Ini hari ke 7 bayi ini lahir ke dunia. 4 Februari 2015 saya merasa menjadi anak yang paling berdosa, makin sayang sama ibundaku tercinta yang sangat sabar terhadap saya.. Suami juga menyempatkan pulang dari tugasnya di Bogor untuk menemani. Tidak terasa sudah 9 bulan lebih usia pernikahan kami. Tanggal 26 April 2014 kami mulai saling menyesuaikan. Ada hal-hal menyebalkan darinya yang membuat saya kesal. Dan tentu saja banyak hal dari saya yang membuatnya harus bersabar. Sekarang saya merindukannya bahkan bagian yang menyebalkannya. Biasanya tiap hari bertemu, sekarang harus nunggu berminggu-minggu. Tapi ini harus kami lewati. Kalau dipikir-pikir di "sana" banyak istri yang harus mengikhlaskan suaminya pergi untuk syahid di medan perang. Segini mah bukan apa-apa.. Apa yang saya alami bukan apa-apa (ngupahan diri sendiri, heuheu.). Dia bukan milik saya.. Dia milik Allah.. Saya mencoba biasa-biasa aja setiap kali dia mau pergi jauh. Baru pas tiap kali ada kesempatan sendirian udah pasti ga ketahan air mata ngucur. Sungguh memalukan, saya nangis gara-gara manusia.. Bagaimanapun juga saya ga mau bikin dia khawatir. Dalam hati cuman bisa berkata.. Pergilah pahlawanku, jangan bimbang ragu, bersama do'aku... Semoga kita bia bertemu lagi.. Bukan cuman di dunia ini, saya ingin kita bertemu lagi di jannah-Nya.. Aamiin..
Sabar ya. Tetap kuat, apalagi sudah ada si buah hati :)
ReplyDelete