Monday, October 14, 2013

The power of ukhuwah

KAMAL-X 2009-2013
Hari ini saya ke SMA untuk mengembalikan baskom-baskom punya salah satu akhwat angkatan saya. Peralatan-peralatan itu ada di rumah saya karena waktu itu tempat rihlahnya melewati rumah saya. Kebiasaan saya, lupaan. Dan dia juga tidak mengingatkan karena dia juga lupaan. Waktu ketemu baru kami inget, tapi saya tidak membawanya karena kami ingetnya pas ketemu aja. Hehe. Akhirnya kami janjian khusus buat ngembaliin. Seperti biasa, saat menginjakan kaki di Mesjid Luqman terasa ada aura yang berbeda, perasaan nyaman, tentram, semangat, dan perasaan" positif lainnya. Akhwat" kelas XI dan XII sedang sibuk membungkus kotak-kotak infak untuk besok. Saya memutuskan untuk tinggal lebih lama di sana, membantu mereka membungkus dan bercengkrama dengan semangat" muda yang antusias, semangat dan antusiasme mereka menular pada saya. Setelah shalat ashar berjama'ah, saya dan akhwat yang punya baskom menuju ke Al-Islam. Saat perjalanan ke SMA ada jarkom untuk berkumpul dan menjenguk salah satu ikhwan 2009 yang sakit (sebut saja Al-Akh). Entah kenapa, saya tidak mengerti. Saya tau kalau saya hadir pun mau ngapain. Tapi saya merasa harus datang. Waktu itu juga Pak Qiyadh sakit. Maghrib-maghrib ada jarkom untuk menjenguk. Waktu itu saya lagi memberikan les di rumah salah satu anak. Saya langsung izin. Dan kami, para 2009 berkumpul. Kami sudah terpisah waktu, jarak, kesibukan. Tapi entah kenapa, kami bisa berkumpul.. Waktu itu Pak Qiyadh menegur karena kami menjenguk pada waktu yang tidak baik untuk akhwat. Kami hanya tertunduk. Yang ikhwan mah biasa-biasa aja da gak ngerasa ditegur. Waktu itu memang bukan hari libur, jadi waktu yang kami punya memang jam segitu buat nengok. Kalau tadi libur, jadi sore kami bisa berkumpul. Lima orang akhwat 2009 sudah lengkap, tapi ikhwan belum pada dateng. Karena yang akan kami jenguk ikhwan jadi gak puguh juga kalau kami masuk. Kami menunggu mereka cukup lama. Kami cukup terkejut, karena bukan hanya ikhwan 2009 yang datang. Ada satu orang alumni 2002. Beliau adalah murabbi pertama Al-Akh. Kami menghormati beliau. Walaupun semenjak beliau menikah jadi tinggal dan bekerja di luar kota nun jauh di sana, tapi beliau masih bisa menyempatkan untuk ke SMA. Dan saya benar-benar terharu melihat seorang murabbi menyuapi mutarabbinya. Saat kami datang Al-Akh tadi sendiri. Sepertinya kami membuat rumah sakit jadi berisik dan ramai. :P
Waktu sudah menunjukkan pukul setengah enam. Akhwat izin duluan pulang, yang ikhwan mah nyantei, iya da ikhwan. Saya selalu bertanya-tanya, kenapa kami semua bisa tetap seperti ini walaupun aktivitas sudah berbeda. Saya pikir itulah kekuatan ukhuwah. Mereka adalah teman-teman seperjuangan saya. Teman-teman saat saya pertama kali mengenal jalan ini, tarbiyah. Teman-teman yang selalu mengingatkan saya, mengingatkan saya kepada-Mu. Saat mengingat mereka saya mengingat-Mu.. Kami saling merasakan sakit saat salah satu diantara kami sakit. Ya Allah, sesungguhnya Engkau Maha mengetahui bahwa hati-hati ini telah berkumpul atas dasar kecintaan pada-Mu, bersua atas dasar ketaatan pada-Mu, bersatu dalam rangka menyeru di jalan-Mu, dan berjanji setia untuk membela syariat-Mu, maka kuatkanlah ikatan pertaliannya, ya Allah, abadikanlah kasih sayangnya, tunjukkanlah jalan-jalannya, dan penuhilah ia dengan cahaya-Mu yang tidak pernah redup, lapangkanlah dadanya dengan limpahan iman dan keindahan tawakal kepada-Mu, hidupkanlah ia dengan pengenalan pada-Mu, dan matikanlah ia dalam keadaan syahid di jalan-Mu. Sesungguhnya Engkau sebaik-baik pelindung dan sebaik-baik penolong..
(Beberapa pekan terakhir ini saya merasa bersalah kepada mereka karena saya lebih memilih agenda lain... Semoga ke depannya bisa sering ketemu mereka lagi. Semoga besok bisa ketemu mereka lagi. Iedul Adha di SMA tercinta..)

*Takbir berkumandang dengan sangat indah saat saya menulis ini..

No comments:

Post a Comment