi lupa sarapan dan langsung pergi liqa. Selesai shalat zuhur buka fb dan ngoment beberapa post temen di event, eh laptopnya dirampas adik. Baca novel Toto-chan lagi deh, dan ga sadar ketiduran. Pekan ini saya harus sembuh dari flu dan demam ini.. Aamiin..

Friday, April 18, 2014

Meet them again

Tadi teh acaranya lumayan gj, tapi setidaknya bisa bertemu angkatan 2009 walau tidak semua bisa hadir. Simulasinya lucu, bagaimanapun merasa bersalah juga karena di benak saya penuh dengan pikiran tentang skripsi sampai saat membuat puisi pun tentang uji normalitas dan homogenitas. -_-“
Waktu mendekati akhir acara ada yang menyampaikan kabar bahagia, padahal saya tadinya mau memberitau mereka sendiri lewat sms ntar, eh malah diduluin...  nyebelin juga sih, tapi ya udah lah da udah. Dan ternyata ada kabar sedih juga. Salah satu saudara saya mengalami musibah, dia tidak bisa ikut acara hari ini karena harus ke luar kota. Saya harap ayahnya bisa sehat lagi dan pekan depan dia bisa hadir di pernikahan saya. Semoga pekan depan mereka yang berada di luar kota bisa pada ke Bandung... Saya tau akan tiba saatnya kami berpisah, tapi ukhuwah para alumni 2009 ini akan tetap terikat erat. Buktinya walaupun kami sudah menjadi alumni, selama lima tahun ini masih tetap bisa berkumpul.
Pas pulang langsung diomelin karena saya pergi”an terus, mulai besok saya gak boleh ke luar rumah lagi. Sigh... Akan membosankan, tapi kayaknya harus nurut karena saya juga merasa kondisi tubuh saya mulai drop setelah hampir tiap hari hujan”an.. Mereka bilang cuman seminggu “dikurungnya”, biasanya orang lain mah 40 hari. Emang dari mana ada aturan kayak gitu sih..

Monday, April 14, 2014

Bismillaah

Jadi baca lagi tentang hakikat penciptaan manusia.. Walaupun dari dulu sudah berulang kali dibaca, tapi saya manusia tempatnya lupa. Tentang hati, akal, jasad, dan keseimbangan dari ketiga potensi itu. Tentang amanah sebagai manusia dan tugas saya yang cuman ada 2, beribadah dan menjadi khalifah. Tapi walaupun cuman 2 tidak sesederhana itu.. Ya karena ibadah maknanya tidak sesempit hanya hubungan dengan Allah saja, tapi juga hubungan dengan sesama manusia dan diri sendiri pun juga ibadah. Dan itu sulit, sebagai manusia yang egois saya merasa itu sulit. Beberapa amanah yang dibebankan kepada saya ternyata berat untuk saya tanggung.. Amanah sebagai mahasiswa, amanah sebagai guru, amanah sebaagai anak.. Dulu itu terasa ringan, tapi 2 tahun terakhir ini harus saya akui sangaaaat berat.. Mungkin itu karena hubungan saya dengan Allah yang menjadi kurang baik.. Dan harus saya perbaiki secepatnya sebelum amanah-amanah yang baru mau tidak mau pasti akan datang. Berbicara memang mudah, tapi melaksanakannya itu... Sigh.. Efek domino,, melalaikan amanah sebagai mahasiswa, peran saya sebagai anak dan guru juga jadi terganggu.. Harus diselesaikan.. Bismillaah..

