It was raining..
Cold..
Water..
Warm..
Heart..
Ame ga futteimashita..
Samui..
Mizu..
Atatakai..
Kokoro..
It's raining..
Ame ga futteimasu..
Wednesday, November 27, 2013
Friday, November 22, 2013
Muhasabah Sin!
“Allah tidak membebani seseorang melainkan sesuai dengan kesanggupannya…" (2:286)
Kita hanya butuh:
“Ketika
orang tertidur kamu terbangun itulah susahnya. Ketika orang merampas
kamu membagi itulah peliknya. Ketika orang menikmati kamu menciptakan
itulah rumitnya. Ketika orang mengadu kamu bertanggungjawab itulah
repotnya. Makanya tidak banyak orang bersamamu di sini mendirikan
imperium kebenaran.
“Sekali lagi…Amanah terembankan pada pundak yang semakin lelah. Bukan sebuah keluhan, ketidakterimaan..keputusasaan!
"Memang
seperti itulah da'wah, da'wah adalah cinta & cinta akan meminta semuanya
dari dirimu, mulai dari pikiranmu, perhatianmu sampai berjalan, duduk &
tidurmu, bahkan ditengah lelapmu, isi mimpimu pun tentang da'wah, tentang umat
yang begitu engkau cintai"
”Lelah itu pasti, jenuh itu niscaya" semoga lelahnya kita adalah pahala, jenuhnya kita adalah penggugur dosa. Nikmatnya makan adalah ketika lapar, nikmatnya minum adalah ketika
haus, tetapi nikmatnya istirahat adalah ketika amanah di pundak ini
telah tertunaikan” (Ust. GJW)
Allah menguji dititik terlemah kita...
Kita hanya butuh:
"Kaki yang akan berjalan lebih jauh dari biasanya, tangan yang akan berbuat lebih banyak dari biasanya, mata yang akan menatap lebih lama dari biasanya, leher yang akan lebih sering melihat ke atas. Lapisan tekad yang seribu kali lebih keras dari baja, hati yang akan bekerja lebih keras dari biasanya serta mulut yang akan selalu berdoa" Tambahan: kita juga butuh berdiri di sepertiga malam lebih lama dari biasanya, terbangun lebih cepat dari biasanya, dan tidur lebih sedikit dari biasanya” (5cm)
“Para Pahlawan harus berhasil membangun ‘bunker’ dalam jiwa mereka. Tempat kunci-kunci daya hidup mereka tersembunyi dengan aman. Itulah yang membuat mereka selalu tampak santai dalam kesibukan, tersenyum dalam kesedihan, tenang di bawah tekanan, tabah dalam kesulitan, optimis di depan tantangan dan gembira dalam segala situasi (Anis Matta).”
“Ketika
orang tertidur kamu terbangun itulah susahnya. Ketika orang merampas
kamu membagi itulah peliknya. Ketika orang menikmati kamu menciptakan
itulah rumitnya. Ketika orang mengadu kamu bertanggungjawab itulah
repotnya. Makanya tidak banyak orang bersamamu di sini mendirikan
imperium kebenaran.
(Anis Matta).”
“Sekali lagi…Amanah terembankan pada pundak yang semakin lelah. Bukan sebuah keluhan, ketidakterimaan..keputusasaan!
Terlebih surut ke belakang. Ini adalah awal pembuktian..Siapa diantara
kita yang beriman. Wahai diri sambutlah seruanNya…Orang-orang besar
lahir karena beban perjuangan…Bukan menghindar dari peperangan.
(K.H. Rahmat Abdullah).”
"Memang
seperti itulah da'wah, da'wah adalah cinta & cinta akan meminta semuanya
dari dirimu, mulai dari pikiranmu, perhatianmu sampai berjalan, duduk &
tidurmu, bahkan ditengah lelapmu, isi mimpimu pun tentang da'wah, tentang umat
yang begitu engkau cintai"
(Ust. Rahmat Abdullah).
