Thursday, January 14, 2016

Jasuke (Jagung, Susu, Keju)

Kemarin pas pulang sekolah akang bawa jagung. Udah direbus, sama saya diseupan lagi biar anget.. Dikulkas ada keju, beli susu kental manis sachet, buat jagung susu keju. Dulu waktu di ciparay tiap pekan pasti beli jasuke di pasar minggu. Baru sekarang makan jasuke dijasinga, buatan sendiri. Asa enaaaak pisan, udah lama ga makan kuliner ini.. Pas liburan ke Bandung pasti aja kita wisata kuliner, Jigoku ramen ga pernah kelewat, cendol, awug, batagor, baso tahu, banyak lah makanan di Bandung yang pengen diicip lagi karena di sini susah nyarinya atau beda rasanya. Pas liburan kemarin mah akang ngebeliin pizza, padahal saya ga minta. Cuman nanya saya pernah makan pizza ga, saat saya bilang belum pernah dia bilang ntar beli atuh. Terus dibeliin pizza pake topping sosis, mushrooms, dan beef.. Sebenarnya rasanya sih biasa2 aja, cuman asa enak weh kalau makannya bareng akang mah.. Heuheu..

Wednesday, January 13, 2016

Egosentrisme

Nemu tulisan Bu Mia di fp PKS Kota Bandung..
Leuleus Jeujeur
By
: Miarti Yoga
Egosentrisme adalah sangat fitrah
bagi makhluk Tuhan bernama manusia. Padanya, terdapat potensi rasa antipati,
rasa ingin menang sendiri, rasa ingin diakui, rasa ingin mengalahkan lawan,
rasa ingin diangap paling benar. Dan begitulah fitrahnya seorang manusia.
Namun akan menjadi tak wajar jika
potensi rasa yang sangat fitrah itu tak kunjung melunak dalam kurun sekian
lamanya. Sementara, siapapun kita yang belajar dan terus belajar, siapapun kita
yang menjalin hubungan kehidupan bersosial, seharusnya dapat memperlunak diri
dari sikap-sikap egosentrisme yang ada. Sederhanya, manusia itu seharusnya
berubah dengan pendidikan –baik formal maupun non formal- yang didapatnya
selama bertahun-tahun.
Dan salah satu ladang
pembelajaran bagi kita adalah bagaimana kita bisa tetap hidup dengan indah
dalam heterogenitasnya latar belakang, dalam perbedaan life style, dalam perbedaan ideliasme, dalam perbedaan paradigma,
dalam lintas organisasi dengan segala perbedaan dan karakteristiknya.
Hal ini telah Allah analogikan
dalam struktur organ tubuh kita. pada bagian kepala, kita diberi dua mata, dua
telinga dan satu mulut. Jika kita tafakkuri, maka sejatinya kita harus lebih
banyak mencermati dan mendengar dengan seksama. Dengannya, kita juga diajari
untuk mampu menghargai dan menghormati orang lain. Sementara satu mulut adalah
ladang muhasabah bagi kita bahwa berhati-hati adalah semestinya. Pun dalam hal
berkomentar, menilai dan meng-klaim
sesuatu. Butuh latihan panjang untuk dapat menjaga mata, telinga dan mulut kita
sehingga tidak terjebak dalam konteks menyaiti dan mem-bully.
Hidup dalam keberagaman cara
pandang, dalam keberagaman gagasan, dalam keberagaman cara, tentu tak semudah
kita dalam menentukan visi dan misi hidup kita sendiri. Dalam perjalanannya,
akan ada pergulatan bathin, pertentangan pendapat, hingga perang opini. Namun
demikianlah seni dan sensasi hidup bersosial.
Kiranya, sikap “leules jeujeur”
dapat kita jadikan kunci sukses dalam menyelami samudera perbedaan. Dan berikut
adalah lima indikatr dari sikap “leuelus jeujeur” itu sendiri.
1.
Tak perlu reaktif dengan apapun bentuk
ketidaksepahamahan orang-orang. Karena pro kontra adalah suatu yang wajar
adanya. Karena sehebat apapun kita, tentu ada sekian orang atau sekian golongan
yang tak sepaham dengan cara kita.
2.
Dengar dan simak baik-baik pendapat orang,
sekalipun kita sudah tahu atau bahkan kita menentangnya. Tetaplah berikan sikap
terbaik, minimal dengan senyuman. Sehingga sikap lunak seperti itu, sangat
memungkinkan kita menyampaikan penjelasan detail secara puas pasca dia
menyampaikan banyak hal kepada kita.
3.
Hati-hai dalam menyikapi kabar burung atau
berita yang berlevel rumor. Tahan diri untuk berkomentar dengan sekehandak. Dan
pilihannya hanya dua, abaikan atau lakukan konfirmasi tentang keabsahan rumor
tersebut.
4.
Hindari sikap pragmatis dalam mengambil solusi
yang tengah diperdebatkan. Jangan biarkan orang-orang sekitar menilai kita
dengan watak keras kepala atau otoriter. Tetap mintai orang-orang untuk
berpendapat dengan logika masing-masing.
5.
Gunakan langkah “tabayun” ketika kesan “blunder”
sudah mengemuka. Dan betabayunlah kita dengan ikhlas, tanpa unsur mencari
sebanyak-banyaknya pembenaran.
Bismillah. Perbaikan nilai itu
niscaya. Dan kita pasti dapat berupaya. Sehingga sikap keras yang tak
seharusnya, bisa melunak dengan alamiahnya. Keangkuhan yan menguasa, bisa turun
secara perlahan sehingga kita dapat wujudkan kerendahatian.
Dan muara dari
sikap “leuleus jeujeur” itu sendiri adalah bagaimana kita dapat memiliki
kecerdasan sosial. Dengan kecerdasan sosial inilah, kita akan lihai
berdiplomasi, mampu bernegosiasi, dan mumpuni dalam berorganisasi dengan tetap
menjaga keindahan persahabatan.

