Saya pernah menanyakannya pada ibu saat SMA. Waktu itu salah satu guru di kelas menanyakan arti setiap nama siswa yang diabsennya di awal semester kelas XI. Saya ga pernah kepikiran sebelumnya kenapa orangtua saya memberikan nama Sinta Legian Wulandari. Ternyata menurut ibu awalnya ayah akan menamai Legian Wulandari saja karena saat saya lahir ayah baru pulang dari pulau Bali dan kagum dengan keindahan pantai Legian. Akhirnya ayah menamai anak pertama yang sudah dinanti selama dua tahun dengan nama pantai di Indonesia. Hahah. Jadi nanti dipanggilnya Egi cnah. Tapi obaa~chan menambahkan Sinta. Kata ibu itu bahasa Arabnya hari Kamis karena saya lahir pada hari tersebut. Saya mengkonfirmasi pada obaa~chan..
Obaa~chan: "Sanes bahasa Arab, tapi bahasa Sunda kuno.. Sin hartosna Kemis.. Tapi Sin naon.. Jadi weh Sinta.."
Oooooh...
Wulandari artinya bulan. Dari SD temen-temen suka plesetin Dari Bulan, alien kali. Wulandari bisa berarti bulan purnama, sinar rembulan, dan perasaan pada keadilan. Guru/dosen yang mengabsen pertama kali biasanya langsung nanya, "Dari Bali?" Saya dengan santai menjawab, "Iya, BAndung asLI." Wajar sih kalau yang pertama kali ketemu nyangka saya orang Bali. Nama saya kayak gitu sih. Tapi mereka suka heran dan ketawa kalau saya kepeleset berbicara bahasa Sunda. "Sin, asa aneh kalau kamu ngomong Sunda." Mulai SMP saya berkomunikasi dengan B.Indonesia. Tapi saya menggunakan B.Sunda dengan orang rumah dan teman-teman SD sampai sekarang. Waktu kuliah pernah ada temen yang mendorong untuk pakai B.Sunda aja saat saya keceplosan berbicara B.Sunda. Iya da dia orang Sunda. Tapi saya sadar lingkungan kampus saya heterogen. Tidak semua mengerti B.Sunda. Saya ingat pernah ada teman dari Kaimana protes saat berada di forum Sidang Umum mahasiswa. Dia merasa tidak dihargai saat ada orang yang berbicara B.Sunda karena dia tidak mengerti. Saat berada di kelas Bahasa saya mempelajari bahwa bahasa adalah alat komunikasi. Fungsi tersebut akan hilang saat kita berkomunikasi dengan orang yang tidak mengerti bahasa kita. Indonesia yang terdiri dari berbagai macam suku dan bahasa bisa berkomunikasi walaupun beda daerah dengan adanya bahasa nasional. Guru B.Inggris saya waktu SMA pernah protes saat saya chat dengan menggunakan B.Jepang. "Saya juga ga pake B.Inggris. Pake B.Indonesia aja." Dan saat saya nyaman pakai B.Indonesia dengan satu orang, sulit untuk menggunakan B.Sunda dengan orang itu. Begitupun saat saya sudah terbiasa menggunakan B.Sunda dengan satu orang, jadi aneh kalau saya harus bicara B.Indonesia pada orang itu. Terbiasa menggunakan suatu bahasa pada satu orang akan jadi sulit menggunakan bahasa lain pada orang itu bagi saya. Meskipun saya bisa menggunakan berbagai bahasa, tapi saya cenderung menggunakan satu bahasa untuk satu orang. B.Jepang paling saya gunakan pada orang yang mengerti, atau orang yang saya tidak ingin dia mengerti. Saya suka kode dan sandi rahasia, hanya saya saja yang tahu. Jadi saya juga punya bahasa untuk saya sendiri.
No comments:
Post a Comment