10 texts a married man should never send
They don't feel dangerous, but these texts can completely ruin your marriage and happiness.
Amberlee Lovell
340,369 views | 5,528 shares
Men, you love your wife, and you would never try to intentionally hurt her. But these 11 seemingly innocent texts can damage, or completely destroy, even the healthiest relationship if left unchecked.
1. Checking in on your ex-girlfriend
Even if it's been years since you've dated, this is RISKY. Initiating a small text can eventually respark the flame. At one point in your life, you really loved this person. Those feelings can easily come back if you let them. Never text your ex. It's like playing with fire.
2. Whining about your wife
You wouldn't want your wife to tell all her friends about the obnoxious things you do, so why would it be any different with her? How you talk about your wife behind her back can make or break a beautiful marriage.
If you are frustrated with your wife, find a healthy way to release those strong feelings before you talk to her about it. Texting your friend about how annoying your wife is, is absolutely toxic. Your friends will remember those annoying things long after you normally would (and remind you of them). And those hurtful words are now in writing - a perfect way for your wife to stumble across and be deeply wounded by them later on.
3. Obsessively texting a friend
It's fine for you to have a bro-mance, but if that relationship becomes more important to you than your relationship with your wife, it's time to break up with your friend.
How many times do you text your friend during the day? Are you texting him while your wife is having a conversation with you? At any time, have you resented the time you need to spend at home with your family because you would rather be hanging out with your buddy? These are all signs of an impending disaster. It's time to step back from that friendship.
4. Any text sent from a secret messaging app
If you're using any app to keep a conversation secret of if you have a desire to hide any text from your wife, that's a pretty clear sign you're doing something wrong.
With any conversation you have, ask yourself how your wife would feel if she were reading it. If you don't know, ask her. If you're uncomfortable with her finding out, stop it immediately.
5. Texting out of anger
If you're angry at your wife, cool down before you call her. Texting is never a good way of expressing your frustration. Your tone of voice is impossible to interpret through a text message, and it's way too easy to type hurtful things you'll later regret. Anything hurtful texts you send your wife will forever be recorded in writing. She'll also remember them at times when she is feeling the most vulnerable.
6. Responding to a flirty text from any woman (besides your wife)
If a woman initiates the conversation, block her. Nothing good can come from responding.
7. Flirting at all (even as a joke)
Never send a flirty text. Ever.
Inside jokes should be kept between you and your wife. There is no room to be texting inside jokes to another woman.
8. Shoving your wife under-the-bus
Be cautious of how you use the, "I can't come, because my wife won't let me" excuses. If you're frequently whining about how she never lets you do anything, your friends will start to believe she's the reason for all your problems. Eventually, you'll come to resent her as well.
9. Pornographic images
Husbands, if you truly understood the effect pornography has on you and your relationship, you would avoid this at all costs.
A study by Fight the New Drug showed that after men were exposed to pornography, they rated themselves as less in love with their partner, and were more critical of their partner's appearance, sexual performance and displays of affection. Why would you ever wish to spread that around (let alone, expose yourself to it?)
10. Texting a female co-worker about anything besides work
No matter who it is, no matter how impossible it seems to ever have an affair, don't enter this territory. When you're married, you have to set boundaries with the other women you interact with. You possibly spend more time with your co-worker than with your wife. Developing an inappropriate relationship can be so easy. If you have to text a female co-worker, make sure it's only for the right reasons (i.e. about work).
Husbands, even the best of marriages can be destroyed. Don't risk this precious relationship because of a few careless texts. If you're doing any of these things, there's time to stop right now.
https://familyshare.com/24940/7-texts-a-married-man-should-never-send
Tuesday, October 25, 2016
Sunday, October 23, 2016
Chat yang sepele tapi berbahaya?