Jadi kepikiran.. Saya belum bisa jadi orang yang leuleus jeujeur.. Masih mengikuti fitrah egosentrisme.. Mungkin untuk sesuatu yang objektif saya bisa, tapi untuk hal2 pribadi menyangkut selera adalah sangat subjektif bagi saya. Rasa suka dan tidak suka terhadap sesuatu sudah menjadi furqan yang jelas.. Walaupun hanya hal yang remeh temeh..  Contohnya saja tentang warna.. Dari jaman saya masih SD udah suka sama warna hijau dan sampai sekarang tetap suka banget sama hijau..  Kalau ngeliat sesuatu yang hijau, mata saya langsung "hijau".. Haha, naon sih. Dari dulu kalau mau dibeliin baju lebaran pasti pengen yang hijau, sampai sering diomelin katanya kayak yang ga ganti baju da hijau terus.. Liat gunting lucu warna hijau pengen beli, liat tempat pensil warna hijau pengen beli, liat sawah warna hijau pengen beli.. Huahahahah. Kalau liat sawah hijau teh pandangan terpaku pokona mah ga mau ngalieuk, asa wa'as pisan ngeliatnya teh.. Tas juga ga mau ganti2 dulu beli eksport warna hijau, udah 5 tahun lebih, resleting udah rusak, tetep weh pengen dipake.. Waktu itu adik ngasih kado ultah ransel season hijau baru saya mau ganti.. Apa2 hijau.. Tapi ga bosen ngeliat warna itu, adem banget.. Kebalikannya adalah warna yang tidak saya sukai.. Hampir semua yang kenal saya tau kalau saya tidak suka warna pink, itu juga dari kecil..  Entah kenapa illfeel banget ngeliatnya. Saya tau itu subjektif, pasti ada yang suka warna pink juga. Tapi saya ga bisa nyembunyiin kejijian saya saat melihat warna itu. Waktu SMA salah seorang sahabat saya pernah memberi saya tempat pensil warna pink. Dia bilang, "Sin, pake ya.. ". Saya bilang, "Tapi saya ga suka warna pink... ". Dia mohon2 sama saya biar saya pakai tempat pensilnya, saya keukeuh ga mau.. Sampai suatu hari ajal menjemputnya.. Saya selalu terbayang saat dia memohon2 pada saya untuk memakai tempat pensil itu.. Akhirnya saya memakai tempat pensil pink itu setelah dia meninggal.. Tapi itu hanya beberapa hari saja, bagaimanapun juga saya tetap tidak suka pink.. Waktu kuliah saat jadi panitia kegiatan MPM saya keukeuh ga mau dateng ke acara pas H-1 diumumin panitia perempuan harus pake kerudung pink.. Ketuanya sampai mohon2 sama saya buat dateng, saya tetap nolak kalau harus pink. Akhirnya ketuanya memberi pengecualian, saya boleh tidak memakai kerudung warna pink. Akhirnya saya datang, panitia satu2nya yang pakai kerudung hitam..
Selain warna egosentris saya juga hinggap pada hewan yang saya suka dan tidak saya suka, makanan, film, buku, musik, dll ya banyak sih, kepanjangan kalau dijabarkan semua.. Teman-teman saya sering bilang saya egois, tapi teman2 yang benar2 teman saya tidak pernah mempermasalahkan itu, karena mereka juga punya egosentris masing2.. Saya juga tidak pernah memaksa mereka menyukai apa yang saya suka, dan  mereka juga tidak memaksa saya menyukai apa yang mereka suka. Setiap orang punya selera pribadi masing2 yang tidak boleh diganggu gugat agar bisa merasa menjadi dirinya sendiri..