Monday, April 7, 2014

Age is just number, Young is forever and Mature is character

Itu bukan quote saya. Saya menemukan kata-kata itu di salah satu website yang langsung bikin saya ...jleb...
Well, kematangan pribadi saya bisa dibilang... Ya gitu lah...
Mungkin saya harus mencoba untuk lebih dewasa, walaupun menjadi dewasa adalah sesuatu yang membosankan. Dapatkah seseorang menjadikan saya dewasa.. Tidak bisa! Saya yang harus mendewasakan diri sendiri. Sebenarnya pengertian dewasa itu apa sih.. Kayaknya relatif deh walaupun ada beberapa definisi dari para ahli. Tapi menurut saya, dewasa itu adalah suatu kondisi dimana individu dapat menyelesaikan permasalahan-permasalahan dalam kehidupannya dengan benar. Benar dalam arti disini juga relatif. Menurut saya benar itu adalah sesuai dengan aturan yang sudah ditetapkan, dan bagi saya aturan yang absolut itu adalah aturan dari yang telah menciptakan manusia, ya.. dari Dzat yang telah menciptakan saya dan dari penyampai risalah-Nya. Aturan yang dibuat oleh manusia berupa hukum tertulis maupun adat juga harus ditaati selama tidak keluar dari aturan yang telah ditetapkan oleh Penguasa Aturan Alam Semesta dan rasul-Nya. Tetapi memaksakan kehendak untuk tidak mengikuti aturan manusia yang menyimpang dikatakan tidak dewasa apabila cara penyampaiannya yang tidak sesuai dengan norma yang berlaku dalam masyarakat. Ketidaksesuaian penyampaian yang dilakukan walaupun hal yang disampaikan merupakan kebenaran dapat dianggap menjadi suatu kesalahan yang besar sehingga kemampuan berkomunikasi adalah suatu kunci untuk kedewasaan. Komunikasi yang bagaimana.. Itu yang belum saya pahami, saya tau tapi belum paham. Dengan komunikasi yang baik yang salah pun bisa menjadi seolah benar. Karena saya belum memahami bagaimana caranya mengomunikasikan keinginan dengan baik maka saya belum dapat dikatakan dewasa. Karena komunikasi adalah kunci penting dalam menyelesaikan permasalahan-permasalahan dalam kehidupan manusia sebagai makhluk sosial dan dewasa itu apabila dapat menyelesaikan permasalahan. Kalau sebagai makhluk individu sih gak usah ribet-ribet komunikasi sama orang lain. Ya mau gimana lagi, interaksi dengan orang lain memang sulit, tapi mau tidak mau harus dilakukan karena inilah kehidupan. Lalalalalalalalalala. Saya mulai lieur. Haha.

Saturday, April 5, 2014

PKS insya Allah menang

Tadi akhirnya bisa ikut GESIT. Subhanallah, bareng-bareng kader dan ada juga ummahat yg pada gendong bayinya. Tetap semangat walaupun harus jalan kaki di terik matahari menyusuri tiap gang, tiap rumah.. Meskipun tadi kami masuk ke "kandang banteng", tapi alhamdulillah responnya cukup baik. Mereka mau mendengarkan sosialisasi kami. Kami menawarkan cek kesehatan gratis juga, tensi, cek asam urat, dan cek kadar gula. Tapi masih saja ada warga yang menanyakan uang atau amplop. Kami hanya bisa menjelaskan dari PKS tidak ada uang untuk dibagikan. Beberapa dari mereka bilang, "saya mah butuh uang, sok dicoblos mun aya amplop mah". Ada juga warga yang terang-terangan bilang, "Wah, PKS kalau mau kampanye di sini mah jangan cuman sosialisasi aja dong, tuh partai 'ini' mah ngasih 15 jt untuk kelurahan ini." Tapi kami memang tidak ada, bahkan kami pun tidak dibayar. Keluarga saya juga menegur buat apa cape" gitu kampanye gak ada uangnya, rugi ngabisin waktu, ngabisin tenaga. Saya cuman bisa tersenyum dan berkata dalam hati "Emang berani bayar saya berapa? Emang ada yang bisa bayar lebih tinggi dari Allah? Saya merasa tidak rugi sama sekali, saya beruntung melakukan jual beli dengan Allah". Saya tau kalau itu diucapkan akan ada perdebatan yang cukup panjang, jadi mending diem. Andai mereka tau kalau saya juga menyumbangkan harta saya untuk ini walaupun sangaaaat sedikit yang bisa saya berikan. Tapi apa yang saya punya saya ingin berikan untuk kemenangan dakwah ini. Teringat murabbi saya yang terdahulu, menggunakan dana pribadi untuk membuat amunisi, dia bukan caleg, dia gak dibayar, tapi rela mengeluarkan dana pribadinya untuk mencetak amunisi kampanye. Murabbi yang sekarang juga luar biasa, walaupun lagi hamil 5 bulan saat kampanye beliau menyediakan stand minuman teh untuk para simpatisan dan kader yang datang ke lapangan itu, terjun langsung memberikan teh kepada mereka yang kehausan. Tapi kalau dipikir lagi, bukan hanya saat kampanye, hampir tiap hari kami melakukan dakwah ini di luar kampanye walaupun gak bawa" nama partai kalau di luar kampanye mah. Kami para kader, walaupun ada di "bawah" rela memberikan yang kami punya untuk kemenangan ini. Dan kami tidak merasa rugi sedikit pun. Walaupun banyak fitnah untuk kami, banyak cibiran dan ejekan, tapi saya yakin itu semua akan membawa kemenangan bagi kami. PKS akan menang, aamiin..