Nemu postingan temen di wall.. Dia jadi admin di grup belajar di WA.. Pas baca saya langsung bergumam.. Masya Allah.. Subhanallah.. Alhamdulillah.. Allahuakbar.. Nemu lagi sosok yang bikin kagum.. Ga tau namanya.. Ga tau mukanya.. Tapi saya langsung melting dan berandai-andai.. Dan tidak lupa beristighfar.. Kalau dulu sebelum nikah pas baca atau denger cerita tentang ikhwan seperti ini, dalam hati "Astaghfirullah, dia kan suami orang." Kalau sekarang istighfarnya dobel, "Astaghfirullah, dia kan suami orang. Astaghfirullah, saya kan sudah jadi istri orang." Hahah. Tapi sulit buat ga kagum sama orang-orang yang luar biasa seperti itu. Laki-laki selingkuh mah biasa. Laki-laki poligami juga biasa. Diawali tidak mampu menahan interaksi, tidak mampu mengendalikan hati, tidak mensyukuri dan ingin terus memuaskan diri. Tapi laki-laki yang benar-benar bisa menjaga hati, pikiran, lisan, terhadap perempuan yang bukan mahramnya benar-benar luar biasa.. Keren.. Laki-laki yang menggunakan otak dan pikirannya dengan baik.. Brainy.. Menyadari kelemahannya, berusaha menghindari fitnah yang bisa timbul. Karena untuk bisa menjaga keluarganya dari api neraka, seorang suami memang harus bisa menjaga dirinya terlebih dahulu.. Hal yang kecil pun dia jaga. Terlihat sepele dan tidak penting mungkin ada yang bilang lebay. Tapi dia berusaha untuk menjaga dirinya dengan baik. Rare species on this planet. Tapi saya percaya masih belum punah. Masih ada ikhwan2 yang bisa menjaga dirinya dengan baik. Saat membaca postingan teman saya, selain perasaan kagum, saya merasa bersalah juga. Merasa bersalah karena kagum. Kalau saya bisa mengagumi suami orang, bukankah saya juga harus bisa mengagumi suami sendiri? Kalau saya bisa melihat kebaikan dari suami orang, bukankah seharusnya saya juga bisa melihat kebaikan suami sendiri. Seringkali kebaikan dari orang yang setiap hari membersamai tertutup oleh keburukan2nya. Seringkali kita melihat dan mencari hal2 yang tidak dimiliki orang yang bertemu setiap hari dengan kita. Melihat kelebihan orang lain yang tidak dimiliki oleh orang terdekat. Padahal pasangan kita juga memiliki kelebihan dibalik kekurangannya. Mungkin orang lain yang kita kagumi juga punya kekurangan yang tidak kita ketahui. Yang jelas dengan postingan teman saya ini saya merasa ditampar. Saya harus bisa merubah diri sendiri. Karena pasangan kita adalah cerminan dari diri kita. Fokus memperbaiki diri sendiri. Semoga saya dijauhkan dari fitnah akhir zaman. Semoga fasilitas yang menambah peluang bagi manusia untuk tersentuh api neraka bisa digunakan dengan pemikiran yang matang, penuh pertimbangan, dan kebijaksanaan.. Semoga saya bukan termasuk orang yang kufur nikmat.. Harus terus belajar bersyukur tidak hanya dengan hati dan lisan, tapi juga dengan perbuatan..
Tuesday, October 11, 2016
My instrument, My music
Mulai sering buka partitur-partitur musik yang dulu saya kumpulkan. Waktu SMA ibu memfotokopi buku yang saya gunakan untuk belajar piano karena tiap dua minggu buku itu selalu saya perpanjang masa peminjamannya. Belajar pakai buku Bapusipda lah, jadi gratis, ga usah bayar kursus. Hahah. Dulu belajar pakai keyboard yang dipinjam dari paman dan upright piano teman SMA. Setelah memahami not balok, saya makin senang belajar piano. Setelah kuliah keyboard paman dikembalikan. Tapi sekarang ada keyboard saya jaman SD yang saya wariskan ke Hawnan. Casio emang keren, masih tetep bagus suaranya meski udah belasan tahun.. Tapi karena cuman ada 2,5 oktaf jadi ga semua not di partitur bisa dimainkan. Well that's fine.. I still can imagine the whole part that I was playing on the upright piano or keyboard that have more octave. Masih inget rasanya waktu mainin upright piano di rumah temen. Beda sensasinya. Tutsnya lebih berat dan butuh tenaga lebih banyak pada jari-jari saya. Ditambah pedal sustaine yang bisa membuat permainan lebih variatif. Dulu temen nawarin buat beli pianonya karena ga pernah dipake lagi. Dia ga bisa maininnya, adiknya yang bisa, tapi adiknya udah jarang banget mainin lagi. Saat saya tanya harganya, langsung nolak lah buat anak SMA kayak saya waktu itu.. Uang saku saya harus dikumpulin bertahun-tahun buat bisa beli. Keyboard aja minjem.. Hehe. Yang penting bisa mainin. Cari yang gratisan aja lah. Wkwkwk. Sekarang juga gantian sama Hawnan. Kalau dia tidur, baru saya bisa mainin dengan bebas. Ini instrumen pertama saya yang bikin saya semangat buat mainin instrumen lain. Gitar klasik juga jadi favorit saya. Belajar dari gurunya langsung ini mah waktu ada Rumah Belajar dari Mapusta. Jadi gratis. Gitar juga disediain dari sana, tapi ga bisa dibawa pulang jadi minjem gitar punya paman. Huahaha. Selama ada yang gratis, harus dimanfaatkan. Ilmu itu mahal, jadi saya ga mau nyia-nyiain yang gratisan. Harmonica juga dikasih dari temen SMA, jadi cari tahu cara mainnya dari situs online. Tinwhistle mah beli. Nitip ke guru SMA yang punya link bwt bawa dari Irlandia dengan harga yang jauh lebih hemat. Pengen eksplore instrumen lain..
Subscribe to:
Posts (Atom)