”Lelah itu pasti, jenuh itu niscaya" semoga lelahnya kita adalah pahala, jenuhnya kita adalah penggugur dosa. Nikmatnya makan adalah ketika lapar, nikmatnya minum adalah ketika
haus, tetapi nikmatnya istirahat adalah ketika amanah di pundak ini
telah tertunaikan” (Ust. GJW)
Allah menguji dititik terlemah kita...
Agar kita menjadi kuat...
Membaca lagi postingan-postingan di grup yang membuat saya cukup merasa "disintreuk". Semoga saya tidak mengalami degradasi yang lebih parah. Semangat berjuang Sinta Legian Wulandari. Berjuang untuk terus meluruskan niat dalam setiap hal yang saya lakukan. Dan itu terasa sangat sulit akhir-akhir ini. Tapi pasti bisa. Harus bisa. Pelan-pelan, sedikit-sedikit, mengecek kondisi hati sendiri. Astaghfirullaah..
Thursday, November 21, 2013
Ckckck..
Ngelempar pensil hijau saya. Menakutkan, tangan ini menggoreskan gambarnya. Sebelum beres, cepet-cepet istighfar deh. Saya pasti sudah gila.-_-" Instal ulang otak. Tapi ingin diberesin, tanggung dikit lagi. :P Bener-bener harus instal ulang otak. -_-"
Tilawah yang banyak sin, pikirin skripsi aja dulu yang belum beres-beres. Pikirin sekolah aja dulu, bentar lagi kan ada parenting class. Pikirin kasus-kasus yang belum terpecahkan. Pikirin hal-hal yang rasional aja dulu.
Tilawah yang banyak sin, pikirin skripsi aja dulu yang belum beres-beres. Pikirin sekolah aja dulu, bentar lagi kan ada parenting class. Pikirin kasus-kasus yang belum terpecahkan. Pikirin hal-hal yang rasional aja dulu.
Hmmm..
Saat hujan reda
Saat semua berwarna
Masihkah engkau menunggu di sana
# Sing a song Cerita Sehabis Hujan
:)
Saat semua berwarna
Masihkah engkau menunggu di sana
# Sing a song Cerita Sehabis Hujan
:)
Monday, November 18, 2013
Difference
dif·fer·ence
difference [ˈdɪfərəns ˈdɪfrəns]
Differences
n.
1. The quality or condition of being unlike or dissimilar.
2. a. An instance of disparity or unlikeness.
b. A degree or amount by which things differ.
c. A specific point or element that distinguishes one thing from another.
3. A noticeable change or effect: Exercise has made a difference in her health.
4. a. A disagreement or controversy.
b. A cause of a disagreement or controversy.
5. Discrimination in taste or choice; distinction.
6. Mathematics
a. The amount by which one quantity is greater or less than another.
b. The amount that remains after one quantity is subtracted from another.
7. Archaic A distinct mark or peculiarity.
tr.v. dif·fer·enced, dif·fer·enc·ing, dif·fer·enc·es
To distinguish or differentiate.
Synonyms: difference, dissimilarity, unlikeness, divergence, variation, distinction, discrepancy
These nouns refer to a lack of correspondence or agreement. Difference is the most general: differences in color and size; a difference of opinion.
Dissimilarity is difference between things otherwise alike or comparable: a dissimilarity between the twins' personalities.
Unlikeness usually implies greater and more obvious difference: unlikeness among their teaching styles.
Divergence suggests an increasing difference: points of divergence between British and American English.
Variation occurs between things of the same class or species; often it refers to modification of something original, prescribed, or typical: variations in temperature; a variation in shape.
Distinction often means a difference in detail determinable only by close inspection: the distinction between "good" and "excellent."
A discrepancy is a difference between things that should correspond or match: a discrepancy between his words and his actions.
These nouns refer to a lack of correspondence or agreement. Difference is the most general: differences in color and size; a difference of opinion.
Dissimilarity is difference between things otherwise alike or comparable: a dissimilarity between the twins' personalities.
Unlikeness usually implies greater and more obvious difference: unlikeness among their teaching styles.
Divergence suggests an increasing difference: points of divergence between British and American English.
Variation occurs between things of the same class or species; often it refers to modification of something original, prescribed, or typical: variations in temperature; a variation in shape.