Friday, April 4, 2014

Everything will be ok

Kemarin senang sekali bisa bertemu dengan seorang sahabat baik.  Kami sempat tidak akur beberapa bulan terakhir ini, tapi kemarin udah biasa lagi. Dia selalu memberi nasehat dengan sabar. Dari tahun lalu saya sudah menceritakan hal yang akan saya jalani sebentar lagi. Untuk hal ini saya memang susah cerita, tapi kalau dengan orang ini saya bisa menceritakan semua hal. Waktu kemarin ketemu saya tidak sempat membahas tentang tanggal yang sudah ditetapkan, hampir semua isi percakapannya tentang hal yang terjadi di tempat kami bekerja. Saya harus ke kampus, dan karena dia pakai sendal jepit gak bisa masuk kampus. -_-"
Jadi setelah pulang ke rumah saya bercerita lewat mobile phone. Saya ingin memberi tahunya dari sekarang agar dia menyempatkan waktunya nanti. Tapi entah kenapa tidak seperti biasanya. Responnya tidak seperti biasa. Dan saya jadi khawatir. Dan sampai sekarang masih kepikiran.

Thursday, March 13, 2014

Sugoooooiiiiiii desuyo

Karya mereka keren.. Walaupun tidak sempurna, tapi tetep aja keren.. Semoga penelitian ini bermanfaat bagi mereka. Kelak mereka akan mengingat bahwa mereka pernah membuat sebuah proyek yang luar biasa di sekolah dasar. Saya menikmati penelitian ini. Sangat senang meihat suasana kelas yang riuh oleh inisiatif dan ide-ide mereka yang briliant. Tidak terasa hari ini sudah sepuluh pertemuan. Tinggal empat pertemuan lagi..
Hari ini karwis di sana.. Saya masih harus menyelesaikan ini.. Semoga mereka menikmati setiap perjalanan dan kegiatan karwis mereka seperti saya menikmati penelitian ini..
^_^

Wednesday, March 12, 2014

Sigh...

Gak bisa lupa yang kemarin.. -_-"
I broke the rule..
An exception disproves the rule..
Walaupun menyenangkan,,, tapi harusnya gak boleh..
Ternyata saya selemah itu...

Sunday, February 23, 2014

Error mode on

Pengen mabit.. Di Habib udah lewat ya, harusnya kemarin. Kerasa banget kering kerontang ini jiwa. Zzz.. Di Biofarma atau Telkom ada ga ya deket-deket ini..

Wednesday, February 12, 2014

Inferno

"Tempat tergelap di neraka
dicadangkan bagi mereka
yang tetap bersikap netral
di saat krisis moral."
~Dante Alghieri~

Sunday, February 9, 2014

Semangat! Pasti bisa!

