Jadi ceritanya kemarin karena sitatu gak mau makan aja, saya pindahin uletnya ke sitawa. Ternyata dia mau makan karena pagi ini pas saya liat uletnya udah gak ada, padahal dia baru molting jadi harusnya puasa dulu seminggu, tapi kayaknya udah laper. Saya memikirkan rehousing dan tadi baca-baca lagi tentang bite report soalnya kemungkinan pas rehousing saya harus ngehandling. Waktu gathering saya ditanya para master tentang spesies yang saya keep. Masih belum tau da masih sling, kalau bukan Stromatopelma calceatum berarti Heteroscodra maculata. Tapi saya berharap saya punya dua-duanya. Yang satu Sc, yang satunya lagi Hm. Terus saya inginnya mereka dua-duanya female. Hehe. Tapi gpp deh kalau dua-duanya spesies yang sama juga. Mereka kaget juga newbi malah milih spesies itu. Para master yang punya spesies itu juga pada gak berani ngehandling buat yang satu ini mah. Wajar sih, saya yang gak wajar.. Keduanya termasuk arboreal dan old world. Mereka juga defensif, sangat pemalu, lebih milih sembunyi daripada nyerang. Tapi kalau sudah merasa terancam tentu saja mereka akan ngegigit. Venom mereka bisa dibilang paling berbahaya dibanding spesies-spesies tarantula lain. Tapi tentu saja tidak mematikan. Kebanyakan menganggap tarantula bisa membunuh manusia dengan racunnya, tapi sebenarnya tidak. Yang bisa mematikan itu jenis laba-laba yang bukan tarantula kayak Black widow. Semua tarantula punya taring dan venom, tapi tidak mematikan manusia. Mungkin seharusnya kalau buat display saya lebih milih terestrial dan yang new world yang tergolong docile. Tapi saya udah terlanjur sayang sama mereka berdua, dan saya lebih suka yang venomnya high daripada urticating hair. Saya masih bingung dengan desain buat enclosure mereka yang baru. Dan kayaknya nyari cocopeat yang polos mah emang harus di tegalega deh.
No comments:
Post a Comment