Friday, November 22, 2013

Muhasabah Sin!

“Allah tidak membebani seseorang melainkan sesuai dengan kesanggupannya…" (2:286)

Kita hanya butuh:
"Kaki yang akan berjalan lebih jauh dari biasanya, tangan yang akan berbuat lebih banyak dari biasanya, mata yang akan menatap lebih lama dari biasanya, leher yang akan lebih sering melihat ke atas. Lapisan tekad yang seribu kali lebih keras dari baja, hati yang akan bekerja lebih keras dari biasanya serta mulut yang akan selalu berdoa" Tambahan: kita juga butuh berdiri di sepertiga malam lebih lama dari biasanya, terbangun lebih cepat dari biasanya, dan tidur lebih sedikit dari biasanya” (5cm)
“Para Pahlawan harus berhasil membangun ‘bunker’ dalam jiwa mereka. Tempat kunci-kunci daya hidup mereka tersembunyi dengan aman. Itulah yang membuat mereka selalu tampak santai dalam kesibukan, tersenyum dalam kesedihan, tenang di bawah tekanan, tabah dalam kesulitan, optimis di depan tantangan dan gembira dalam segala situasi (Anis Matta).”
“Ketika orang tertidur kamu terbangun itulah susahnya. Ketika orang merampas kamu membagi itulah peliknya. Ketika orang menikmati kamu menciptakan itulah rumitnya. Ketika orang mengadu kamu bertanggungjawab itulah repotnya. Makanya tidak banyak orang bersamamu di sini mendirikan imperium kebenaran.
(Anis Matta).”
“Sekali lagi…Amanah terembankan pada pundak yang semakin lelah. Bukan sebuah keluhan, ketidakterimaan..keputusasaan! Terlebih surut ke belakang. Ini adalah awal pembuktian..Siapa diantara kita yang beriman. Wahai diri sambutlah seruanNya…Orang-orang besar lahir karena beban perjuangan…Bukan menghindar dari peperangan.
(K.H. Rahmat Abdullah).”
"Memang seperti itulah da'wah, da'wah adalah cinta & cinta akan meminta semuanya dari dirimu, mulai dari pikiranmu, perhatianmu sampai berjalan, duduk & tidurmu, bahkan ditengah lelapmu, isi mimpimu pun tentang da'wah, tentang umat yang begitu engkau cintai"
(Ust. Rahmat Abdullah).
”Lelah itu pasti, jenuh itu niscaya" semoga lelahnya kita adalah pahala, jenuhnya kita adalah penggugur dosa. Nikmatnya makan adalah ketika lapar, nikmatnya minum adalah ketika haus, tetapi nikmatnya istirahat adalah ketika amanah di pundak ini telah tertunaikan” (Ust. GJW)
Allah menguji dititik terlemah kita...
Agar kita menjadi kuat...
Membaca lagi postingan-postingan di grup yang membuat saya cukup merasa "disintreuk". Semoga saya tidak mengalami degradasi yang lebih parah. Semangat berjuang Sinta Legian Wulandari. Berjuang untuk terus meluruskan niat dalam setiap hal yang saya lakukan. Dan itu terasa sangat sulit akhir-akhir ini. Tapi pasti bisa. Harus bisa. Pelan-pelan, sedikit-sedikit, mengecek kondisi hati sendiri. Astaghfirullaah..
   

No comments:

Post a Comment