Monday, January 11, 2016

PENGARUH MODEL PROJECT BASED LEARNING TERHADAP KETERAMPILAN PROSES SAINS PADA KONSEP DAUR AIR DI KELAS V SEKOLAH DASAR

(Penelitian Kuasieksperimen di Kecamatan Cimenyan)
Sinta Legian Wulandari
0903043
ABSTRAK
Penelitian ini dilatarbelakangi oleh masih rendahnya keterampilan proses sains siswa terutama untuk siswa SD dalam mata pelajaran IPA yang dibuktikan dari hasil penelitian yang dilakukan oleh Haryono pada tahun 2006. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi perbedaan peningkatan keterampilan proses sains antara siswa yang mendapatkan pembelajaran menggunakan Project Based Learning dengan siswa yang mendapatkan pembelajaran konvensional dan mengetahui respon siswa terhadap pembelajaran Project Based Learning. Keterampilan proses yang diteliti adalah merencanakan alat, bahan, dan sumber; meramalkan atau prediksi; manafsirkan atau interpretasi; dan berkomunikasi. Metode penelitian yang digunakan adalah kuasi eksperimen dengan pretest-posttest design. Penelitian dilakukan di dua SD dalam satu kecamatan dengan sampel siswa kelas V. Untuk SD pertama sebagai kelas eksperimen dan SD kedua sebagai kelas kontrol. Pemilihan sampel penelitian dilakukan dengan menggunakan teknik sampling insidental. Pengambilan data pada penelitian ini dilakukan dengan menggunakan tes keterampilan proses sains berupa soal berbentuk pilihan ganda. Disertakan juga format penilaian proses untuk mengamati keterampilan proses sains dalam pembelajaran. Analisis data dilakukan dengan menganalisis data pretest, observasi, penilaian proses, wawancara, posttest, dan menghitung N-gain. Berdasarkan hasil analisis dapat disimpulkan bahwa terdapat perbedaan yang signifikan antara keterampilan proses sains siswa yang menggunakan model Project Based Learning dengan pembelajaran konvensional yang dibuktikan dengan t hitung yaitu sebesar 2,886 serta nilai signifikansinya 0,006. Dilihat dari hasil rata-rata N-gainnya pun yaitu sebesar 0,53 dengan interpretasi sedang. Selain itu, respon siswa terhadap Project Based Learning sangat baik. Hal tersebut dapat dilihat dari hasil wawancara terhadap kelas eksperimen sebanyak 100% (20 orang siswa) yang mengatakan senang dengan pembelajaran. Berdasarkan temuan pada penelitian ini model Project Based Learning cocok untuk diterapkan di semua jenjang kelas, mata pelajaran, dan konsep sehingga dapat dijadikan pilihan alternatif dalam menggunakan model pembelajaran yang dapat meningkatkan motivasi siswa serta mengembangkan keterampilan proses sains siswa. Hanya saja perlu dilakukan penelitian lebih lanjut untuk melihat perkembangan keterampilan proses sains yang lebih intensif dengan menggunakan model Project Based Learning agar siswa dapat lebih terampil dalam membuat proyek.
Kata Kunci: Project Based Learning, Keterampilan Proses Sains.

Sunday, January 10, 2016

Raket Nyamuk

Kemarin pas pulang liqa, mampir dulu ke toko perabot, niatnya mau beli parutan.. Buat bikin sesuatu dari singkong yang dikasih tetangga. Eh, ada raket nyamuk yang langsung menarik perhatian akang. Dulu saya pernah pake media tutup panci dan minyak bwt ngurangin populasi nyamuk di planet ini.. Lumayan dapet banyak nyamuk yang nempel di tutup panci. Tapi minyaknya ada yang terucrat acret ke tembok.. Akang biasanya pakai sapu lidi sebagai senjata melawan pasukan nyamuk yang menyerang ketibraan tidur kami.. Nah kemarin malem senjatanya berubah jadi lebih canggih, raket nyamuk dengan kekuatan voltase sampai 2300v. Ya,  jadi selain beli parutan akhirnya beli raket nyamuk juga deh. Diluar rencana anggaran, tapi setidaknya tidur jadi lebih berkualitas dan kulit ga bentol2..  Hehe..