Distinction often means a difference in detail determinable only by close inspection: the distinction between "good" and "excellent."
A discrepancy is a difference between things that should correspond or match: a discrepancy between his words and his actions.
difference [ˈdɪfərəns ˈdɪfrəns]
n
1. the state or quality of being unlike
2. a specific instance of being unlike
3. a distinguishing mark or feature
4. a significant change in a situation the difference in her is amazing
5. a disagreement or argument he had a difference with his wife
6. a degree of distinctness, as between two people or things
7. (Mathematics)
a. the result of the subtraction of one number, quantity, etc., from another
b. the single number that when added to the subtrahend gives the minuend; remainder
8. (Philosophy / Logic) Logic another name for differentia
9. (Mathematics) Maths (of two sets)
a. the set of members of the first that are not members of the second. Symbol A - B
b.
symmetric difference the set of members of one but not both of the given sets. Often symbolized A + B
10. (History / Heraldry) Heraldry an addition to the arms of a family to represent a younger branch
make a difference
a. to have an effect
b. to treat differently
split the difference
a. to settle a dispute by a compromise
b. to divide a remainder equally
with a difference with some peculiarly distinguishing quality, good or bad
vb (tr)
1. Rare to distinguish
2. (History / Heraldry) Heraldry to add a charge to (arms) to differentiate a branch of a family
Differences
- Alike as the gap between Little League and Major League —Anon
- Alike as an oil portrait and a polaroid snapshot —Anon
- Alike as a cliche and a sonnet —Rod MacLeish, National Public Radio, December 29, 1986 In his obituary on mystery writer John MacDonald, MacLeish used the simile to point out the difference between MacDonald’s Travis McGee character with Raymond Chandler’s Philip Marlowe.
- Alike as a mom and pop grocery store and a multi-national corporation —Anon
- Alike as an abacus and a computer —Anon
- Alike as an elephant and a giraffe —Anon
- Alike as grains of sand —Anon
- Alike as human faces —Anon
- Alike as six pebbles on the beach —Eudora Welty
- Alike as the gap between doing a gig at a neighborhood wedding and being on prime time TV —Anon
- Alike as an apple is to a lobster —John Ray’s ProverbsA variation on the same theme, also from John Ray’s Proverbs is “As alike as an apple is to an oyster.” Other entries in this section merely hint at the endless twists possible.
- As like this as a crab’s like an apple —William Shakespeare Here we have the above simile turned around, with the apple the comparison.
- (In this world it is rarely possible to settle matters with an “either, or,” since there are) as many gradations of emotion and conduct as there are stages between a hooked nose and one that turns up —Johann Wolfgang von Goethe
- Different as a moonbeam from lightning, as frost from fire —Emily Brontë
- (You and I are as) different as chalk and cheese —John Ray’s Proverbs
- Opposite as yea and nay —Francis Quarles
- (Two faces) different as hot and cold —Dannie Abse
- Different as three men singing the same chorus from three men playing three tunes on the same piano —G. K. Chesterton
- Different as yin from yang —Harry Prince
- Everything has in fact another side to it, like the moon —G. K. Chesterton
- Sharply defined as salt and pepper —Anon
- The difference between vivacity and wit is the same as the difference between the lightning-bug and lightning —Josh Billings
- Various as the fancies of men in pursuit of a wife —James Ralph
I've found them on http://www.thefreedictionary.com/Differences
Thursday, November 14, 2013
Awesome!
Awalnya hari ini niatnya mau expert
judgment aja ke ketua prodi. Dengan beliau yang bersedia menjadi expert
judgment saya berarti sudah lengkap (minimal harus dua cenah). Setelah
menerima hasil penilaian instrumen dari beliau, saya langsung
berniat untuk pulang. Saat melewati lorong menuju salah satu gerbang
keluar, saya melihat pintu lab terbuka. Deg.. deg.. "Beliau ada
di dalam gak ya..." Tanya saya dalam hati. Ragu untuk melangkahkan
kaki, merasa bingung kalau sampai berpapasan dengan pembimbing.
