Monday, January 11, 2016

PENGARUH MODEL PROJECT BASED LEARNING TERHADAP KETERAMPILAN PROSES SAINS PADA KONSEP DAUR AIR DI KELAS V SEKOLAH DASAR

(Penelitian Kuasieksperimen di Kecamatan Cimenyan)
Sinta Legian Wulandari
0903043
ABSTRAK
Penelitian ini dilatarbelakangi oleh masih rendahnya keterampilan proses sains siswa terutama untuk siswa SD dalam mata pelajaran IPA yang dibuktikan dari hasil penelitian yang dilakukan oleh Haryono pada tahun 2006. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi perbedaan peningkatan keterampilan proses sains antara siswa yang mendapatkan pembelajaran menggunakan Project Based Learning dengan siswa yang mendapatkan pembelajaran konvensional dan mengetahui respon siswa terhadap pembelajaran Project Based Learning. Keterampilan proses yang diteliti adalah merencanakan alat, bahan, dan sumber; meramalkan atau prediksi; manafsirkan atau interpretasi; dan berkomunikasi. Metode penelitian yang digunakan adalah kuasi eksperimen dengan pretest-posttest design. Penelitian dilakukan di dua SD dalam satu kecamatan dengan sampel siswa kelas V. Untuk SD pertama sebagai kelas eksperimen dan SD kedua sebagai kelas kontrol. Pemilihan sampel penelitian dilakukan dengan menggunakan teknik sampling insidental. Pengambilan data pada penelitian ini dilakukan dengan menggunakan tes keterampilan proses sains berupa soal berbentuk pilihan ganda. Disertakan juga format penilaian proses untuk mengamati keterampilan proses sains dalam pembelajaran. Analisis data dilakukan dengan menganalisis data pretest, observasi, penilaian proses, wawancara, posttest, dan menghitung N-gain. Berdasarkan hasil analisis dapat disimpulkan bahwa terdapat perbedaan yang signifikan antara keterampilan proses sains siswa yang menggunakan model Project Based Learning dengan pembelajaran konvensional yang dibuktikan dengan t hitung yaitu sebesar 2,886 serta nilai signifikansinya 0,006. Dilihat dari hasil rata-rata N-gainnya pun yaitu sebesar 0,53 dengan interpretasi sedang. Selain itu, respon siswa terhadap Project Based Learning sangat baik. Hal tersebut dapat dilihat dari hasil wawancara terhadap kelas eksperimen sebanyak 100% (20 orang siswa) yang mengatakan senang dengan pembelajaran. Berdasarkan temuan pada penelitian ini model Project Based Learning cocok untuk diterapkan di semua jenjang kelas, mata pelajaran, dan konsep sehingga dapat dijadikan pilihan alternatif dalam menggunakan model pembelajaran yang dapat meningkatkan motivasi siswa serta mengembangkan keterampilan proses sains siswa. Hanya saja perlu dilakukan penelitian lebih lanjut untuk melihat perkembangan keterampilan proses sains yang lebih intensif dengan menggunakan model Project Based Learning agar siswa dapat lebih terampil dalam membuat proyek.
Kata Kunci: Project Based Learning, Keterampilan Proses Sains.

No comments:

Post a Comment