Tuesday, November 29, 2016

Kenapa nulis di blog?

Di group fb dengan komunitas para blogger ada yang nanyain motif anggota lain nulis di blog. Kebanyakan jawabannya untuk menghasilkan uang. Ada juga yang untuk sekedar penghilang rasa bosan. Saya ga ikut komen di situ karena khawatir jadi dikepoin. Hahah. Jadi ingat motif saya dulu bikin blog buat apa. Dan sampai sekarang pun tidak berubah. Yaitu buat ngilangin stress. Nulis bisa jadi terapi psikologis. Kenapa di blog? Kalau di buku udah mainstream udah bosen dari jaman SD-SMA nulis di buku aja, kalau di fb males terlalu banyak temen/ kenalan yang kepoin. Di blog lebih enak, paling yang baca yang ga kenal. Kalau ada yang kenal ikut baca, berarti dia super kepo. Dan tulisan di blog dibuat lebih menggunakan pikiran walaupun tetap ada emosi karena mempertimbangkan pembaca. Kalau di buku diary kata-kata yang kurang baik dan tidak pantas ditulis bisa tetap saya tulis kalau mood lagi marah. Kalau di blog saya memikirkan khawatir ada anak kecil yang baca. Jadi pemilihan kata/diksi yang saya gunakan diblog tidak terlalu kasar walaupun sedang menulis dalam keadaan murka. Ya, sampai sekarang belum ada niat buat ngehasilin uang dari blog sih. Mungkin kapan-kapan akan saya pikirkan kalau udah ada niat. Hahah. Tapi itu berarti saya harus belajar dulu cara membuat artikel yang baik dan benar. Karena tema tulisan saya selama ini lebih banyak pada kegiatan sehari-hari atau diary. Saya hanya menulis apa yang ingin saya tulis. Tujuannya murni untuk melepaskan beban pikiran yang tidak terungkapkan secara lisan karena merasa tidak ada yang mau mendengarkan cerita saya. Sedangkan saya adalah perempuan yang punya kebutuhan mengeluarkan ribuan kosa kata tiap harinya. Dengan menulis di blog saya merasa lebih "plong" tanpa harus merasa bersalah karena saya tidak memaksa orang lain mendengarkan saya atau membaca tulisan saya. Jadi intinya saya hanya ingin mengeluarkan pikiran dan pendapat saya tanpa harus memberisiki orang. Kalau mereka membaca tulisan saya itu pilihan mereka. Kalau tidak suka tulisan saya ya tidak usah datang ke blog saya. Beda kalau nulis di fb, langsung muncul di newsfeed yang otomatis terbaca oleh orang lain. Walaupun di fb juga sebenarnya kalau tidak suka dengan tulisannya tinggal diunfriend atau diunfollow. Tapi secara pribadi saya lebih suka menulis di blog. Hidup ini simple. Kalau ga suka, tinggalkan. Daripada jadi beban pikiran dan stress berkepanjangan. Saya hanya ingin menjalani hidup dengan bahagia yang benar-benar berasal dari hati. Hidup saya singkat, saya tidak mau hidup yang singkat ini diisi dengan terlalu banyak kesedihan. Saya akan pergi mencari kebahagiaan dan meninggalkan kesedihan yang sia-sia. Saya tau mana hal yang bisa membuat saya bahagia dan mana yang bisa membuat saya bersedih. Saya tau dengan menganalisis hati saya yang sering terbolak-balik dan pikiran saya yang menyediakan berbagai kemungkinan dan solusi yang rasional. Saya akan memilih otak saya dari pada hati saya. Karena otak saya paham bagaimana kondisi hati yang lemah. Maka saya lebih rela disebut manusia tidak berhati daripada manusia tidak berotak. Karena saya benar-benar berusaha menekan perasaan-perasaan emosi saya dengan pemikiran-pemikiran hebat saya. Tapi saya tau konsekuensi logis dari penekanan emosi yang terlalu lama, saat ada pemicu walaupun kecil, maka akan meledak menghancurkan semuanya melewati batas radius normal yang telah diperkirakan.