Lebih ke perasaan bersalah kepada beliau karena belum beres juga,
padahal beliau sudah sangat baik dan perhatian terhadap saya. Ngesms,
nelpon juga pernah, ngasih referensi, pokonya baik banget lah. Saya
merasa menjadi beban beliau. Tiba-tiba dari belakang terdengar
suara yang memanggil nama saya, "Sinta! Sin! Sini!". Tau deh
jawaban pertanyaan saya, beliau tidak berada di dalam lab, beliau ada di
belakang saya! Berbalik dan menatap beliau yang berlari kecil
menghampiri saya. "Eh, Ibu... Hehe.." Saya berusaha bersikap senormal
mungkin. "Sinta mau bimbingan?" Tanya beliau. Saya tertegun dan balik
bertanya, "Sekarang Bu? Bolehkah?". Saya bertanya seperti itu karena belum menghubungi beliau untuk bimbingan.. "Boleh." Beliau
tersenyum dan kami berjalan bersama menuju lab. "Eh, Sinta hari ......
ngajar?" Tanya beliau. "Nggak Bu, libur." Jawab saya, berpikir mungkin
beliau akan menyarankan untuk bimbingan di hari itu. "Hari itu teh
mahasiswa ...... ada praktikum, tapi saya bentrok, minta tolong Pak
..... juga gak bisa, beliau ada jadwal juga, Bu....... gak bisa juga.
Saya minta semester 7, tapi dia belum pernah melakukan praktikum ini.
Sinta kan sudah pernah. Jadi intinya saya mau minta Sinta jadi asdos
bisa gak?" Beliau menghentikan langkah kakinya saat menanyakan hal itu.
Saya benar-benar terkejut dan menahan buat gak loncat-loncat. "Oh, iya
Bu, bisa insya Allah, nanti saya ngapain aja?" Tanya saya. Beliau
terlihat akan segera beranjak keluar lagi dari lab. "Bentar atuh ya,
saya siapkan dulu handoutnya. Sinta tunggu dulu di sini". "Ok, Bu." Kata
saya sambil menunggu siluetnya benar-benar sudah tidak terlihat dari
ambang pintu.
Setelah yakin dalam lab itu tidak ada manusia lagi kecuali saya (eh,
emang saya manusia ya? Haha.) akhirnya bisa loncat-loncat dan
teriak beneran "Yes! Yes! Yes!" Saya suka eksperimen. Dan percobaan ini
termasuk salah satu yang saya gemari. Kami menyiapkan alat dan bahan di
atas meja agar nanti tidak terlalu repot dan mengecek apa yang belum
tersedia. Beliau memberikan handout dan menyampaikan instruksi apa yang
harus saya berikan kepada para mahasiswa nanti. Benar-benar di luar
dugaan. Salah satu keinginan saya jaman dahulu kala saat awal kuliah
semester 1.. Menjadi asisten dosen sambil kuliah. Tapi waktu itu melihat tidak ada yang seperti itu di kampus saya. Yah, walaupun
perkuliahan sudah berakhir, tapi status saya sekarang masih seorang
mahasiswa. Hahahahahahaha.. Saya benar-benar mahasiswa bahagia. Enjoy banget bisa berada di kampus saya, sampai terkadang berpikir apakah
nanti kalau sudah lulus masih bisa terus ke kampus ini.. Hmm..
Setelah membawa revisian yang penuh coretan, akhirnya saya
memutuskan untuk pulang juga. Saya tersenyum melihat coretan-coretan itu
dengan saran-saran perbaikan yang detail. Itu yang saya senangi dari
beliau. Perfectionist. Idealis. Teliti. Saya tidak akan mengecewakannya.
Saya akan lebih rajin lagi bimbingan. Terima kasih untuk hari yang
tidak terduga ini Ya Allah. ;)
Saturday, November 9, 2013
^_^
Alhamdulillaah..
Seneng banget. Setelah dua hal gj yang terjadi hari ini (nyasar di dua tempat), sekarang bisa dapet kabar bahagia. Lalalalalalala..
Seneng banget. Setelah dua hal gj yang terjadi hari ini (nyasar di dua tempat), sekarang bisa dapet kabar bahagia. Lalalalalalala..
