Subhanallah..
Tadi itu saya mengalami hal-hal yang membuat harus nahan air mata. Dan saya selalu bisa tahan buat gak nangis di depan orang banyak.. Tapi saat sendirian tangisan itu bisa mengucur sangat deras.
Saat ngeliat seorang sahabat yang lagi sungkem dengan orang tuanya bikin saya berkaca-kaca. Mungkin akibat amanat dari pembawa acara tentang orang tua disertai petikan kecapi. Jadi inget ibu sama ayah saya.. Untung sebelum netes saya nyadar di sebelah ada teteh dan anaknya, saya gak mau dia liat saya nangis.
Tadi itu saya mengalami hal-hal yang membuat harus nahan air mata. Dan saya selalu bisa tahan buat gak nangis di depan orang banyak.. Tapi saat sendirian tangisan itu bisa mengucur sangat deras.
Saat ngeliat seorang sahabat yang lagi sungkem dengan orang tuanya bikin saya berkaca-kaca. Mungkin akibat amanat dari pembawa acara tentang orang tua disertai petikan kecapi. Jadi inget ibu sama ayah saya.. Untung sebelum netes saya nyadar di sebelah ada teteh dan anaknya, saya gak mau dia liat saya nangis.
Saat penutupan di kampus.. Waktu jadi pengurus dulu saya biasa-biasa aja saat jadi MC. Tapi entah kenapa tadi saya bergetar ketika berjalan ke depan dan menyematkan penghargaan kepada pengurus tingkat 4. Tetiba saya menyadari kalau saya sudah "sepuh". Campuran bahagia dan sedih. Bahagia karena bangga kepada mereka yang tetap istiqamah di tutorial sampai tingkat akhir ini, sedih karena saya merasa menjadi bukan teladan bagi mereka, saya merasa tidak pantas menyematkan penghargaan itu, saya merasa sudah memberikan contoh yang buruk bagi pengurus tutorial dan para aktivis kampus. Saya harap mereka tidak mencontoh saya, saya akan selalu mendo'akan mereka bisa lulus tepat waktu. Saya harap mereka bisa mengembalikan nama baik tutorial. Dan saya juga harus menyudahi status saya sebagai mahasiswa. Saya akan sangat merindukan kampus.. Ayolah, saya juga harus memikirkan harapan orang tua saya. Saya tidak boleh egois..
Bismillah..
Bismillah..