Subhanallah..
Tadi itu saya mengalami hal-hal yang membuat harus nahan air mata. Dan saya selalu bisa tahan buat gak nangis di depan orang banyak.. Tapi saat sendirian tangisan itu bisa mengucur sangat deras.
Saat ngeliat seorang sahabat yang lagi sungkem dengan orang tuanya bikin saya berkaca-kaca. Mungkin akibat amanat dari pembawa acara tentang orang tua disertai petikan kecapi. Jadi inget ibu sama ayah saya.. Untung sebelum netes saya nyadar di sebelah ada teteh dan anaknya, saya gak mau dia liat saya nangis.
Saat penutupan di kampus.. Waktu jadi pengurus dulu saya biasa-biasa aja saat jadi MC. Tapi entah kenapa tadi saya bergetar ketika berjalan ke depan dan menyematkan penghargaan kepada pengurus tingkat 4. Tetiba saya menyadari kalau saya sudah "sepuh". Campuran bahagia dan sedih. Bahagia karena bangga kepada mereka yang tetap istiqamah di tutorial sampai tingkat akhir ini, sedih karena saya merasa menjadi bukan teladan bagi mereka, saya merasa tidak pantas menyematkan penghargaan itu, saya merasa sudah memberikan contoh yang buruk bagi pengurus tutorial dan para aktivis kampus. Saya harap mereka tidak mencontoh saya, saya akan selalu mendo'akan mereka bisa lulus tepat waktu. Saya harap mereka bisa mengembalikan nama baik tutorial. Dan saya juga harus menyudahi status saya sebagai mahasiswa. Saya akan sangat merindukan kampus.. Ayolah, saya juga harus memikirkan harapan orang tua saya. Saya tidak boleh egois..
Bismillah..

Friday, January 31, 2014

So long

Pekan ini mereka benar-benar menguji kesabaran saya. Entah kenapa pekan ini mereka tidak seperti biasanya. Lebih sulit untuk diatur.. Tapi kemarin, saya menyadari bahwa saya akan merindukan mereka bulan depan.. Saya tidak memberitahu mereka di bulan Februari saya tidak akan bersama mereka... Saya tidak tega memberitahu mereka.. Kemarin anak itu berteriak dengan riang dan semangat, "Bu, saya senang sekolah di sini!". Ujarannya yang selalu spontan membuat saya diam membatu.. Kemudian saya tersenyum dan cuman bisa bilang, "Alhamdulillaah, Abang nanti harus tambah shaleh ya.." Saya bersikap sebiasa mungkin.. Banyak sekali cerita bersama mereka. Waktu tahun kemarin saya meninggalkan mereka selama dua minggu, saya cukup tersiksa. Dan sekarang satu bulan.. Maafkan saya teman-teman..

Thursday, January 30, 2014

Keinginan yang sederhana?

Dan sang waktu terus berjalan..
Masa lalu tidak pernah mengekang..
Masa depan bukanlah ketakutan..
Hal-hal yang memang terjadi di luar kendali manusia..
Telah menunggu ajal di batas usia..
Tapi apalah artinya itu semua..
Yang kuinginkan adalah bertemu dengan Sang Maha Cinta.
Kerinduan pada penguasa alam semesta..
Keinginan yang sederhana..
Tapi siapalah diri ini..
Tersadar akan arti suatu kepantasan..
Keinginan yang sederhana..
Bertemu dengan-Nya, melihat senyuman-Nya..
Tiga detiiiiiiiiiik saja..
Setelah itu mungkin aku tidak akan peduli..
Nikmatnya surga..

Monday, January 13, 2014

Ternyata saya belum stabil

Pantesan hari ini saya bawaannya uring-uringan mulu. Ternyata hari pertama.. Untung di depan anak-anak mah masih bisa mengendalikan diri. Tapi tadi jam 5 sore malah tambah kesel juga pas dapet, abisnya sejam lagi kan maghrib, eh malah dapet. Ya udah lah ya, luruskan niat lagi.. Masih labil gini saya teh.. -_-"

Saturday, January 11, 2014

Bergerak! Bergerak!

Apa yang saya pikirkan?
Apa yang saya rasakan?
Apa yang saya katakan?
Apa yang saya lakukan?
Apa yang saya tampakkan?
Apa yang saya sembunyikan?
Apa yang saya inginkan?
Saya sampai pada kesadaran bahwa saya harus mengerti dengan diri saya sendiri.
Untuk apa mengharapkan orang lain mengerti kalau diri sendiri saja tidak mengerti.
Orang yang paling mengerti saya adalah saya sendiri bukan?
Bukan.
Ada yang lebih mengerti dan memahami.
The Creator of mine..
Yes, My Creator more understand about me than myself..
:)

Thursday, January 9, 2014

Saturday, January 4, 2014

Melodies of life

Ngeliatin folder kumpulan partitur..
Not-not balok yang menyenangkan..
Natsukashiinaaaaa... To lay my finger on the key..
When I was composing..
It helps me to think..