Nothing is impossible
I'll go for it. Not merely for it, actually.. Not merely for them.. Not merely for him.. Not merely for me.. Hope I just do everything for U, My Lord.. I can. I can. Yes. I can. If only U help me. But U always help me. Everytime.. Everywhere.. Even if I dissobey U.. U always help me.. The oxygen that I breath, freely.. The heart that beating.. All of my life is the miracle that U give to me everyday, everyhour, everyminute, everysecond. U make this world full of possibilities. The air, the water, the foods, everything in here. I gratefull for this possibilities of life and death.. I am living now. And I'll burried in here. In The Earth.. In my planet. I love this planet. The blue and green planet. Sutekiiiiiii. ^_^
Wednesday, November 6, 2013
For the ink and paper? Haha
Not so bad.. I could through this day. Haha. Pulang sekolah ada tugas buat beli tinta printer. Ya, dari pekan kemarin persediaan tinta printer di sekolah habis. Kami benar-benar membutuhkannya, jadi tadi langsung ke BORMA dekat situ. Sempat bingung juga pas mau nitipin tas, karena bawa laptop. Tapi ternyata petugas tempat penitipannya meminta saya membawanya saja setelah dia memeriksa isi tas saya yang benar-benar penuh dan berat. Sebenarnya udah biasa sih bawa bawaan sebegitu, tapi hari ini terasa berat karena kondisi saya masih belum stabil sepenuhnya. Menemukan tinta yang saya cari, tapi tidak menemukan papermatte untuk sertifikat manasik anak-anak dan raport UTS. Tadinya mau beli concord, tapi memutuskan untuk mencari papermatte dulu ke toko alat tulis di depan UIN. Pas nyampe sana, ternyata gak ada juga. -_-" Mau ke Balubur dipikir-pikir jauh da udah sore. Jadi aja akhirnya beli concord juga, tapi lebih terjangkau harganya di situ mah daripada di BORMA. :D Dipikir-pikir sama aja sih kalau dihitung dengan transport. -_-" Saat akan pulang tiba-tiba "krubuk-krubuk". Saya melihat kedai ramen di sekitar situ, Ongaku Ramen. Pas ngeliat ke dalemnya, penuh. Masih banyak sih toko-toko makanan di situ. Tapi saat melihat toko mainan, feeling saya langsung gak enak. Sudah saya duga, kaki saya melangkah ke arah sana. Tidaaaaak! Saya berusaha menahan kaki saya, tapi ternyata tetap melangkah ke sana dan akhirnya masuk. Saya beli cube lagi deh. Senin kemarin ada agenda tuker kado pada pertemuan guru-guru. Cube saya yang di rumah dijadiin kado lagi. Udah 3 yang saya berikan ke orang-orang. Hahahaha. Gak tahan kalau gak ngotak-ngatik puzzle. Udah gak ada niat lagi buat ngisi perut. Meskipun makin leuleus karena masih krubuk-krubuk, kalau udah ada mainan jadi gak peduli deh. Pas turun dari angkot nyadar tas saya makin berat dan penglihatan saya mulai buram saat menyebrang di zebracross. Saya tau saya udah mulai error. Akhirnya saya memutuskan naik ojek. Saya jarang naik ojek, biasanya saya pakai ojek kalau bener-bener kepepet waktu atau kalau dalam kondisi benar-benar lungleng. Walaupun jarang, tapi para tukang ojek di pangkalan menuju rumah saya dan pangkalan menuju sekolah saya sudah mengerti, sehingga saya tidak perlu berbicara lagi. Tinggal diem di depan pangkalan, mereka udah tau kalau saya akan menggunakan jasa mereka. Mereka langsung menyodorkan helm. Mereka tau saya akan berhenti di mana. Benar-benar praktis dan efisien. :) Waktu awal-awal mah mereka keheranan saat saya minjem helm. Kalau di pangkalan menuju ke rumah murabbi mah sudah disediakan helm untuk penumpangnya, jadi gak usah minjem lagi. Tapi penumpang yang menuntut keselamatan nyawa kayaknya cuman saya aja. Cuman pernah satu kali pas mau ke kampus, berdebat dengan satu tukang ojek. Dia gak mau minjemin helmnya kecuali saya bayar biaya tambahan untuk sewa helm. -_-" Karena waktu itu saya benar-benar buru-buru jadi saya setuju deh, daripada lama berdebat terus. Jadi sekarang mah males naik ojek kalau ke kampus. Haha. Sampai di rumah maksain makan, untunglah masih ada telur rebus. Pakai kecap lumayan jadi ada rasanya. Huahahaha. Semoga besok bisa benar-benar pulih. Besok ada Market Day. Yeyeyeyeyeye. Market Day, Market Day. Walaupun saya gak suka belanja, tapi ini mah yang jualnya anak-anak yang sudah dijadwal. Cuman satu bulan sekali. Semangaaaaat!! :D :D :D
