Sunday, October 23, 2016
Chat yang sepele tapi berbahaya?
Nemu postingan temen di wall.. Dia jadi admin di grup belajar di WA.. Pas baca saya langsung bergumam.. Masya Allah.. Subhanallah.. Alhamdulillah.. Allahuakbar.. Nemu lagi sosok yang bikin kagum.. Ga tau namanya.. Ga tau mukanya.. Tapi saya langsung melting dan berandai-andai.. Dan tidak lupa beristighfar.. Kalau dulu sebelum nikah pas baca atau denger cerita tentang ikhwan seperti ini, dalam hati "Astaghfirullah, dia kan suami orang." Kalau sekarang istighfarnya dobel, "Astaghfirullah, dia kan suami orang. Astaghfirullah, saya kan sudah jadi istri orang." Hahah. Tapi sulit buat ga kagum sama orang-orang yang luar biasa seperti itu. Laki-laki selingkuh mah biasa. Laki-laki poligami juga biasa. Diawali tidak mampu menahan interaksi, tidak mampu mengendalikan hati, tidak mensyukuri dan ingin terus memuaskan diri. Tapi laki-laki yang benar-benar bisa menjaga hati, pikiran, lisan, terhadap perempuan yang bukan mahramnya benar-benar luar biasa.. Keren.. Laki-laki yang menggunakan otak dan pikirannya dengan baik.. Brainy.. Menyadari kelemahannya, berusaha menghindari fitnah yang bisa timbul. Karena untuk bisa menjaga keluarganya dari api neraka, seorang suami memang harus bisa menjaga dirinya terlebih dahulu.. Hal yang kecil pun dia jaga. Terlihat sepele dan tidak penting mungkin ada yang bilang lebay. Tapi dia berusaha untuk menjaga dirinya dengan baik. Rare species on this planet. Tapi saya percaya masih belum punah. Masih ada ikhwan2 yang bisa menjaga dirinya dengan baik. Saat membaca postingan teman saya, selain perasaan kagum, saya merasa bersalah juga. Merasa bersalah karena kagum. Kalau saya bisa mengagumi suami orang, bukankah saya juga harus bisa mengagumi suami sendiri? Kalau saya bisa melihat kebaikan dari suami orang, bukankah seharusnya saya juga bisa melihat kebaikan suami sendiri. Seringkali kebaikan dari orang yang setiap hari membersamai tertutup oleh keburukan2nya. Seringkali kita melihat dan mencari hal2 yang tidak dimiliki orang yang bertemu setiap hari dengan kita. Melihat kelebihan orang lain yang tidak dimiliki oleh orang terdekat. Padahal pasangan kita juga memiliki kelebihan dibalik kekurangannya. Mungkin orang lain yang kita kagumi juga punya kekurangan yang tidak kita ketahui. Yang jelas dengan postingan teman saya ini saya merasa ditampar. Saya harus bisa merubah diri sendiri. Karena pasangan kita adalah cerminan dari diri kita. Fokus memperbaiki diri sendiri. Semoga saya dijauhkan dari fitnah akhir zaman. Semoga fasilitas yang menambah peluang bagi manusia untuk tersentuh api neraka bisa digunakan dengan pemikiran yang matang, penuh pertimbangan, dan kebijaksanaan.. Semoga saya bukan termasuk orang yang kufur nikmat.. Harus terus belajar bersyukur tidak hanya dengan hati dan lisan, tapi juga dengan perbuatan..
Subscribe to:
Post Comments (Atom)


No comments:
Post a Comment