I found this on one of my teacher's cover photo. Silly though it's really damn right. >.< Beberapa pekan yang lalu saya deactivated akun fb saya karena beberapa alasan. Ternyata kehidupan saya jadi cukup tenang. Hahahahah. Jaman dahulu kala saat jejaring sosial tidak ada para manusia bisa menjalani kehidupannya dengan sebenar-benarnya hidup. The real life. Salah satu guru saya waktu SMA juga sering mengeluhkan orang-orang jaman sekarang yang sulit diajak ngobrol dengan semestinya karena mereka selalu melihat layar mobile phone atau lcd mereka. Terkadang saya juga begitu, dikit-dikit buka sms. Lupa deh kalau di depan saya ada manusia yang tidak ghaib yang sedang berbincang dengan saya, lupa kalau saya lagi ngobrol di dunia nyata. Dari dulu saya menganggap gadget adalah pengganggu kehidupan semesta. Mendekatkan yang jauh, menjauhkan yang dekat. Dari SMP saat teman-teman pada pegang mobile phone saya gak pernah mau punya walau ortu nawarin. Pertama kalinya punya waktu kelas XI, waktu itu okaa~san dapet hadiah mobile phone dari GRIYA. Dikasihin ke saya deh, karena waktu itu di keluarga yang belum punya cuman saya. Dengan berat hati saya menerimanya. Hahahahahah. Yah, waktu itu saya berpikir dunia saya (dunia sebenarnya dan dunia imajinasi) akan terganggu oleh keberadaan hal-hal seperti itu. Saya menganggarkan Rp 5.000 tiap bulan untuk pulsa, kalau abis sebelum waktunya ya saya gak akan ngebales sms-sms. Orang-orang sudah tau kebiasaan saya ini sehingga mereka lebih sering menghubungi lewat telepon kalau ada hal-hal penting banget. Saya cukup konsisten dengan anggaran pulsa yang saya tetapkan sampai-sampai temen-temen menganggap kalau saya pelit. Pada kenyataannya saya tidak terlalu peduli dengan orang-orang yang menghubungi lewat mobile phone. Saya selalu berpikir kalau ada perlu ya ketemu langsung aja, kalau mau ngobrol ya ngobrol langsung aja. Terus, sampai sekarang saya selalu berpikir kalau ada pertemuan/rapat/kegiatan/agenda yang sudah direncanakan itu bisa tidak terlaksana karena adanya mobile phone. Setelah mengagendakan, tiba-tiba dengan mudah bisa dicancel lewat sms. Kalau tidak ada mobile phone setiap orang akan ngebela-belain dateng karena sudah diagendakan dan takut teman-teman lain menunggunya walaupun ada keperluan mendadak atau apa. Well, bagaimanapun juga setiap hal ada sisi negatif dan positifnya. Saya tidak bisa mengelak kalau mobile phone juga banyak kegunaannya. Hehehehehehe.. Ya, setiap alat itu tergantung pemakainya, tergantung bagaimana kita menggunakannya. Pulpen juga bisa digunakan untuk menulis, bisa juga digunakan untuk melempar orang. Begitupun politik. Itu hanya alat. Bisa kita gunakan untuk kebaikan, bisa kita gunakan untuk kejahatan. Tergantung pada orang yang menggunakannya. Kemana arah tulisan ini... -_-" Saya juga jadi bingung. Jadi sebenarnya saya mau menceritakan tentang mobile phone saya dari mulai saya kelas XI sampai tahun dua ribu dua belas. Naon sih.. -_-" Ya udah, intinya mobile phone yang itu sangat berharga buat saya, udah sering kebanting jatuh karena saya ceroboh, udah sering kebasahan karena saya anti payung kalau hujan, malah waktu ke Dufan itu mobile phone pernah jatuh dari atas Tornado. Tapi masih tetep aja hidup! Mezurashiiii!!! Makanya saya cukup merasa bersalah waktu kehilangannya tahun kemarin, tahun 2012, bulan 2. Saya memutuskan untuk tidak membeli mobile phone yang baru selama 4 minggu. Saya sebut itu masa berkabung. Keluarga dan teman-teman saya dibuat repot karena saya gak mau punya yang baru. Okaa~san membelikan mobile phone yang baru, tapi saya belum mau menerimanya sampai masa berkabung saya selesai. Sampai tanggal 27 Maret 2012. Saya menerima mobile phone yang sudah dibelikan. Tapi itu tidak bertahan lama. Waktu KKN, saat seminar saya jatuh dari tangga dan mobile phonenya rusak. Saya beli sendiri mobile phone saya yang ke-3. Tapi semenjak ganti mobile phone sulit untuk tetap menganggarkan Rp. 5.000 per bulan. Saya jadi boros. Tapi teman-teman saya bilang saya jadi baik karena sekarang saya jadi sering membalas sms mereka. -_-" Naha teu nyambung kieu antara tulisan dan gambar yang saya upload. Kan gambarnya tentang fb... Jadi sebenarnya setelah saya aktifkan lagi fb saya, settingannya saya ubah, tiap status yang saya buat bisa dilihatnya "only me" terus kalau ada yang ngetag saya, gak akan langsung muncul di timeline saya sebelum saya izinkan. Pas tadi saya ngecek, ternyata ada satu status saya yang saya tag dua orang friends tapi setingannya "only me+anyone tagged". Saya ubah deh itu mah jadi yang bisa liatnya "friends". Hmm, untuk status-status yang lainnya terlalu melankolis buat saya, so that just only me who can see those status . Mungkin Mark Zuckerberg atau CIA atai FBI bisa liat kali ya. Kayak mereka gak ada kerjaan aja. Huahahahaha. :P Atau hacker yang udah jelas-jelas gak ada kerjaan banget. :P Tapi, suatu saat saya akan memperlihatkannya kepada orang yang memang untuknya saya menuliskan itu semua. Demo ima wa,, HIMITSU da. Haha, doki-doki desuyo atashi wa. :)
* Udah dulu ah nulis gak puguhnya. Kyou wa yasumi desuyo, tapi tetep harus pergi-pergian demi mereka para tunas bangsa. ;)

No comments:
Post a Comment