Tuesday, November 5, 2013
Lengser
Dan begitulah. Bertemu mereka itu membuat saya semangat. Tausiyah dari salah satu pupuhu alumni Kang Asep Suherman juga sangat "jleb" banget untuk kami. Mesipun sedang sakit, sya tetap memaksakan pergi dan alhamdulillah, bisa bertemu dengan ruhiyah-ruhiyah sahabat-sahabat yang menularkan semangat pada saya yang berlumuran dosa. Semoga sakit ini menjadi penggugur dosa. Aamiin..
# Akhirnya 2009 lengser juga dari kepengurusan. Selamat berjuang kepada Qiyadh yang baru terpilih. Semoga bisa amanah dan selalu mencintai almamater kita semua. Saya pribadi merasa belum optimal pada kepengurusan kemarin. :')
Saturday, November 2, 2013
Sherlock Holmes
Nama itu, nama yang tidak pernah ada pemiliknya. Hanya sebuah nama dari sebuah imajinasi hebat seorang dokter, Sir Arthur Conan Doyle. Dia sudah tidak ada. Tapi imajinasinya merambat di jamannya, dan jaman setelahnya. Saya sendiri bingung kenapa bisa sampai terjangkit virus Holmes. Dimulai saat masa-masa autis saya di SMP. Sendirian di perpustakaan, membaca buku-buku yang menarik bagi saya. Salah satu kumpulan short stories Doyle waktu itu saya baca. Tertegun dengan kekuatan pengaruh tokoh imajinasi itu pada kepribadian saya. Sejak saat itu, pelan-pelan karakter saya mulai mencerminkannya seiring dengan makin banyaknya short stories dan novel yang saya baca tentangnya. Tidak terlalu banyak orang yang tahu tentang hal itu. Mereka punya dunia masing-masing, saya juga punya dunia sendiri. Selfishness.. Waktu SMA, di tahun kedua, saya memberikan sebuah kado ulang tahun kepada salah seorang teman yang menurut saya kami punya banyak kesamaan dalam perbedaan yang banyak pula. Well, saya pikir tidak ada manusia yang benar-benar memiliki seratus persen kesamaan. Sejak saat itu virus Holmes juga menular padanya, saya tidak perlu menyebutkan apa isi kadonya kan. Dia jadi lebih update tentang Sherlock Holmes. Tapi saya tetap suka yang original karya Doyle, jadi tidak terlalu tertarik dengan movies atau buku-buku lain tentang Holmes.
Suatu ketika, dia merekomendasikan salah satu series Sherlock Holmes dari bbc. Awalnya saya berpikir, itu akan sama saja dengan series, movies, dan buku-buku yang dibuat oleh selain Doyle. Tapi dia memberikan softfilenya, dan akhirnya saya menontonnya juga. Di luar dugaan, walaupun konsepnya sangat modern, tapi karakter Sherlock Holmesnya dapet banget. Saya harus mengakui Moffat dan Gatiss memang jenius. Ben bisa memerankan karakter Sherlock Holmes yang menurut saya perfect. Sherlock Holmes memang tidak pernah ada, tapi karakternya yang kuat bisa membuat masyarakat London membuat museum dan tugu tokoh fiktif itu. Ya, karakternya benar-benar melekat di otak saya. Dan sulit untuk sembuh dari virus Holmes kalau sudah benar-benar terjangkit, apalagi saya yang dari SMP entah sudah stadium berapa. Hahahaha. Music, walaupun alat musiknya beda. Martial art, walaupun jenis bela dirinya beda. Mudah berganti mood dalam sekejap. Bisa sangat cerewet, bisa sangat diam seharian. Hanya tertarik pada hal-hal yang memang sudah jadi passion pribadi. Tapi mungkin sekarang saya akan menghilangkan salah satu pemikiran saya tentang Holmes yang sudah melekat dari jaman SMP itu.
