Akang: Kita nikah teh udah berapa tahun?
Saya: Dua..
Akang: Kita nikah hari apa?
Saya: Sabtu..
Akang: Tanggal berapa?
Saya: Hmmm.. 20..
Akang: Udah kelewat dong. Padahal tadinya mau beli sate buat ngerayain..
Saya: -_-"
Sebenarnya saya cuman pura-pura ga inget tanggalnya. Saya juga ngeh ko sekarang tanggal 26.. Cuman pengen tau aja reaksinya gimana. Hihihi..
Udah 2 tahun.. Ga kerasa kami udah melewati waktu 2 tahun bersama.. Hidup bersama menjalani waktu yang tidak ditentukan sampai kapan.. Tapi saya berharap semoga kami bisa tetap bersama sehidup sesurga.. Walaupun kematian menjemput dan memisahkan, semoga kami bisa bersama kembali di jannah-Nya. Dia pernah nanya, "Sin, nanti kalau kamu udah di surga, kamu bakal nyari saya ga?"
"Hah? Kenapa gitu? "
"Ya kan ntar mah kalau di surga udah ada bidadara yang ganteng-ganteng?"
"Oh.."
"Jadi bakal nyariin saya ga?"
"Hmmm..."
" -_-" "
Geli juga ngedenger pertanyaannya. Saya ga mau gr dulu jadi penghuni surga. Tapi saya berharap semoga saya tetap berpegang teguh pada dien ini. Saya takut juga Allah mencabut nikmat iman Islam saya. Nau'zubillah.. Semoga Allah tetap menyayangi saya dengan mengistiqamahkan saya sebagai seorang muslim.. Kalau saya bisa beruntung punya tempat di surga-Nya kelak tentu saja saya ingin bisa bersama suami saya lagi. Kalaupun tidak bisa, saya tinggal minta bidadaranya jadi mirip mukanya kayak suami saya.. Hihi..
Ya waktu tidak terasa bergulir dengan cepat. Asa baru kemarin dia mengikrarkan ijab qabul untuk menjadi suami saya. Dengan mahar 8 gram emas yang sekarang melingkar di jari saya, kami akhirnya sah menjadi sepasang suami istri. Mahar yang punya nilai historis baginya dan membuat saya merasa berharga dapat memakainya. Dia membeli cincin ini semasa kuliah dulu saat mendapatkan gaji di awal masa kerjanya sebagai guru bimbel. Saat itu dia sudah berniat untuk menjadikannya mahar kalau suatu saat menikah walaupun belum fix ada calon istrinya. Saya suka designnya, emas putih yang dililit emas kuning dengan hiasan bulan sabit dan satu mata cincin di tengahnya. Waktu beli dia pakai jari sendiri untuk ngukur, pas saya pakai jadinya longgar. Dia menawarkan untuk membelikan yang baru yang lebih pas di jari saya. Tapi saya tidak mau, saya suka dengan nilai historisnya dan saya ingat cerita seorang rekan kerja waktu di sekolah alam. Dia waktu itu bilang mau menukarkan cincin kawinnya karena sudah tidak muat lagi di jarinya. Seiring berjalannya waktu jarinya jadi mengembang, lingkar cincinnya jadi terasa menyempit dan sakit. Sayang sekali kan cincin kawinnya kalau harus ditukar yang baru. Dan ternyata dugaan saya betul, saat hamil cincinnya jadi pas di jari. Hehe. Sekarang sih sudah agak longgar lagi, tapi yang penting saya ingin tetap memakainya. Dia ingin saya tetap memakainya. Pernah dulu karena takut lepas saya pasang cincinnya di kalung saya. Dia protes karena dia ingin orang lain melihat cincin itu tersemat di jari saya. Dia melilitkan solatip pada cincinnya agar pas dengan jari saya. Hihihi. Bodor lah. Tapi sekarang udah ga dililit solatip lagi. Saat hamil solatipnya dilepas dan sekarang meskipun jari saya sudah kembali ke ukuran semula cincinnya masih saya pakai. Tidak khawatir lepas karena tertahan oleh satu cincin di atasnya yang pas. 3 gram cincin yang ditambahkan mertua saya untuk mahar. Saya juga suka yang ini. Bentuk yang bergelombang dan terdapat patahan di tengahnya dengan masing-masing satu mata cincin di tiap ujung patahannya. Design ini memungkinkan cincinnya mengikuti perubahan jari, jadi walaupun jari makin mengembang, tidak perlu diganti. Waktu itu dia bertanya apakah ada hal lain yang saya inginkan untuk mahar. Saya bilang, "Ga ada, kan udah ada cincin 5 gram tea."
"Ditambahin sama mamah cincin 3 gram lagi ko. Tapi bisi ada yang kamu pengen lagi, bilang aja."
"Udah aja cukup."
Saya seneng jadinya 8 gram. Padahal saya ga minta dan belum pernah kasih tau mereka kalau saya suka angka 8. Ya, hal-hal yang saya suka menyangkut angka 8. 8 Kaki laba-laba. 8x8 petak papan catur. 8 arah mata angin pada kompas. 8 tuts pada satu oktaf (8ve). 8 planet dalam tata surya (pluto ga dianggap). Hihihihi. Saya suka makna filosofisnya. 8 = ∞
Angka 8 kalau diputar 90°, akan menjadi lambang infinity. Ada apa dengan lambang infinity?
Menurut kamus:
Infinity (noun) :
1. time without end
2. Unlimited extent of time, space, or quantity; eternity; boundlessness; immensity
Infinity yang mempunyai arti tak terhingga atau tak terbatas yang dilambangkan melalui bentuknya yang tanpa awal dan tanpa akhir.
Oh iya, di dalem cincinnya juga terukir angka 8 (sebenarnya angka 18, tapi kan tetep aja ada angka 8nya. Keukeuh. Hahah. Ya biarin 18 juga, that's my birthday.)