Wednesday, January 6, 2016

Kekurangan dan Kelebihan LED (Light Emitting Diode)

Plus Minus Lampu LED
Lampu LED atau Light Emitting Diode pada saat ini sudah populer dan banyak digunakan walaupun teknologi ini masih tergolong baru. Bahkan bisa dikatakan lampu LED pada saat ini sudah mulai mendapat perhatian masyarakan dikarenakan memiliki banyak kelebihan dibandingkan dengan lampu jenis lainnya. Dengan keunggulan seperti hemat biaya listrik dan lebih ramah lingkungan serta lebih awet menjadi kelebihan lampu LED yang menyebabkan lampu ini mulai dilirik banyak orang.

Sebenarnya LED sudah ditemukan sejak lama, hanya saja saat ini seiring perkembangan teknologi, lampu LED dapat memiliki manfaat lebih baik dan dapat diproduksi dengan biaya lebih murah. Ketika anda menggunakan perangkat elektronik seperti TV, komputer, speaker, dan aneka perabot elektronik lainnya yang mempunyai lampu kecil yang akan menyala sebagai tanda bahwa perangkat tersebut sedang dalam posisi on, lampu kecil itu adalan light emitting diode yang akrab disebut dengan LED. LED merupakan semikonduktor yang mengubah energy listrik menjadi cahaya pada saat dilewati oleh arus listrik.

LED merupakan perangkat padat dan keras sehingga memiliki daya tahan yang cukup lama. Selain itu LED hanya menggunakan konsumsi daya yang relatif rendah dan usia yang lebih dari 50 ribu jam. Berbagai tipe lampu dari lampu LED bulb untuk kebutuhan rumah tangga, lampu sorot LED untuk kebutuhan komersil dan industri, lampu PJU LED, dan lainnya mulai diproduksi dan dikembangkan secara kontinyu melihat potensi pasar ini.

perbandingan-lampu-ledBerikut merupakan kelebihan lampu LED :

Mempunyai umur penggunaan yang lebih lama dibanding lampu biasa. LED bisa mencapai keawetan hingga 30 ribu jam.
Mempunyai efisiensi energy hingga 80-90 persen. Jauh lebih baik dibanding lampu lainnya. Selain itu LED juga hanya memerlukan tegangan listrik yang rendah.
Cahaya yang dihasilkan lampu LED tidak panas. LED tidak memproduksi sinar UV dan energy panas.
Cahaya yang dihasilkan lampu LED juga tidak mendistorsi warna sekitar, sehingga lebih aman digunakan untuk penerangan jalan.
Ukuran yang lebih kecil sehingga dapat diaplikasikan dengan lebih praktis.
Tidak mengandung merkuri sehingga lebih ramah lingkungan.
Dengan lensa optik yang sesuai, cahaya lampu LED dapat diarahkan sesuai keinginan
Selain keunggulan dan kelebihan lampu LED diatas, lampu LED juga mempunyai kekurangan dimana membuat orang sedikit berpikir untuk membelinya. Berikut kekurangan lampu LED :

Harga lampu LED masih tergolong mahal
Suhu lingkungan dapat mempengaruhi umur lampu LED
Intensitas cahaya yang termasuk kecil.
Walaupun mempunyai beberapa kekurangan, namun jika melihat dan mempertimbangkan kelebihan dan keunggulan LED tersebut membuat LED memang layak untuk dipertimbangkan. Bahkan sebagian besar perusahaan sudah mulai mengganti lampu mereka dengan lampu LED.  Begitu juga dengan pemerintah dan kontraktor swasta yang mengerjakan proyek pemerintah mulai melirik penggunaan lampu PJU LED sebagai pengganti lampu PJU konvensional yang tidak menggunakan LED. Hal ini dikarenakan efisiensi LED yang lebih menguntungkan dari sisi penggunaan listrik. Sebagai perbandingan, lampu LED 8 watt akan lebih terang dibandingkan lampu biasa atau lampu TL dengan daya 20 watt.

Copas dari link

Oyasumi..

He ask me about how if the closest person of us die.. Bisa kamu dulu, atau saya dulu.  Dia tanya apakah saya akan memandikannya..  Saya bilang harus belajar mandiin mayat dulu berarti.. Akang juga belum bisa mandiin mayat..  Suatu saat kepastian itu akan terjadi, mau tidak mau harus dihadapi.. Sekarang saya ingin memeluknya dan nanti kalau saya duluan yang pergi, saya berharap akan menjadi seseorang yang tetap dirindukannya.. I want to make a lot of memories with him.. Before death separate us and heaven bring us back together.. Aamiin..
Oyasumi, Chikyuu kun..