Saturday, April 16, 2016

Family bonding

Saya teringat saat ulang tahun ke 22. Ketika itu saya sangat kesal karena ayah dan ibu pulang malam tanpa memberi tahu mereka ke mana.. Dua hari mereka tidak ada di rumah saat saya pulang.. Tidak biasanya mereka seperti itu.. Biasanya ibu tidak pernah meninggalkan saya atau adik saya tanpa makanan di lemari. Dan kalau mereka pulang larut pasti memberi kabar ke mana mereka pergi agar tidak membuat khawatir. Saat tanggal 18 Juli 2013, mereka memberikan hadiah tak terduga.. Liontin laba-laba yang cantik.. Saya hampir menangis saat menerimanya.. Ternyata selama dua hari mereka berkeliling toko mas untuk mencari laba-laba ini.. Saat sendirian di kamar saya benar-benar menangis, menyesali rasa kesal yang timbul selama dua hari itu. Ibu bilang dia pakai uang gaji saya yang saya berikan pada ibu untuk membelinya, tapi saya tahu itu tidak cukup, pasti mereka nambahin.. Saya minta ibu menyimpan suratnya karena saya tidak mau sampai menjualnya kecuali kalau ibu suatu saat membutuhkannya. Saya menganggap ini sebagai kenang-kenangan berharga, bukan barangnya yang berharga, tapi kisah perjuangan mereka mencarinya. Saya tahu sulit menemukan yang seperti ini. Tapi mereka tahu saya suka laba-laba, dan tetap mencari.. Saat saya melihatnya, saya merasakan kasih sayang keluarga.. Ibu yang selalu menyayangi saya.. Walaupun dia wanita karir, tapi saya tau saya lebih penting baginya daripada karirnya. Saya ingat setiap saya sakit, dia selalu berada di samping saya dan tidak masuk kerja untuk menemani saya sampai saya sembuh.. Menyuapi saya dengan sabar.. Tidak pernah membiarkan kami pergi tanpa sarapan.. Jarang sekali meninggikan suara di depan kami, selalu memperlakukan kami dengan kelembutan dan kesabaran. Ayah yang rela mengorbankan waktunya untuk saya, selalu berusaha mengantarkan saya di sela pertemuannya dengan client yang order dagangannya atau perangkat desa yang harus ditemuinya. Ya, yang paling berharga untuk keluarga adalah waktu. Waktu saat bersama dan mementingkan kebersamaan. Kebersamaan yang mengikat erat untuk kebahagiaan. Apalah
artinya harta yang melimpah kalau waktu bersama keluarga tergadaikan. Apalah artinya bersosialisasi dengan banyak orang di luar sana kalau di rumah percakapan dengan keluarga hanya seperlunya. Apalah artinya mengeluarkan banyak energi di luar kalau keluarga mendapatkan sisa stamina dan hanya tertinggal keluh kesah. Saya ingat saat kami berempat makan bersama di atas tikar di balkon rumah, saya ingat saat kami berbagi satu telur dadar untuk berempat, saya ingat saat menghabiskan liburan bersama. Hal-hal sederhana yang dilakukan bersama.. Kebersamaan yang tidak bisa tergantikan oleh apapun. Ketulusan dapat dirasakan dalam sebuah keluarga..
Bahkan sampai sekarang pun saya masih merasakan kasih sayang mereka. Saat ini saya bersyukur masih bisa melihat wajah mereka yang sedang terlelap. Datang dari jauh untuk menjenguk anak dan cucunya.. Arigatou, Okaa~chan, Otou~chan.. :')

No comments:

Post a Comment