Suatu ketika, dia merekomendasikan salah satu series Sherlock Holmes dari bbc. Awalnya saya berpikir, itu akan sama saja dengan series, movies, dan buku-buku yang dibuat oleh selain Doyle. Tapi dia memberikan softfilenya, dan akhirnya saya menontonnya juga. Di luar dugaan, walaupun konsepnya sangat modern, tapi karakter Sherlock Holmesnya dapet banget. Saya harus mengakui Moffat dan Gatiss memang jenius. Ben bisa memerankan karakter Sherlock Holmes yang menurut saya perfect. Sherlock Holmes memang tidak pernah ada, tapi karakternya yang kuat bisa membuat masyarakat London membuat museum dan tugu tokoh fiktif itu. Ya, karakternya benar-benar melekat di otak saya. Dan sulit untuk sembuh dari virus Holmes kalau sudah benar-benar terjangkit, apalagi saya yang dari SMP entah sudah stadium berapa. Hahahaha. Music, walaupun alat musiknya beda. Martial art, walaupun jenis bela dirinya beda. Mudah berganti mood dalam sekejap. Bisa sangat cerewet, bisa sangat diam seharian. Hanya tertarik pada hal-hal yang memang sudah jadi passion pribadi. Tapi mungkin sekarang saya akan menghilangkan salah satu pemikiran saya tentang Holmes yang sudah melekat dari jaman SMP itu.
Sherlock has always assumed that love is a dangerous disadvantage. To feel and to be felt, to want and be wanted, to love and be loved is
something all too unfamiliar to his little grey cell that seek out the
calculation and logic in everything.
Hal itu melekat cukup lama. Sherlock Holmes never has some feeling for anyone. He never has any relationship with someone (lupa lgi cara penggunaan anyone atau someone, :P). Cintanya hanya untuk dirinya sendiri. Cinta itu hanya sebuah motif dalam dunia kriminal, yang bisa membuat manusia saling membunuh. Tiga bulan terakhir ini saya mencoba menghilangkan paradigma itu. Karakter Sherlock Holmes yang sudah mengalir cukup lama dalam darah saya (naon sih lebay pisan, haha). Dulu mereka bilang saya adalah manusia tanpa rasa. Harus saya akui, ya. Tapi sekarang mungkin saya bisa merasakan, mungkin. Walaupun sedikit, mungkin saya bisa merasakan sesuatu pada seseorang yang sebelumnya tidak pernah saya rasakan pada orang lain. Am I freak? Yeah.
ところで、 がんばってね ちきゅう~くん。:)
Hal itu melekat cukup lama. Sherlock Holmes never has some feeling for anyone. He never has any relationship with someone (lupa lgi cara penggunaan anyone atau someone, :P). Cintanya hanya untuk dirinya sendiri. Cinta itu hanya sebuah motif dalam dunia kriminal, yang bisa membuat manusia saling membunuh. Tiga bulan terakhir ini saya mencoba menghilangkan paradigma itu. Karakter Sherlock Holmes yang sudah mengalir cukup lama dalam darah saya (naon sih lebay pisan, haha). Dulu mereka bilang saya adalah manusia tanpa rasa. Harus saya akui, ya. Tapi sekarang mungkin saya bisa merasakan, mungkin. Walaupun sedikit, mungkin saya bisa merasakan sesuatu pada seseorang yang sebelumnya tidak pernah saya rasakan pada orang lain. Am I freak? Yeah.
ところで、 がんばってね ちきゅう~くん。:)
Subscribe to:
Posts (Atom)


